MMmmhhhh.... yang kaya makin kaya.. yang miskin makin sengsara
tanya kenapa?

Pada 1 Februari 2009 08:19, HATIB ELHAM AHSANI
<[email protected]>menulis:

>    [ Jawa Pos, Sabtu, 31 Januari 2009 ]
>
> Bank sentral Beri Bunga 65 Persen dari BI Rate
>  *Akun Pemerintah di Bank Indonesia*
>
> *JAKARTA -* Bank Indonesia (BI) dan pemerintah menyepakati besaran
> remunerasi atau bunga atas rekening pemerintah di BI. Bank sentral akan
> memberi bunga sebesar 65 persen dari BI rate untuk rekening penempatan
> berdenominasi rupiah. Untuk valas, besarannya adalah 65 persen dari *home
> currency rate* masing-masing.
>
> Sedangkan untuk kas minimal, besaran bunga untuk saldo kas minimal adalah
> 0,1 persen. Gubernur BI Boediono mengatakan kesepakatan itu diharapkan
> memberi manfaat bagi kedua belah pihak. Pemerintah mendapatkan remunerasi
> dan masuk dalam penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Sebaliknya, pemerintah
> memberi komitmen untuk menyimpan uangnya di BI. Ini mempermudah
>
> "Dengan ditempatkannya uang pemerintah di BI, akan memudahkan BI memonitor
> secara cermat dan real time dana pemerintah. Dan yang harus di-inject itu
> operasi moneter," kata Boediono dalam penandatanganan keputusan bersama
> Menkeu-Gubernur BI tentang Koordinasi Pengelolaan Uang Negara di Kantor
> Depkeu, Jakarta, kemarin (30/1).
>
> Keputusan bersama yang ditandatangani kemarin merupakan akhir dari tarik
> ulur antara Departemen Keuangan dan BI. Negosiasi ini berlangsung lebih dari
> dua tahun. Pemerintah menginginkan dananya yang disimpan di BI, diberi
> bunga. Sebab selama ini bunganya nol persen. Padahal, di sisi lain,
> pemerintah menanggung bunga obligasi rekap bank dan BLBI.
>
> Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah berusaha mengurangi *idle
> cash* atau dana menganggur. Melalui kerjasama dengan BI, pengelolaan
> keuangan negara diharapkan bisa lebih baik. "Kerjasama ini juga dilandasi
> upaya saling menguntungkan," kata Menkeu. Dalam APBN 2009 ditargetkan PNBP
> dari bunga rekening pemerintah di BI sebesar Rp 3 triliun.
>
> Dalam keputusan bersamanya, BI dan pemerintah menyepakati ada dua jenis
> rekening. Yakni, rekening kas umum negara (RKUN) untuk menampung Saldo Kas
> Minimal (SKM). Kemudian ada Rekening Penempatan, untuk menampung dana yang
> melebihi SKM. SKM yang menjadi cadangan yang harus ada tiap hari, besarnya
> Rp 2 triliun untuk RKUN rupiah dan USD 1 juta untuk RKUN dalam valas.
>
> Pada akhir hari, apabila saldo pada RKUN lebih besar dari SKM, selisih dana
> tersebut akan ditempatkan pada Rekening Kas Penempatan. SKM diberi bunga 0,1
> persen. Sedangkan Rekening Kas Penempatan diberi bunga 65 persen dari BI
> rate. Dengan BI rate 9,25 persen, berarti bunga yang diberikan adalah 6,0125
> persen.*(sof/fan)
>
> **Berita diatas perlu kita kritisi bersama. pemerintah sebagai pemegang
> kendali atas perkonomian dan keuangan Indonesia berusaha mengarahkan uang
> kepada sektor perbankan. yang menjadi pertanyaan adalah:
> 1. Sejauh mana keefektifannya jika hal diatas bertujuan mengurangi dana
> yang menganggur. seperti yang kita ketahui bersama bahwa sebagian besar dana
> pemerintah berasal dari pajak. dan penggunaan pajak telah diatur dalam APBN.
> 2. BI dan pemerintah selama ini merupakan dua lembaga yang mengatur
> perekonomian secara "terpisah". jika dalam islam dalam moneter dan fiskal
> tidak terpisahkan maka apakh hal ini merupakan sebagai langkah untuk
> mensinergikan kedua sektor tersebut.
> 3. Analisa pemberian bunga, "P*emerintah menginginkan dananya yang
> disimpan di BI, diberi bunga. Sebab selama ini bunganya nol persen. Padahal,
> di sisi lain, pemerintah menanggung bunga obligasi rekap bank dan BLBI." ini
> seperti trik agar beban pemerintah kecil. pemerintah seolah mengurangi beban
> bunga Obligasi dan BLBI dengan menyimpan uang di BI. Ibaratkan bunga dibayar
> dengan bunga. Apakah memang bungan memberikan solusi atau menimbulkan
> masalah berkepanjangan.
>
> Silahkan memberikan tanggapan, mari kita diskusikan maslah hal ini.
> terima kasih.
> *
> *
> ------------------------------
>  Wajib militer di Indonesia?
> Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
> 
>



-- 
FARIZAL ALBONCELLI
Blog: http://farizal-alboncelli.blogspot.com/
FS: [email protected]
mobile: 021 950 42948

Kirim email ke