Terima kasih atas berita ini, saya baru tahu kalau pemerintah dan BI sudah 
mencapai kesepakatan untuk pemberian bunga pada rekening pemerintah di BI. 
 
Hal ini jangan dipandang dahulu dari kacamata syariah karena segala sesuatu 
yang berkaitan dengan bunga pastinya membawa keburukan, kita semua paham sekali 
namun sistem ekonomi indonesia masih berdasarkan bunga (ribawi) sehingga kita 
coba analisa hal ini dari kacamata pemerintah yang menjalankan ekonomi dengan 
sistem konvensional. 
 
Tarik ulur ini memang sudah sejak lama, karena disatu sisi pemerintah kesulitan 
mendapatkan pemasukan APBN untuk menutupi kewajiban (pengeluaran2nya) terutama 
bunga obligasi rekap, dll sedangkan di sisi lain, operasional moneter itu (di 
negara2 maju) merupakan tanggung jawab pemerintah (bukan bank sentral) dan 
dijalankan dengan obligasi negara bukan instrument moneter (baca: SBI). Contoh 
di US, instrument untuk mengendalikan likuiditas ada 3: T-bills, T-notes dan T 
bond dan beban ketiganya dibayar pemerintah (karena namanya saja obligasi 
pemerintah). Disini lah tarik ulurnya (menurut analisa saya pribadi ya)....
 
Berita terakhir yang saya tahu, pemerintah akan mengambil semua dananya di BI 
jika tidak diberikan bunga. Dari sisi BI, keluarnya uang (dana pemerintah) dari 
BI membahayakan perekonomian (bukan membahayakan tugas BI) karena akan menambah 
base money dan ujung2nya inflasi. Akhirnya (berdasarkan berita dibawah ini) BI 
sepakat ngasi bunga juga. 
 
Yang dimaksud dana idle menurut pemerintah itu menurut saya adalah ancaman 
mereka untuk menarik dana keluar dari BI dan ditempatkan di perbankan yang 
berarti base money naik karena dana2 tsb berjumlah besar dan belum tentu 
dimanfaatkan bank dalam bentuk kredit paling keluar masuk pasar uang atau SBI 
sehingga jumlahnya semakin bertambah dari waktu ke waktu.  

Karena sekarang diberi bunga maka otomatis (kalau pemerintah tidak ingkar 
janji) base money terkendali. Koordinasi BI dan pemerintah sebenarnya sudah 
terjalin sejak lama, kasarnya BI bertugas mengendalikan likuiditas dengan 
kebijakan moneter sedangkan pemerintah memanfaatkan likuiditas dengan kebijakan 
fiskal. Kalau dalam ekonomi islam memang tugas tsb menyatu artinya BI maupun 
pemerintah sama2 bertugas menjaga likuiditas dan memanfaatkan dana untuk 
pembangunan. Pajak memang sumber penerimaan APBN namun jumlahnya masih terbatas 
dibandingkan dengan kewajiban pemerintah yang besar.
 
Langkah pemerintah ini memang kasat mata boleh dibilang membayar bunga dengan 
bunga, namun pada hakikatnya pemerintah berusaha memperoleh sumber income baru 
dari bunga yang diberikan BI sebagai tambahan dana APBN untuk membayar bunga 
obligasi. Kalau dari kacamata syariah (bahkan dari konvensional sekalipun) 
kedua kegiatan ini (i) pemberian bunga oleh BI ke rek pemerintah (ii) pemberian 
bunga obligasi rekap merupakan sumber penambah base money itu sendiri (fiat 
money creation) sehingga seperti snow ball, operational ekonomi konvensional 
itu secara jangka pendek memang dapat mengendalikan ekonomi namun jangka 
panjang pastinya membawa dampak buruk (krisis ekonomi). 
 
Saya sering memberikan ilustrasi sederhana untuk praktek ekonomi konvensional 
dengan orang yang kecanduan narkoba. Kalau sudah kecanduan, pecandu akan 
menyuntik dirinya setiap saat dengan narkoba. Saat disuntik, sakau-nya hilang 
namun nanti akan datang lagi dan lama2 tubuhnya justru semakin kencanduan dan 
bisa meninggal. Menghentikan suntikan dan ketergantungan narkoba dengan terapi 
narkoba (medis dan rohani) itulah obatnya...dan ini tugas ekonomi islam, namun 
apakah mudah membujuk orang yang sudah kecanduan untuk ikut terapi medis dan 
rohani? = apakah mudah mengajak pemerintah/regulator menerapkan ekonomi islam? 
tidak semudah membalik telapak tangan...:)
 
Untuk mengikuti perkembangan ekonomi Islam
Kunjungi ekisonline.com

--- Pada Ming, 1/2/09, Farizal FoSSEI <[email protected]> menulis:

Dari: Farizal FoSSEI <[email protected]>
Topik: Re: {FoSSEI} Mau dibawa kemana INDONESIA?
Kepada: [email protected]
Tanggal: Minggu, 1 Februari, 2009, 8:39 PM






MMmmhhhh.... yang kaya makin kaya.. yang miskin makin sengsara
tanya kenapa?


Pada 1 Februari 2009 08:19, HATIB ELHAM AHSANI <l_ham_mujahid@ yahoo.co. id> 
menulis:











[ Jawa Pos, Sabtu, 31 Januari 2009 ] 

Bank sentral Beri Bunga 65 Persen dari BI Rate 
Akun Pemerintah di Bank Indonesia 

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) dan pemerintah menyepakati besaran remunerasi 
atau bunga atas rekening pemerintah di BI. Bank sentral akan memberi bunga 
sebesar 65 persen dari BI rate untuk rekening penempatan berdenominasi rupiah. 
Untuk valas, besarannya adalah 65 persen dari home currency rate masing-masing.

Sedangkan untuk kas minimal, besaran bunga untuk saldo kas minimal adalah 0,1 
persen. Gubernur BI Boediono mengatakan kesepakatan itu diharapkan memberi 
manfaat bagi kedua belah pihak. Pemerintah mendapatkan remunerasi dan masuk 
dalam penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Sebaliknya, pemerintah memberi 
komitmen untuk menyimpan uangnya di BI. Ini mempermudah 

"Dengan ditempatkannya uang pemerintah di BI, akan memudahkan BI memonitor 
secara cermat dan real time dana pemerintah. Dan yang harus di-inject itu 
operasi moneter," kata Boediono dalam penandatanganan keputusan bersama 
Menkeu-Gubernur BI tentang Koordinasi Pengelolaan Uang Negara di Kantor Depkeu, 
Jakarta, kemarin (30/1).

Keputusan bersama yang ditandatangani kemarin merupakan akhir dari tarik ulur 
antara Departemen Keuangan dan BI. Negosiasi ini berlangsung lebih dari dua 
tahun. Pemerintah menginginkan dananya yang disimpan di BI, diberi bunga. Sebab 
selama ini bunganya nol persen. Padahal, di sisi lain, pemerintah menanggung 
bunga obligasi rekap bank dan BLBI. 

Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah berusaha mengurangi idle 
cash atau dana menganggur. Melalui kerjasama dengan BI, pengelolaan keuangan 
negara diharapkan bisa lebih baik. "Kerjasama ini juga dilandasi upaya saling 
menguntungkan," kata Menkeu. Dalam APBN 2009 ditargetkan PNBP dari bunga 
rekening pemerintah di BI sebesar Rp 3 triliun.

Dalam keputusan bersamanya, BI dan pemerintah menyepakati ada dua jenis 
rekening. Yakni, rekening kas umum negara (RKUN) untuk menampung Saldo Kas 
Minimal (SKM). Kemudian ada Rekening Penempatan, untuk menampung dana yang 
melebihi SKM. SKM yang menjadi cadangan yang harus ada tiap hari, besarnya Rp 2 
triliun untuk RKUN rupiah dan USD 1 juta untuk RKUN dalam valas. 

Pada akhir hari, apabila saldo pada RKUN lebih besar dari SKM, selisih dana 
tersebut akan ditempatkan pada Rekening Kas Penempatan. SKM diberi bunga 0,1 
persen. Sedangkan Rekening Kas Penempatan diberi bunga 65 persen dari BI rate. 
Dengan BI rate 9,25 persen, berarti bunga yang diberikan adalah 6,0125 
persen.(sof/fan)

Berita diatas perlu kita kritisi bersama. pemerintah sebagai pemegang kendali 
atas perkonomian dan keuangan Indonesia berusaha mengarahkan uang kepada sektor 
perbankan. yang menjadi pertanyaan adalah:
1. Sejauh mana keefektifannya jika hal diatas bertujuan mengurangi dana yang 
menganggur. seperti yang kita ketahui bersama bahwa sebagian besar dana 
pemerintah berasal dari pajak. dan penggunaan pajak telah diatur dalam APBN.
2. BI dan pemerintah selama ini merupakan dua lembaga yang mengatur 
perekonomian secara "terpisah". jika dalam islam dalam moneter dan fiskal tidak 
terpisahkan maka apakh hal ini merupakan sebagai langkah untuk mensinergikan 
kedua sektor tersebut.
3. Analisa pemberian bunga, "Pemerintah menginginkan dananya yang disimpan di 
BI, diberi bunga. Sebab selama ini bunganya nol persen. Padahal, di sisi lain, 
pemerintah menanggung bunga obligasi rekap bank dan BLBI." ini seperti trik 
agar beban pemerintah kecil. pemerintah seolah mengurangi beban bunga Obligasi 
dan BLBI dengan menyimpan uang di BI. Ibaratkan bunga dibayar dengan bunga. 
Apakah memang bungan memberikan solusi atau menimbulkan masalah berkepanjangan.

Silahkan memberikan tanggapan, mari kita diskusikan maslah hal ini.
terima kasih.




Wajib militer di Indonesia? 
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! 


-- 
FARIZAL ALBONCELLI
Blog: http://farizal- alboncelli. blogspot. com/
FS: [email protected]
mobile: 021 950 42948
 














      
___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke