Saya Setuju sama "Petisi Anti Lembur Fiktif". (ayo, yang lain dukung juga!!!)
Dari yang saya tahu, ada KPPN yang habis dikunjungin Pak Dirjen dan dibilangin gak boleh ada lagi lembur fiktif, lalu langsung diterapin (dan gak ada lagi lembur fiktif). Tapi sayangnya Pak Dirjen koq gak bilang itu ke semua kantor kita ya... (KPPN dan Kanwil). Pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak kita semua, khususnya para Pimpinan untuk mendukung "Gerakan Anti Lembur Fiktif" ini. Kita mulai sekarang, mulai dari diri sendiri (Kan KK bisa terapkan langsung untuk melarang lembur fiktif----Insya allah dapet pahala), dan mulai dari hal yang kecil (kan uang lembur juga gak terlalu besar kalo dibanding kenaikan TC kita kemarin). Buat yang bilang Lembur sebagai tambahan penghasilan, "Apakah kalo penghasilan anda bertambah dalam tahun 2010 ini, anda janji dukung "Gerakan Anti Lembur Fiktif"? Janji, ya!" Tapi, naik atau gak naik, percayalah bahwa kalo anda makan dari uang yang bukan hak anda (uang yang tidak halal), maka uang itu hanya akan membawa kesulitan buat anda. Gak berkah, maksudnya. Sekali lagi saya tegaskan, saya mendukung GERAKAN ANTI LEMBUR FIKTIF, Maaf kalo ada yang tidak senang, Salam, Budiman Pada tanggal 11/03/10, Cahyono Budiman <[email protected]> menulis: > Sejak SD saya selalu diingatkan oleh guru saya, sebelum menjawab soal saat > mengerjakan ujian, pastikan kita memahami esensi pertanyaannya. ..... ..... > "Fighting corruption means that > you are helping your citizens to live > in a world that, if not completely egalitarian, > is at least more fair, where people are rewarded > on merit and effort > and not because of their dishonesty." > [Abdou Latif Coulibaly, TI 2005 Integrity Award winner] >

