ya jelas ada donk hubungannya antara akhwat dengan ekonomi islam
akhwat itu harus  mau belajar ekonomi islam UNTUK alasanya tunggu jawaban 
selanjutnya

nah klo korelasi antara akhwat dengan FOSSEI ini mah amat kuat 
korelasinya.............FOSSEI tanpa akhwat, wah ga jadi tuh FOSSEInya,  ntr 
jadinya KITA(Komunitas Tanpa Akhwat). heee, afwan nih cuman selingan. tunggu 
episode selanjutnya.........................

dengan artikel saya.....................



AYO BERGERAK AKHWAT FOSSEI, TUNJUKKAN KALO KITA SEMUA BISA MENJADI BAGIAN 
PEMBERI SOLUSI UNTUK BANGSA.

AYO UKHTIFILLAH....................................jangan biarkan KITA tetap 
ada.

karena sesungguhnya wanita adalah makhluk yang mulia, maka jangan sia-siakan 
gelar ini, 
BANGGA ya jadi akhwat.............

tunggu episode selanjutnya..........................................


--- On Wed, 4/22/09, Farizal FoSSEI <[email protected]> wrote:
From: Farizal FoSSEI <[email protected]>
Subject: Re: {FoSSEI} Bunga di Taman (Serial Kebangsaan No. 9/April/2009) oleh  
Arya Sandhiyudha
To: [email protected]
Date: Wednesday, April 22, 2009, 3:34 AM











    
            
            


      
      Wanita dengan Ekonomi Syariah? bisa dhubungkan?
atau, wanita (akhwat) dengan FoSSEI?

Pada 22 April 2009 05:58, ardiansyah selo yudha <ardiansyahseloyudha 
@yahoo..com> menulis:


















    
            
            


      
      


--- On Tue, 4/21/09, Arya Endonesya <arya.endonesya@ yahoo.com> wrote:


From: Arya Endonesya <arya.endonesya@ yahoo.com>
Subject: Bunga di Taman (Serial Kebangsaan No. 9/April/2009)
To: "SI PPI" <SI-PPI-2009@ yahoogroups. com>, "PPIS Post-Grad" <PPIS_PostGrad@ 
yahoogroups. com>, "OISAA" <oi...@yahoogroups. com>

Date: Tuesday, April 21, 2009, 1:07 PM

Bunga di Taman (Serial Kebangsaan No. 9/April/2009) 

http://www.facebook .com/note. php?note_ id=87717184032&ref=mf

Dunia kita adalah taman, wanita adalah bunga-bunganya. Yang
terbaik adalah yang baik niat, pikiran, perbuatannya serta bermanfaat
bagi kehidupan ini. Sungguh, tiap wanita dapat menjadi bunga harum
dalam aroma pilihan-nya masing-masing. .. 



.....Kartini, ibu yang namanya kita peringati hari ini telah menjadi
inspirasi semua wanita. Beliau menghadiahkan kisah dirinya sebagai
bunga yang sangat harum bagi ibu pertiwi kita.



Dalam akar budaya bangsa kita. Ragam bunga itu tergambar jelas dalam
kisah etis tradisional. Sebatas ingatan saya yang sewaktu kecil sepekan
sekali nonton wayang orang bersama akung. Sosok wanita, hadir dalam
ragam perannya serta hikmah dibaliknya. Dimana jika sosok-sosok itu
diajak ke dalam kehidupan sekarang, wuuiiihh... beberapa variasi
kepribadiannya nyata relevansinya!



1. Wanita Karir dan/ atau Ibu Rumah Tangga

Dua sosok paling dikenal khalayak: Sumbadra dan Srikandi. Lakon seorang
wanita yang anggun, lembut, tenang, setia dan patuh pada suaminya
laiknya Sumbadra. Sebaliknya ada sosok wanita aktif yang dialogis,
cendekia, berkemauan kuat, sosial, dan gemar berburu, pemanah hebat,
dan siap berdebat intelek dan bertarung di medan pertempuran seperti
Srikandi. Keduanya tidak berada dalam posisi yang diametrikal dalam
kehidupan. Keduanya dihargai dalam potensinya masing-masing.



2. Wanita Gembong Kriminalis

Tak selamanya wanita bersentuhan dengan keharuman, kadang ia lebih
busuk dari bau bangkai. Batari Durga adalah representasi wanita semacam
itu. Ia bukan kriminalis biasa yang menipu anak-anak kecil dengan
permen. Ia adalah gembong kekerasan yang amat sadis. Dia memegang
kekuasaan dan kontrol para mafia dari berbagai macam jenjangnya dan
distrik. Dalam lakon-lakon selalu hadir sebagai aktor yang berstrategi
melawan dan menghancurkan Pandawa. Bahkan suaminya sendiri Batara Guru,
tidak dapat membendungnya. Ia hanya takut dengan Semar, seorang sosok
spiritual. 



Dalam epik realita, wanita yang jahat memang tidak dapat dibendung oleh
siapapun. Dalam kontras kisah kenabian juga Nabi Nuh tidak bisa
membendung upaya istrinya untuk memobilisir massa agar tidak percaya
seruan suami-nya.



3. Wanita Angkuh dan Komprador

Banowati putri termuda dari Prabu Salya dan permaisuri Suyudana di
Ngastina. Pembawaannya yang angkuh, dalam wayang ditandai dengan
hidungnya yang mendongak dan senyumnya yang sinis. Banowati pula yang
merajut hubungan gelap dengan Arjuna dan membocorkan rahasia militer
negara Ngastina pada musuh-musuhnya. Banowati mendukung Pandawa di satu
sisi, namun mengkhianati Arjuna dan Pandawa, suaminya di sisi yang lain.



Tentu saja keangkuhan bukan monopoli kaum borjuis, pemegang modal saja.
Namun juga mereka yang tidak pernah tersentuh pusaran modal, kaum paria
dan sudra pun, dalam kehidupan nyata kita banyak wanita sombong dan
pengkhianat bagi cita-cita bersama.



4. Wanita Pelayan Rumah Tangga yang Genit

Ada pula tokoh wanita bernama Cangik seorang pembantu rumah tangga.
Ceria sekali, teringat TKW yang sosoknya humoris dan kesayangan negara
karena mereka "pahwalan devisa". Cangik punya penampilan standard kelas
bawah, namun sikapnya yang mudah tersipu dan genit, memang membuat
penonton menyenanginya. Biasanya hadir dengan suara tinggi, melengking,
dan bersiul, karena giginya ompong. 



Dalam sudut positifnya, bangsa ini punya sekian banyak wanita, dengan
segala keterbatasannya, dan ketidakadilan yang diterimanya di Luar
Negeri, namun sikapnya tetap cheerful dan menyenangkan bagi keluarga
dan tetangga di kampungnya. Selalu bawa oleh-oleh, dan sebagainya.
Hanya saja memang wanita-wanita semacam Cangik ini perlu mendapatkan
perhatian ekstra.



5. Wanita Idaman Pemicu Konflik

Dalam kisah wayang juga kita temui sosok Satyawati. Ia gadis cantik
sekaligus putri seorang preman besar yang bengis hati, bernama Begawan
Bagaspati tengah menjalin cinta dengan Salya muda, seorang parlente
berdarah biru. 



Masalah muncul ketika Salya merasa tak layak bagi seorang priyayi
keturunan ningrat menikahi putri penguasa "hitam", maka Bagaspati
meminta Salya membunuh dirinya. Setelah hidup dengan kebengisan, lalu
ia mati dengan mewarisi perilaku kebengisan putri nya yang membiarkan
calon mantu-nya melakukan kebengisan puncak terhadap bapak kandungnya.
Atas nama cinta.



Dalam realita gambaran masyarakat, lakon ini dilihat dalam ambiguitas
moral, sebab adapula wanita-wanita yang melihatnya sebagai "kecintaan
puncak seorang ayah terhadap putri-nya", "happy ending untuk sang
wanita", dan seterusnya. Demikianlah ambiguitas hadir bersama cinta
yang bertaring.



Lakon pembunuhan memang kerap hadir di kehidupan kita antar pria,
dimana sebenarnya mereka dapat berhenti dengan instruksi lembut wanita
untuk berhenti. Namun, kerap lakon konflik terjadi berkelanjutan dalam
kehidupan kita, karena wanita tidak sadar akan kemampuannya untuk
menghentikan konflik ada pada dirinya. 



Sebagaimana sejarah Maluku yang mengatakan itu, konflik tidak berhenti
karena wanita nya membiarkan libido pria untuk membunuh terus
berlanjut. Pembunuhan terjadi, lalu wanita yang menangis lebih keras,
dan itu membuat pria berlatih lebih keras untuk mencari sarung manusia
bagi pedang mereka yang terhunus dan mendendam.



Berpikir Positif

Itulah ragam realita kehidupan kita, wanita seperti juga pria, memiliki
potensi kebaikan sama besarnya dengan potensi keburukan. 



Seperti potensi negatif yang membuat malaikat sangat ragu terhadap
manusia, ketika awal Tuhan menciptakan manusia, "kenapa Engkau jadikan
makhluk penumpah darah dan pembuat kerusakan ini pengelola bumi".
Namun, tentu saja Tuhan Maha Mengetahui sehingga kita percaya kita pun
juga diciptakan dengan potensi positif. 



Meski kita juga tau, bahwa selain potensi merusak dan penumpah darah,
manusia juga karena 'akal nya punya potensi sebagai "Seniman Alasan".
Ketika dikatakan "kamu merusak", akan sangat mudah mencari alasan untuk
mendukung argumen "Sesungguhnya saya membuat perbaikan". Manusia oh,
manusia.



Semoga saja wanita dapat mengawali arus besar tabiat kebaikan tersebut,
sebagai bunga kebaikan yang harum, senyawa kehidupan, dan sekolah
peradaban bagi anak bangsa kita.





Arya Sandhiyudha





      




      
 

      

    
    
        
        
        
        


        


        
        
        
        
        




-- 
FARIZAL ALBONCELLI
Blog: http://farizal- alboncelli. blogspot. com/
FS: [email protected]

mobile: 021 950 42948


 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke