Anggaran Berbasis Kinerja artinya alokasi dana yang akan diberikan terhadap 
suatu Kementerian/Lembaga berikut Satuan Kerja yang ada dibawahnya dihitung 
berdasarkan rencana kerja yang akan dilaksanakan selama kurun waktu 1 (satu) 
tahun anggaran. Hal yang seringkali menjadi permasalahan adalah pada saat 
disusunnya suatu rencana kegiatan, tidak atau belum diukur berdasarkan kondisi 
atau perkiraan kondisi pada saat kegiatan tersebut akan dilaksanakan. Sehingga 
seringkali apa yang akan dikerjakan meleset dari apa yang telah diperkirakan 
dalam rencana kegiatan yang telah ditetapkan. Keadaan seperti ini biasanya 
ditanggulangi dengan mengajukan revisi terhadap kegiatan yang akan dilaksanakan 
berikut alokasi anggaran yang telah ditetapkan. Dengan kata lain besaran 
alokasi anggaran berhubungan langsung dengan besaran kegiatan yang akan 
dilaksanakan.
Hubungan antara tingkat prosentase penyerapan dana dengan ukuran keberhasilan 
kinerja tidak bisa diukur dengan membandingkan berapa besar dana yang telah 
dibelanjakan tapi diukur dari seberapa besar output yang dihasilkan 
dibandingkan dengan output yang menjadi target kinerja dan besaran dana yang 
telah dibelanjakan. Apabila output yang dihasilkan sesuai dengan target yang 
ditetapkan berikut alokasi dana yang disediakan habis sebesar yang dianggarkan, 
maka belum tentu dapat dikatakan bahwa kinerjanya adalah 100% bagus. Kenapa 
demikian? Belum tentu alokasi dana terserap 100% dan output juga tercapai 100% 
apabila kualitas barang/jasa yang dihasilkan tidak sesuai dengan standar yang 
ditentukan. Bahkan bisa saja alokasi anggaran tersebut bisa ditekan (harga 
dibawah yang ditetapkan dalam alokasi DIPA) dengan output 100% dan kualitas 
sama dengan yang ditetapkan. Jadi belum tentu dapat dikatakan bagus meskipun 
dana tersebut terserap 100%.
Demikian pula dengan prosentase penyerapan dana, harus dilihat faktor-faktor 
apa saja yang menjadi hambatan atau mempengaruhi tingkat pencapaian target. 
Apakah hambatan manajerial (birokrasi) atau pengaruh eksternal (harga/tingkat 
inflasi/situasi politik dan lain sebagainya) yang mempengaruhi prosentase 
penyerapan dana berikut target output yang harus dicapai.
Kesimpulannya tidak mudah menerapkan Anggaran Berbasis Kinerja sepanjang belum 
terukur dengan benar komponen-komponen apa saja yang ada dalam suatu kegiatan 
yang akan dikerjakan, berikut dengan asumsi-asumsi dan perkiraan kondisi riil 
pada saat kegiatan tersebut akan dilaksanakan. Demikian pula halnya untuk 
menilai keberhasilannya.
Semoga bermanfaat.

--- On Sat, 2/6/10, wibawa sihombing <[email protected]> wrote:

From: wibawa sihombing <[email protected]>
Subject: Re: Bls: [Forum Prima] Anggaran Berbasis Kinerja....
To: [email protected]
Date: Saturday, February 6, 2010, 9:45 AM







 









      Ikutan membuat makin rame,

Bentuk paling ekstrem dari anggaran berbasis kinerja biasa ditemukan di swasta 
dan dinegara maju dimana
kegiatan pemerintahan sudah diperlakukan sebagaimana swasta (setidak nya 
hampir).
Pada mereka diberikan target target yang harus dicapai dalam waktu tertentu 
bisa satu tahun sampai beberapa tahun
dan kemudian diberikan dana dalam bentuk "gelondong

Kirim email ke