Satu artikel bagus, sedikit referensi semoga membuka mata kita....

Boikot Produk Israel Juga Merugikan Palestina
291 views
Posted by Agam Rosyidi
January 18, 2009
 Kirim ke Teman
murahe.com 50% untuk Palestina

PERINGATAN !!! JANGAN HANYA BACA JUDULNYA

Setiap Israel melakukan gempuran besar-besaran ke wilayah Palestina, selalu 
muncul wacana untuk melakukan boikot pada produk Israel dan Amerika. Bahkan 
beberapa ulama mengeluarkan fatwa yang menyatakan, haram hukumnya bagi setiap 
Muslim membeli barang-barang dan produk-produk Amerika Serikat dan Israel, baik 
berupa produk-produk minuman, gas bumi dan sejenisnya, produk-produk makanan, 
pakaian, elektronik dan sebagainya. Barang siapa yang melakukan transaksi 
berarti membela dan menolong orang-orang kafir, membantu mereka mendzalimi 
saudara-saudaranya kaum muslimin; dia telah melakukan kesalahan dan dosa besar.

Namun terlepas dari itu semua, ada dilema yang sangat besar andaikata boikot 
itu memang diikuti oleh seluruh negara di dunia.

Bukan hanya Israel yang akan terpuruk, Palestina bisa dipastikan juga akan 
terkena dampak yang sangat besar.

Bukan cuma Israel, Palestina juga akan merugi besar. Dan bahkan bukan hanya 
Palestina saja, bahkan Indonesia.

Memang ini sebuah dilema, tapi bagaimana itu mungkin terjadi?

Meskipun Palestina memiliki pemerintahan sendiri, namun apa artinya sebuah 
pemerintahan di daerah jajahan? Semua akses di kontrol penuh oleh penjajah.

Seperti halnya Indonesia dulu. Meskipun dulu Indonesia memiliki pemerintahan 
sendiri, raja-raja, namun semua itu dibawah pemerintahan kolonial Belanda. 
Semua akses perdagagan, usaha, dan kehidupan diatur oleh Belanda. Namun bedanya 
Israel lebih ketat lagi.

Penghasilan Rakyat Palestina

Sebelum menginjak lebih jauh, kita harus tau darimana penghasilan rakyat 
Palestina berasal.  Ratusan ribu rakyat Palestina sejak 30 tahun lalu bekerja 
di wilayah Israel. Bekerja di bidang konstruksi, pertanian, medis, dan berbagai 
bidang lainnya. Jadi jangan dikira penghasilan rakyat Palestina murni dari 
negaranya sendiri. Penghasilan Palestina  sendiri sebagian besar berasal dari 
bidang jasa, industri dan pertanian.

Perlakuan Tidak Adil

Tidak semua rakyat Palestina berkesempatan memasuki kawasan Israel. Terutama 
dari jalur Gaza. Apalagi pada saat perang, sangat sulit mendapatkan izin untuk 
memasuki kawasan Israel. Bahkan untuk salat di masjid Al-Aqsa pun sulit.

Untuk memasuki kawasan Israel harus melewati beberapa pos penjagaan. Di setiap 
pos dilakukan penggeledahan.  Seringkali pekerja Palestina terlambat karena hal 
ini jika tidak berangkat benar-benar lebih awal.  Dan pekerja Palestina selalu 
dianak tirikan.

Untuk pekerja model seperti ini, sangat besar kemungkinan dipecat apabila 
perusahaan merugi akibat pemboikotan produk mereka misalnya. Pekerja Palestina 
pasti diprioritaskan untuk dirumahkan jika terjadi pengurangan karyawan.

Masalah pekerja beda dengan masalah petani. Jika petani lebih susah lagi. 
Petani biasanya mengeksport produk hasil mereka ke luar negeri. Namun produk 
mereka selalu di prioritaskan terakhir dalam pengiriman. Israel akan membiarkan 
sayur Palestina di bandara berhari-hari atau mengirim sesudah barang mereka 
sendiri beres. Sering ketika sampai di Eropa sayur sudah busuk. Pengemas dan 
petani Palestina merugi dan reputasi mereka rusak.

