Para Miliser yang budiman,

Setelah cukup lama menyedot perhatian publik, demi kepentingan bangsa yang 
lebih besar, nampaknya Drama C n B harus segera diakhiri melalui “intervensi” 
politik Presiden SBY walaupun yang nampak di atas permukaan seolah Polri dan 
Kejaksaan Agung yang menyelesaikannya melalui proses hukum.   Saya kira banyak 
orang, termasuk saya, yang masih merasa penasaran tentang apa gerangan yang 
belum terungkap dibalik drama yang cukup menegangkan tersebut.  Banyak penonton 
yang kecewa karena drama tersebut berakhir dengan menyisakan banyak hal yang 
belum jelas.  Bahkan saya kira Polri dan Kejaksaan Agung pun kecewa karena 
mendapat  tekanan dari atasan agar proses hukum yang sedang mereka jalankan 
segera dihentikan.  

Saya setuju supremasi hukum berlaku ketika fungsi hukum di masyarakat berjalan 
normal.  Ketika kondisi hukum yang ada tidak lagi (dipercaya oleh masyarakat) 
mampu menyelesaikan permasalahan hukum dan keadilan dengan baik maka, menurut 
saya, diperlukan tindakan pembenahan terhadap kondisi hukum tersebut sebelum ia 
ditempatkan kembali ke dalam posisi terhormat yang mencerminkan keberadaan 
supremasi hukum.  Dalam konteks pemahaman demikian, kita bisa memahami mengapa 
banyak orang  berharap agar kasus Polri dan KPK dijadikan momentum untuk 
melakukan tindakan pembenahan (reformasi) di bidang hukum, terutama yang 
terkait dengan tupoksi Polri, Kejaksaan Agung, dan KPK. 

Layar pentas Drama C n B kini sudah ditutup.  Sebagian penonton kini 
mengalihkan perhatiannya ke Sinetron Bank Century.   Akankah penayangan 
Sinetron BC nanti akan mampu bertahan lama dibahas di media cetak dan di 
stasiun TV?   Menurut catatan saya, hanya Sinetron “Buloggate” Gus Dur yang 
mampu memberikan efek paling dramatik.  Selebihnya, sama dengan 
sinetron-sinetron biasa lainnya. Muncul, dan lalu kembali menghilang.

Seperti biasanya, saya membayangkan apabila saya pejabat di KPK dan lalu saya 
dimutasi menjadi pejabat di institusi Polri, atau sebaliknya.   Saya juga 
membayangkan apabila saya adalah aktivis Fadjroel Rachman yang selalu setia 
berdemo untuk memperjuangkan hak-hak rakyat dan lalu terpilih sebagai Presiden, 
atau sebaliknya. Pertanyaan yang selalu menggelitik saya, setelah berpindah 
peran, mampukah saya mempertahankan sikap konsistensi saya?    Semoga bisa.  
Walaupun sejarah mencatat bahwa, ketika telah menduduki posisi yang secara 
signifikan berbeda (apalagi posisi yang secara kelembagaan dikenal saling 
bermusuhan), banyak orang gagal mempertahankan sikapnya.
                              

Salam,
budisan 



--- On Mon, 11/9/09, HaBeWe <[email protected]> wrote:

From: HaBeWe <[email protected]>
Subject: Re: [Forum Prima] The End of Drama Cicak dan Buaya�
To: [email protected]
Date: Monday, November 9, 2009, 7:53 PM

Yth Miliser,

Apa yg dibilang Mr Bayu adalah benar, "cd drama C n B tuh mash trus
brputar. It has not stopped yet." bahkan sekarang masuk kedalam babak
baru, babak yang lebih seru karena bermula dari kisruh cinta segitiga
KPK, Polri, Kejaksaan, sekarang tambah pemain MK dan Kepresidenan.




      

Kirim email ke