Dear all, Terimakasih Pak Bambang dan Pak Kursus atas tanggapannya, saya sangat memahami tanggapan bapak2 berdua. Kalo diperkenankan saya ulas kembali tanggapan bapak berdua. Intinya bapak berdua sudah merasa cukup puas dengan mekanisme yang ada, adapun yang lain lainnya itu ada pada SDMnya. Dan SDMnya itu kalo saya gak salah tangkep sepertinya SDM KPPN yg dituju.
Saya kira terlalu naif apabila lagi lagi SDM selalu menjadi kambing hitam. Apa bukan karena systemnya/ mekanismenya yang terlalu longgar (makanya Judulnya seperti itu mas Kursus), sehingga bukan celah lagi tapi lubang pemanfaatan UP jauh dari nafas UP itu sendiri. Saya sepakat bahwa besaran tentunya relatif. Tapi kegiatan sehari hari (rutinitas) suatu kantor sepertinya relatif stabil. Dari situlah sebenarnya tergambar berapa besarnya UP masing masing satker. Pengertian rutinitas mestinya dikaitkan dengan periode tertentu. Dalam hal ini yang paling mendekati barangkali Bulanan. Jika UP dipertanggungjawabkan katakanlah per tiga bulan atau lebih kembali, apakah itu salah? Tidak. Pertanggungjawaban UP hanya diatur manakala besarannya mencapai 75%. Sepertinya ini bukan lagi "rutin" yang saya pahami. Apalagi dalam masa2 tersebut masih juga diselipin pengajuan TUP. Memang TUPnya mendesak karena kegiatan dalam 1/2 hari akan berlangsung dan biasanya kita cuma melihat "mendesak" tidak melihat bahwa UP mereka baru cair minggu kemaren. Salah satu persyaratan TUP adalah melampirkan rekening koran dan dah jamak kalo pada saat itu rek koran adalah nihil. Tapi barangkali yang belum diketahui bahwa saldo rekening korang akan nihil dalam jangka waktu dua/ tiga hari semenjak dana masuk. Hal inipun juga baru saya ketahui setelah ada kewajiban Satker melampirkan rekening koran pada waktu rekonsiliasi. Di tempat kami, saya meminta rekening koran full satu bulan. Dan rata rata dana yang masuk rekening apakah itu LS Bendahara, GU Isi, maupun TUP akan lenyap dalam 2/3 hari. Pertanyaannya kemanakah UP itu mendekam? Apalagi kalo TNP berlaku yg konon bisa menambah remun kita kayaknya jauh api dari panggang. Sedang pernyataan pak kursus tentang kesulitan Bendahara meng-LS-kan karena Toko di daerah masih menggunakan manajemen keluargaan:" Justru karena itu makanya lebih enak pake Uang persediaan.." Kenapa harus pakai UP pak? Semestinya khan disiasati dengan TUP. Atau himbauan kepada satker untuk bermitra dengan TOKO yang berbadan hukum. Dan kalo tetap bandel sedang didaerah itu ada Toko yang berBH dapat dikenai sanksi UP/TUPnya dikurangi atau apalah. Hal ini juga membantu paling tidak niat untuk mempermainkan/menyelewengkan UP. Saya pribadi lebih cenderung setuju kalo UP diawasi sedetail mungkin kalo memang tidak bisa untuk dihapuskan. Jika systemnya sudah memiliki celah yg sempit bolehlah SDM dikambinghitamkan. Membayangkan gampangnya UP/ TUP dipermainkan saya jadi kecut sendiri manakala membandingkannya dengan minjam 5 juta di Bank Pemerintah demikian sulitnya. Tapi, seperti trit sebelah (Aris_4U) kalo ukuran Kinerja adalah penyerapan plafon apalagi kalo dikaitkan dengan ketiadaan UP sebagai "pelicin" kinerja, saya mau bilang apalagi.... Sekali lagi terimakasih atas tanggapannya pak. Salam Hangat dari Kendari Catatan: Program 2.190 hari telah saya laksanakan di Sultra, entah berapa ratus/ribu hari lagi saya mesti benahi Kendari. --- In [email protected], "maskursus " <sya...@...> wrote: > > Judulnya lucu mas Habewe, walau lucu saya setuju :) > "Perketat UP" > > Menurut Per ditjend PBN 66/2005 Uang Persediaan adalah > uang muka kerja dengan jumlah tertentu yang bersifat daur > ulang (revolving), diberikan kepada bendahara pengeluaran > hanya utk membiayai kegiatan operasional kantor > sehari-hari yang tidak dapat dilakukan dengan pembayaran > langsung. Aturannya mengenai kriteria, besaran dan > penggunaanya ada pada pasal 7 huruf a s/d f. > > Yang menjadi masalah menurut Mas Habewe adalah > 1. UP sering diambil pada batas maksimalnya. > 2. Toko didaerah masih menggunakan manajemen kekeluargaan > sehingga bendaharawan sulit meng-LSkan. > 3. Pemotongan UP terkesan gampang. Pemotongan up mengamini > UP > tahun lalu menguap begitu saja. > > > Menurut hemat saya: > 1. UP sering diambil pada batas maksimal. > bukan sering lagi tapi menurut sepengetahuan saya > semua mengambil > up dengan batas maksimal bahkan ada yang minta > dispensasi > UP. Untuk kasus jakarta misalnya ...rata2 DIPA atau > akun yang dapat > di UP kan kebanyakan (sepengetahuan saya) diatas 2.4 > M. kalo UPnya > cuma 200 jt (padahal sdh maksimal) pasti tidak cukup > ... makanya > banyak yang minta TUP. Sementara TUP sendiri > digunakan hanya untuk > keperluan mendesak dan digunakan dalam satu bulan. > Adanya Uang > persediaan sendiri sebenarnya utk mempermudah kantor > dalam > membiayai keperluan sehari-hari tanpa repot dengan > ini dan itu, kalo > besarnya keperluan kantor saya kira relatif. > > 2. Toko didaerah masih menggunakan manajemen kekeluargaan > sehingga bendaharawan sulit meng-LSkan. > > Justru karena itu makanya lebih enak pake Uang > persediaan. > > 3. Pemotongan UP terkesan gampangan. Pemotongan up > mengamini UP > tahun lalu menguap begitu saja. > > Kalo KPPN dalam penerbitan SP2D nihilnya bagus > artinya diawasi benar > penerbitan SPM Nihilnya pasti tidak ada pemotongan, > disamping jauh- > jauh hari satker diberitahu bahwa sisa UP harus > disetor (kalo ada). > > terakhir :kira-kira begitu mas habewe mohon maaf kalo > salah nangkap permasalahnnya. > > salam hangat, > > > > maskursus > tetap semangat. > > > ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ > Untuk melengkapi hidup Anda, kini telah hadirProtector Postpaid untuk > Pelanggan Speedy hanya dengan Rp 8000/bulan, > layanan keamanan online yang dapat digunakan langsung saat menjelajahi > internet, melindungi Anda dari Virus kapan saja > dan di mana saja. > > Info lebih lanjut hubung 147 atau http://protector.telkomspeedy.com > > ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ > > "Sekarang Gratis Nelpon SLJJ Flexi diperluas ke Yogja" > > ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ > > > Raih Paket Umroh, Notebook, XBOX, Ipod Touch dan banyak hadiah lain di > http://netkuis.telkom.net > Netkuis Ramadhan 1430H persembahan Telkom > ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ >

