Dear Miliser,
"Tujuan pengadaan barang/jasa adalah agar pengadaan barang /jasa pemerintah 
yang dibiayai oleh APBN/APBD dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien 
dengan prinsip persaingan sehat, transparan, terbuka, dan perlakuan yang adil 
bagi semua pihak, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan baik dari segi 
fisik, keuangan, maupun manfaat bagi kelancaran tugas pemerintah, dan pelayanan 
masyarakat."


Saya sangat sependapat dengan paragraf diatas, hal tersebut merupakan keadaan 
ideal yang kita idam idamkan bersama. Sayang cara pencapaiannya sampai saat ini 
masih belum menunjukkan greget. Ketika kinerja diidentikan dengan penyerapan 
maka tujuan seperti di atas akan sulit terwujud. Masih tingginya booming 
SPM/SP2D juga SKPA/ Revisi DIPA di waktu waktu kritis membuat satker terpacu 
untuk "mengupayakan" dengan segala cara penyerapannya. 

Berbicara Kinerja semestinya didahului dengan sebuah perencanaan yang matang. 
Berbicara kinerja seharusnya lebih bersifat kualitatif ketimbang kuantitatif. 
Tingginya angka pengembalian belanja,  denda keterlambatan, dan akun akun 
sejenis menunjukkan bahwa gambaran ideal tersebut masih membutuhkan extra kerja 
keras bersama. Ini masih menjadikannya sebagai "PR tetap" dari tahun ke tahun.

Menutup reply saya ini saya ingin sedikit bercerita:
Pernah terjadi di kota ini tahun yg lalu, sebuah proyek (sengaja nama 
dirahasiakan takut ITE pasal 27), demi mengejar prestasi 75% up, maka proyek 
(bangunan) dikerjakan dari atapnyanya dulu  karena konon sebuah bangunan 
dikatakan selesai 75% lebih jika atapnya sudah terpasang. Dapat rekan2 miliser 
bayangkan sampai segitunya upaya penyerapan APBNnya.

Yang ingin saya garis bawahi adalah: Waktu seringkali tidak bersahabat dengan 
kata kualitas, tapi waktu dan kinerja(performance) masih bisa diupayakan sebuah 
persahabatan. baik buruknya si waktu sudah kita ketahui, sekarang tionggal 
bagaimana pendekatannya dengan si Kinerja saja.


Salam hangat dari Kendari 
(total 6th dari sisa waktu yang masih belum diketahui)

HaBeWe






--- In [email protected], WACHID ISWANTO <wachi...@...> wrote:
>
> *80% Kasus Korupsi Temuan KPK Terkait dengan Pengadaan Barang/jasa*
> *
> 

>


Kirim email ke