[ Jawa Pos, Sabtu, 31 Januari 2009 ]
        
        
                
Bank sentral Beri Bunga 65 Persen dari BI Rate          
        
        
        
                
  Akun Pemerintah di Bank Indonesia


JAKARTA - Bank Indonesia (BI) dan pemerintah menyepakati
besaran remunerasi atau bunga atas rekening pemerintah di BI. Bank
sentral akan memberi bunga sebesar 65 persen dari BI rate untuk
rekening penempatan berdenominasi rupiah. Untuk valas, besarannya
adalah 65 persen dari home currency rate masing-masing.

Sedangkan
untuk kas minimal, besaran bunga untuk saldo kas minimal adalah 0,1
persen. Gubernur BI Boediono mengatakan kesepakatan itu diharapkan
memberi manfaat bagi kedua belah pihak. Pemerintah mendapatkan
remunerasi dan masuk dalam penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Sebaliknya, pemerintah memberi komitmen untuk menyimpan uangnya di BI.
Ini mempermudah 

"Dengan ditempatkannya uang pemerintah di BI,
akan memudahkan BI memonitor secara cermat dan real time dana
pemerintah. Dan yang harus di-inject itu operasi moneter," kata
Boediono dalam penandatanganan keputusan bersama Menkeu-Gubernur BI
tentang Koordinasi Pengelolaan Uang Negara di Kantor Depkeu, Jakarta,
kemarin (30/1).

Keputusan bersama yang ditandatangani kemarin
merupakan akhir dari tarik ulur antara Departemen Keuangan dan BI.
Negosiasi ini berlangsung lebih dari dua tahun. Pemerintah menginginkan
dananya yang disimpan di BI, diberi bunga. Sebab selama ini bunganya
nol persen. Padahal, di sisi lain, pemerintah menanggung bunga obligasi
rekap bank dan BLBI. 

Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah berusaha mengurangi idle cash
atau dana menganggur. Melalui kerjasama dengan BI, pengelolaan keuangan
negara diharapkan bisa lebih baik. "Kerjasama ini juga dilandasi upaya
saling menguntungkan," kata Menkeu. Dalam APBN 2009 ditargetkan PNBP
dari bunga rekening pemerintah di BI sebesar Rp 3 triliun.

Dalam
keputusan bersamanya, BI dan pemerintah menyepakati ada dua jenis
rekening. Yakni, rekening kas umum negara (RKUN) untuk menampung Saldo
Kas Minimal (SKM). Kemudian ada Rekening Penempatan, untuk menampung
dana yang melebihi SKM. SKM yang menjadi cadangan yang harus ada tiap
hari, besarnya Rp 2 triliun untuk RKUN rupiah dan USD 1 juta untuk RKUN
dalam valas. 

Pada akhir hari, apabila saldo pada RKUN lebih
besar dari SKM, selisih dana tersebut akan ditempatkan pada Rekening
Kas Penempatan. SKM diberi bunga 0,1 persen. Sedangkan Rekening Kas
Penempatan diberi bunga 65 persen dari BI rate. Dengan BI rate 9,25
persen, berarti bunga yang diberikan adalah 6,0125 persen.(sof/fan)

Berita diatas perlu kita kritisi bersama. pemerintah sebagai pemegang kendali 
atas perkonomian dan keuangan Indonesia berusaha mengarahkan uang kepada sektor 
perbankan. yang menjadi pertanyaan adalah:
1. Sejauh mana keefektifannya jika hal diatas bertujuan mengurangi dana yang 
menganggur. seperti yang kita ketahui bersama bahwa sebagian besar dana 
pemerintah berasal dari pajak. dan penggunaan pajak telah diatur dalam APBN.
2. BI dan pemerintah selama ini merupakan dua lembaga yang mengatur 
perekonomian secara "terpisah". jika dalam islam dalam moneter dan fiskal tidak 
terpisahkan maka apakh hal ini merupakan sebagai langkah untuk mensinergikan 
kedua sektor tersebut.
3. Analisa pemberian bunga, "Pemerintah menginginkan
dananya yang disimpan di BI, diberi bunga. Sebab selama ini bunganya
nol persen. Padahal, di sisi lain, pemerintah menanggung bunga obligasi
rekap bank dan BLBI." ini seperti trik agar beban pemerintah kecil. pemerintah 
seolah mengurangi beban bunga Obligasi dan BLBI dengan menyimpan uang di BI. 
Ibaratkan bunga dibayar dengan bunga. Apakah memang bungan memberikan solusi 
atau menimbulkan masalah berkepanjangan.

Silahkan memberikan tanggapan, mari kita diskusikan maslah hal ini.
terima kasih.




      
___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke