SPK lembur garis besarnya adalah perintah Kepala Kantor kepada seluruh pegawai agar melaksanakan lembur. Dan absen lebur biasa diedarkan menjelang SPM lembur diajukan ke KPPN, so kalo Anda keberatan tinggal komplain ke Kepala Kantor agar nama Anda dikecualikan dari perintah lembur dan ga usah tanda tangan absen lembur. Disini, dulu pernah ada yg berani nolak uang lembur (ingat uangnya bukan pekerjaannya, kalo perkerjaannya beliau tetap laksanakan dg penuh tg jawab) dan its OK OK aja kok. Jadi kalo Anda keberatan dgn lembur silahkan lakukan hal serupa ga usah ajak ajak yg lain bikin petisi atau apalah, bisa bahaya Andanya....
Jadi idem dito dengan mas LangsTEA,.....kan tanggung jawab dunia akhiratnya ditanggung masing-masing... Gitu aja koq repot...!!! Salam Hangat dari Kendari HaBeWe --- In [email protected], Hery Malik <langs...@...> wrote: > > Memang seharusnya uang lembur itu dibayarkan kepada para pegawai yang > benar-benar melaksanakan kerja lembur baik setelah jam kerja pada hari kerja, > maupun kerja lembur pada hari Sabtu dan Minggu dan hari libur (tanggal > merah). Kalo merasa tidak pernah lembur... ya sebaiknya jangan diterima > dong...!!! Gimana dengan pegawai yang lain? Biarkan saja lah... kan tanggung > jawab dunia akhiratnya ditanggung masing-masing... Gitu aja koq repot...!!! >