Produk Palestina Berlabel Israel

Untuk menyiasati agar bisa langsung dikirim ke luar negeri Produk Palestina 
diberi label Israel. Seperti misalnya Tomat Palestina, diberi label Carmer yang 
menyatakan "Produksi Israel", tomat yang sama berlabel Gaza tidak akan mungkin. 
Dan ini semua berlangsung sejak dahulu kala hingga saat ini.

Para pekerja jelas tidak senang soal itu, jelas Carmel diuntungkan karena label 
palsu produksi Gaza, tapi apa daya mereka, pekerja butuh uang untuk hidup.

Jangankan Palestina, Indonesia pun kerap kali melakukan hal yang serupa. Tak 
jarang kita temui barang produksi Indonesia yang diberi label asing. Bahkan 
salah seorang penyanyi terkenal Indonesia pun sampai rela pindah negara 
lantaran tidak akan bisa berkembang di luar jika memakai nama Indonesia. Karena 
itu jangan heran jika ada sepatu merk luar negeri, ternyata diproduksi di 
Pabrik Tanggulangin Sidoarjo misalnya.

Salah Boikot

Alih-alih ingin membantu melawan Israel dengan memboikot produk mereka, tapi 
malah Palestina sendiri yang terkena imbasnya. Karena bisa jadi produk yang 
anda boikot ternyata buatan Palestina.

Atau produk yang anda boikot memang produk Israel, namun sebagian pekerjanya 
dari Palestina, sehingga jika perusahaan merugi tentu pekerja Palestina ini 
duluan yang akan dirumahkan.

Bukan cuma itu, seandainya 80% saja rakyat Indonesia yang benar-benar melakukan 
boikot secara sungguh-sungguh, bisa dipastikan perusahaan Israel dan Amerika 
yang di boikot akan hengkang dari Indonesia dan jutaan orang akan menganggur.

Boikot yang berlebihan

Seringkali umat Muslim menyikapi Boikot produk Israel secara berlebihan dengan 
merusak properti mereka. MUI pun telah memberi himbauan agar tidak salah 
tafsir, karena boikot itu bukan merusak.

Ada pula yang anti produk Israel berlebihan . Semisal disuguhi Coca Cola ketika 
bertamu tidak diminum. Ada pula cerita dari teman saya, Surya Atmajaya, ketika 
dia SMA ada promo dari Coca Cola gratis, dan beberapa anak-anak Rohis 
(Organisasi Islam di lingkup Sekolah) membuang air cola tersebut ke tanah 
didepan karyawan Coca Cola.  Hal ini sungguh merupakan tindakan pemborosan. 
Padahal Rasulullah membenci pemborosan, bahkan makanpun kita tidak boleh 
menyisakan makanan, apalagi membuang.
"Dan janganlah ia mengusap tangannya dengan mindil/serbet hendaklah ia 
menjilati tangannya, karena seseorang itu tidak mengetahui pada makanannya yang 
mana yang mengandung berkah untuknya, sesungguhnya setan itu selalu mengintai 
untuk merampas harta manusia dari segala penjuru hingga di tempat makannya. Dan 
janganlah ia mengangkat shohfahnya hingga menjilatinya dengan tangan, karena 
sesungguhnya pada akhir makanan itu mengandung berkah. (Silsilah hadits-hadits 
shahih no. 1404).

Tujuan Boikot

Tujuan sebenarnya dari Boikot produk Israel dan Amerika adalah agar kita tidak 
ikut andil dalam memberikan Israel keuntungan sehingga dapat dengan leluasa 
membunuh rakyat Palestina yang tidak berdosa.

Karena itu jangan disalah artikan. Boikot produk Israel bukan merusak properti 
mereka. Boikot produk Israel bukan membuang apa yang diberikan orang lain, 
karena yang diberikan orang lain itu halal.

Jadi prinsip jual beli dalam islam begini. Misalnya A membeli kopi curian dari 
B, dan A membuatkan kopi ketika C bertamu, C tahu bahwa kopi yang disuguhkan A 
itu curian, tapi kopi itu halal untuk C, karena proses yang dihitung dalam 
Islam hanya satu level, dimana hubungan C hanyalah dengan A. Masalah itu kopi 
curian atau bukan itu urusan A. Hanya A yang menanggung dosa, C tidak ikut 
berdosa.

Prinsipnya hanya satu level. Ini sama halnya dengan prinsip gaji. Misalnya ada 
pembantu bekerja di Majikan yang korupsi, maka yang dosa itu Majikannya aja, 
uang yang didapatkan dari Majikan itu halal meskipun dia dibayar dari hasil 
korupsi. Kecuali kalau pembantu tersebut ikut andil bagian dalam korupsi 
tersebut.

Jadi jika andaikata hukum Islam tidak memberlakukan satu level, maka bisa jadi 
uang kita tidak ada yang halal. Karena mungkin saja kalau diruntut uang itu 
dari mana, bisa jadi uang tersebut dari hasil kejahatan.

Hal ini general dalam Islam. Begitu pula soal makanan, apa yang kita makan 
selama itu makanan halal hukumnya akan halal, walaupun didapatkan oleh pemberi 
dari perbuatan kejahatan.

Tugas kita hanyalah menasehati. Terlepas dia mengikuti saran kita atau tidak 
itu urusan dia.

Menyikapi Boikot Produk Israel dan Amerika

Melakukan boikot pada produk Israel dan Amerika sungguh merupakan dilema. 
Dimana jika kita melakukan boikot penuh tidak mungkin, karena begitu banyak 
produk mereka yang belum ada tandingannya. Selain itu jika kita melakukan 
boikot pada produk mereka bukan cuma mereka yang rugi, tapi kita juga rugi 
seperti yang telah saya jelaskan pada tulisan diatas.

Karena itu saya lebih memilih untuk "Beli Produk dalam Negeri"

Beli Produk dalam Negeri

Yang membuat bangsa kita kurang maju, karena sikap yang tidak menghargai 
terhadap produk negeri sendiri. Jepang maju karena mereka begitu cinta pada 
produk dalam negeri. Dulu produk Jepang mirip produk Cina yang hingga saat ini 
diremehkan negara lain. Tapi karena keuletan dan kecintaan akan produk dalam 
negeri membuat negeri sakura itu menjadi negara produsen besar di dunia. Dan 
membuat pengaruh perekonomiannya melambung menjadi nomor dua setelah Amerika.

Begitu pula India, siapa yang menyangka Bajaj (Bajai) akan mendunia hingga 
masuk ke Indonesia? Jika tidak karena pengaruh besar Mahatma Ghandi yang 
mewajibkan membeli produk lokal, siapa yang mau membeli mobil butut yang 
bunyinya keras, karena saat itu India baru bisa membuat mobil butut. Walaupun 
jelek, tapi karena rakyat bersatu jadi produk tersebut dapat bersaing di kancah 
Internasional.

Indonesia sebenarnya bisa membuat mobil, tapi tidak ada yang mau, karena pasti 
tidak laku karena merk dengan produk luar.

Selama tidak ada kecintaan pada produk lokal, Indonesia tidak akan bisa bangkit.

Pendapat anda boleh jadi berbeda dengan saya. Itu hak anda. Anda bisa 
menuangkan pendapat anda di kolom komentar.

Wallahua'lam bishowab.

Karya Tulis Asli dari :

Penulis : Agam Rosyidi

URL : http://rosyidi. com/boikot- produk-israel- juga-merugikan- palestina/

Referensi :

Palestina, Duka Orang-orang Terusir yang ditulis oleh Joe Sacco
Wikipedia

Harap mencantumkan Sumbernya yaitu dari http://rosyidi. com/boikot- 
produk-israel- juga-merugikan- palestina/
jika anda menyalin ke tempat lain.



         
        
        




        




        
        


        
        
        




      Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke