Jujur saya bukan HTI,IM, apalagi Ahmadiyah. Saya Adalah Hamba Allah Yang 
Berusaha Menjadi Baik dan berusaha mengambil berkah yang disebar Allah. Dan 
menjadi Seorang Warga negara yang baik. Karena MUI adalah lembaga perwakilan 
Umat Islam di Indonesia ya kita berusaha untuk mematuhi , Jadi ini
  hanya urun Rembug aja seh, jadi janagn ada yang emosi dan ada yang frustasi.
  saya setelah baca tulisan itu kok jadi geli ya ( jangan marah). yang pertama 
dari judulnya aja. yang ke dua, alasanya itu looo. " kan ahmadiyah selama ini 
gak melakukan melawan hukum? sedang HTI sebaliknya ? Sebenarnya orang yang 
ngomong ini Tau Hukum tidak ya? Apakah orang yang melakukan kekerasan yang 
fisik (terlihat) maka akan terlihat dia sebagai perusak bangsa? tidak.....malah 
yang sembunyi-sembunyi itu adalah perusak bangsa yang paling kejam.. dia 
bagaikan ular berbisa yang siap membunuh saudaranya sendiri dari belakang. 
ingat looo peribahasa " MULUTMU HARIMAUMU'. 
  Apakah pembubaran Ahmadiyah merupakan pelanggaran UUD 45 dan Pancasila ?? 
kalau ada yang bilang demikian berarti dia tidak tau Pancasila dan Ke Kekuatan 
UUD 45 . Karena membubarkan Ahmadiyah atau menegaskan Ahmadiyah bukan dari 
Ajaran Islam Adalah menyelamatkan keutuhan Bansa dan melaksanakan Pancasila dan 
UUD 45.
  kalau mengambil dari bahasa orang bijak....
  Allah telah membuatkan lowongan Pekerjaan yang Kekal bagi seluruh Umatnya ..
  yang setiap umatnya berhak memilih lowongan itu... dan tidak ada yang 
menghalangi ( kecuali dari Izin Allah)..
  anda mau tau lowongan itu???????????
  1. Lowongan penghuni Surga
  2. Lowongan Penghuni Neraka
   
  semoga Urun rembug ini jangan sampai menimbulkan perpecahan. Inikan Milis 
Fossei yang membahas dan diskusi masalah seputar Ke FoSSei an, atau kabar 
gembira..
  jadi kalau mau buat stament yang agak Hot jangan disini tapi langsung ke yang 
bersangkutan aja. Contoh ke milis HTI ( Atau kantornya lansung ) jadilah 
seorang Satria yang GAGAH.
  mendingan kalau anda atau sapa saja yang mau menjual ember tahan Gempa, atau 
Payung tahan Bocor di iklanin aj disini ya. GPP karna itu bermanfaat.
   
  Yaiyalah kok Yaiyadonk
  salam
  HAKIM
  Alumni Anggota FoSSei Jogja
   
  

Ahmad Badrudduja <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Assalamu 'alaikum,
Sebetulnya yang layak dilarang sebagai kelompok bukan Ahmadiyah, tetapi tiada 
lain dan tiada bukan ADALAH...Hizbut Tahrir Indonesia. 

Alasannya sangat sederhana dan untuk memahaminya tak perlu teori yang 
muluk-muluk. Ahmadiyah selama ini tak pernah melakukan tindakan yang melawan 
hukum, tidak pernah melakukan kekerasan fisik yang merugikan masyarakat, tidak 
pernah melakukan makar terhadap negara.

Ahmadiyah juga tak mempunyai ideologi yang bertentangan dengan ideologi negara 
Indonesia. Ahmadiyah tidak ingin menggantikan bentuk negara kita dengan bentuk 
lain. 

Dengan kata lain, Ahmadiyah adalah organisasi damai yang tak membahayakan 
negara Indonesia.

Kebalikannya adalah Hibut Tahrir. Meskipun tidak secara langsung Hizbut Tahrir 
pernah melakukan kekerasan, tetapi organisasi ini menyetujui kekerasan yang 
dilakukan oleh para preman berjubah --istilah Buya Syafii Maarif-- seperti Si 
Sobri Lubis dkk itu. 

Yang lebih berbahaya sebetulnya adalah HTI memiliki ideologi yang jelas-jelas 
bertentangan dengan ideologi negara kita. Tujuan akhir HTI tidak singkron 
dengan tujuan negara kita. Tujuan HTI adalah menggantikan negara Indonesia 
dengan negara khilafah yang kalau terjadi (duh Gusti, moga-moga tidak...), 
jelas-jelas akan menyeramkan seperti Taliban.

Tetapi apakah HTI harus faktual dilarang beneran?

Saya kurang setuju. Saya hanya mengatakan "sebetulnya yang layak dilarang...". 
Artinya ini hanya pengandaian saja. 

Pelarangan organisasi dan kelompok tidak sejalan dengan prinsip kebebasan 
berserikat dan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi kita. Prinsip yang 
harus ditegakkan di negeri kita adalah: anda boleh tak setuju atau menganggap 
kelompok tertentu adalah sesat, tetapi anda tak boleh melarang orang lain untuk 
memeluk keyakinannya. 

Hanya dengan prinsip seperti inilah, kedamaian untuk semua kelompok bisa 
dijamin, bukan kedamaian bagi kelompok tertentu, terutama kedamaian untuk 
memuaskan "nafsu ganas" kelompok-kelompok Islam radikal.

Semoga bangsa kita tetap utuh sebagai bangsa yang majemuk di bawah lindungan 
Pancasila dan konstitusi, dan dapat menjamin kebebasan kepada seluruh warga 
negara, bukan di bawah lindungan "khilafah" yang tidak jelas itu.

Allahumma taqabbal minna du'a-ana wa tadhurru'ana....

Ahmad Badrudduja




Ahmad Badrudduja 

Inna ikhtilaf al-mukhtalifin fi al-haqq la yujibu ikhtilaf al-haqq fi nafsihi 
Kebenaran tak menjadi banyak hanya karena orang-orang berbeda pendapat
-- Ibn al-Sid al-Batalyawsi (w. Valencia 1127 M)

    
---------------------------------
  Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it 
now.  

                           

       
---------------------------------
 Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist.   Download sekarang juga.

Kirim email ke