gak semua anggota fossei anak fakultas ekonomi, anak fakultas ekonomi yang 
jurusan akuntansi dan management belum tentu juga mengerti tentang teori 
fisher..
jadi saya rasa penjelasan yang seperti zahra itu bagus. sehingga kami yang 
tidak tahu menjadi tahu dengan detail.

--- Pada Sel, 15/9/09, mohamad ahsani <[email protected]> menulis:

Dari: mohamad ahsani <[email protected]>
Judul: Bls: {FoSSEI} Kenapa Bank Indonesia Meluncurkan Uang Baru. ???
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 15 September, 2009, 3:55 AM

    

...ehm  lama gak aktif di milis...coba deh...
..menurut ane,,....
tanpa penjelsan yang panjang lebar...semua dah tahu kok kalo inflasi akan 
terjadi jika uang yang beredar di masyarakat semakin besar....tanpa diimbangi 
wolume transaksi dlll.......itu lah akibatnya atau dengan kata lain salah satu 
sisi dari penggunaan teori irving fisher.......tahu kan?.....

--- Pada Ming, 13/9/09, Muflikha Zahra D.H <[email protected]> menulis:

Dari: Muflikha Zahra D.H <[email protected]>
Judul: {FoSSEI} Kenapa Bank Indonesia Meluncurkan Uang Baru. ???
Kepada: "FOSSEI NASIONAL" <[email protected]>, "MES MILIS" 
<[email protected]>
Tanggal: Minggu, 13 September, 2009, 7:14 AM

 Depok, 03 Agustus 2009
Apa Arti Peredaran Uang Rp 2000? 
Sufyan al Jawi - Numismatik Indonesia
Bank Indonesia meluncurkan uang baru. 

Dewasa ini, bila anda berkendaraan melalui jalan tol, anda akan jarang menerima 
uang kembalian berupa lembaran Rp 1.000,-. Kasir pintu tol justru mengembalikan 
sisa tol dengan koin Rp 500,- aluminium. Memang sejak Maret 2007, Bank 
Indonesia berencana menerbitkan uang kertas (UK) baru, pecahan Rp 2000,- dan Rp 
20.000,- lalu menarik uang kertas Rp 1000,- bergambar Pattimura untuk 
digantikan dengan koin baru Rp 1.000,- yang bahan metalnya lebih murah dari 
koin Rp 1.000,- seri Kelapa Sawit (1993 - 2000). Lalu apa arti perubahan 
ini?Ya, tentu saja, dengan terbitnya pecahan Rp 2000, berarti pemangkasan harta 
atau aset kita dalam mata uang rupiah, menjadi separuh dari daya belinya 
semula, yang disebut inflasi rupiah! Anda yang tadinya cukup nyaman dengan 
penghasilan, katakanlah Rp 2 juta/bulan, kini dengan adanya pemangkasan tadi, 
anda harus menambah penghasilan dua kali lipatnya! Artinya selepas Idul Fitri 
1430 H nanti, penghasilan anda harus naik menjadi Rp 4
 juta atau sekurangnya Rp 3 juta / bulan bila ingin tetap nyaman seperti hari 
ini (Juli 2009).Lalu bagaimana dengan rakyat kebanyakan yang penghasilannya 
kurang dari Rp 1 juta sebulan ? Ya, semakin blangsakBerdasarkan sejarah, ketika 
era Soeharto dulu, uang kertas tertinggi sejak tahun 1968-1991 adalah Rp 
10.000,-. Lalu dengan alasan defisit APBN, diedarkanlah uang lembaran Rp 
20.000,- seri Cengkeh/Cenderawasi h, tahun 1992. Karena nominal "aneh" ini 
sukses beredar, maka tak lama kemudian muncul nominal lebih tinggi lagi yaitu 
Rp 50.000,- bergambar Pak Harto (1993). Dan tidaklah mustahil, bila uang kertas 
Rp 2.000,- baru ini sukses beredar, maka Bank Indonesia akan menerbitkan uang 
kertas dengan nominal baru lainnya, misalnya: Rp 200.000,-; Rp 500.000,-, 
bahkan Rp 1 juta!Sebab hal itu memang lazim dilakukan oleh Bank Sentral di 
negara berkembang. Karena ciri khas mata uang negara maju, nominal angkanya 
hanya tiga digit saja, seperti USA $100, Arab Saudi
 200 riyal, Eropa 500 euro, Inggris 100 poundsterling; kecuali Jepang dan Korea 
Selatan dengan 10.000 yen dan 10.000 won, sebagai sisa sebuah trauma ekonomi 
pasca Perang Dunia II.Dengan ditariknya pecahan Rp 1.000,- maka otomatis uang 
receh terkecil adalah Rp 500,-. Sedangkan koin pecahan Rp 100,- dan Rp 200,- 
akan lenyap dengan sendirinya, rusak atau dicuekin. Hal ini lazim terjadi pasca 
terbitnya uang baru, ketika pecahan Rp 1,- dan Rp 2,- lenyap pada tahun 1975, 
sepuluh tahun kemudian Rp 5,- dan Rp 10,- lenyap di tahun 1985, lalu Rp 25,- 
dan Rp 50,- lenyap di tahun 1995. Kini pada 2009 ini pecahan Rp 100,- dan Rp 
200,- sudah kehilangan daya belinya. Rakyat dieksploitasi untuk memacu kegiatan 
ekonominya, dan dipaksa merelakan hilangnya sebagian jerih payah 
mereka.Perhatikan akibatnya. Bila tadinya sebutir telur ayam negeri seharga Rp 
10,-/butir di tahun 1975, lalu naik menjadi Rp 100,-/butir di tahun 1985, maka 
pemegang uang rupiah telah kehilangan
 asetnya 1 digit dari Rp 10,- ke Rp 100,-. Artinya si pemegang uang kertas 
harus mencari sepuluh kali lipat lebih banyak lagi lembaran rupiah agar bisa 
membeli telur yang sama. Bisa jadi suatu hari nanti harga sebutir telur ayam 
negeri harus dibayar dengan lembaran Rp 10.000,-/butir, tinggal menunggu waktu 
saja.Untuk mengakali inflasi ini, Bank Indonesia cukup menambah angka nol pada 
uang kertas baru. Inilah riba Zero Sum Game! Sampai kapan permainan riba ini 
akan berakhir? Rakyat yang kalah gesit dalam mengimbangi permainan ini pasti 
semakin terpuruk kondisinya.>

Muflikha “ZAHRA” Dwi HartantiForSEI UIN Sunan Kalijaga YogyakartaMobile : 
085292747168Email   : zahra_...@yahoo. co.idSEMANGAT!!!PRIBADI TANGGUH,.PANTANG 
MENGELUH!!!ALLAHU AKBAR!!!
 Akses email lebih cepat. 
 Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang 
dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)
 Akses email lebih cepat. 
 Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang 
dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)      




      Apakah wajar artis ikut Pemilu? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers. 
http://id.answers.yahoo.com

Kirim email ke