Presnas dah sering keluar masuk BI koq... iya khan Mas Ashbah?

Pada 16 September 2009 06:45, adi adi <[email protected]> menulis:

>
>
> hmm...BI rate dinaikkin aja, ntar masyarakat pd saving...inflasi turun.
> Struktur perekonomian kita masih berbasis ribawi, ya repot. Orang-orang
> Fossei harus masuk ke BI Pasar atau Lembaga Keuangan untuk merubah sistem
> konvensional ke syariah. Klo wacana dan wacana terus that's non-sense.
>
> --- Pada *Sel, 15/9/09, aditya rangga <[email protected]>* menulis:
>
>
> Dari: aditya rangga <[email protected]>
> Judul: Re: {FoSSEI} Kenapa Bank Indonesia Meluncurkan Uang Baru. ???
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Selasa, 15 September, 2009, 1:25 PM
>
>
>
> Sebuah pantikan diskusi yang bagus. Semoga ada (banyak) yang menanggapi,
> memberikan tambahan, sanggahan, rekomendasi, atau setidaknya (akan)
> bertanya, separti saya ini.
>
> Jujur saya merasa kurang paham, hehe. Afwan, saya kurang belajar. Saya
> nanya aja, tolong dijelasin, apa yang dimaksud dengan riba jenis zero sum
> game. Oke?
>
> Jazakumullahu khairan katsiiran.
>
> ____________ _________ _________ ___
> ADITYA RANGGA YOGA :)
> Presidium Nasional 4 FoSSEI
> +62 813 2888 5856
> ytc_y...@yahoo. com
> Shariah Economics Forum (SEF)
> UNIVERSITAS GADJAH MADA
>
>
> --- On *Sat, 9/12/09, Muflikha Zahra D.H <zahra_...@yahoo. co.id>* wrote:
>
>
> From: Muflikha Zahra D.H <zahra_...@yahoo. co.id>
> Subject: {FoSSEI} Kenapa Bank Indonesia Meluncurkan Uang Baru. ???
> To: "FOSSEI NASIONAL" <fos...@yahoogroups. com>, "MES MILIS"
> <mi...@ekonomisyaria h.org>
> Date: Saturday, September 12, 2009, 7:14 PM
>
>
>
> *Depok, 03 Agustus 2009*
> Apa Arti Peredaran Uang Rp 2000?
> Sufyan al Jawi - Numismatik Indonesia
> Bank Indonesia meluncurkan uang baru.
>
> [image: Uang Kertas 2000 
> rupiah]<http://wakalanusantara.com/images_content/inside2000.jpg>Dewasa
> ini, bila anda berkendaraan melalui jalan tol, anda akan jarang menerima
> uang kembalian berupa lembaran Rp 1.000,-. Kasir pintu tol justru
> mengembalikan sisa tol dengan koin Rp 500,- aluminium. Memang sejak Maret
> 2007, Bank Indonesia berencana menerbitkan uang kertas (UK) baru, pecahan Rp
> 2000,- dan Rp 20.000,- lalu menarik uang kertas Rp 1000,- bergambar
> Pattimura untuk digantikan dengan koin baru Rp 1.000,- yang bahan metalnya
> lebih murah dari koin Rp 1.000,- seri Kelapa Sawit (1993 - 2000). Lalu apa
> arti perubahan ini?
>
> Ya, tentu saja, dengan terbitnya pecahan Rp 2000, berarti pemangkasan harta
> atau aset kita dalam mata uang rupiah, menjadi separuh dari daya belinya
> semula, yang disebut inflasi rupiah! Anda yang tadinya cukup nyaman dengan
> penghasilan, katakanlah Rp 2 juta/bulan, kini dengan adanya pemangkasan
> tadi, anda harus menambah penghasilan dua kali lipatnya! Artinya selepas
> Idul Fitri 1430 H nanti, penghasilan anda harus naik menjadi Rp 4 juta atau
> sekurangnya Rp 3 juta / bulan bila ingin tetap nyaman seperti hari ini (Juli
> 2009).
>
> Lalu bagaimana dengan rakyat kebanyakan yang penghasilannya kurang dari Rp
> 1 juta sebulan ? Ya, semakin *blangsak*
>
> Berdasarkan sejarah, ketika era Soeharto dulu, uang kertas tertinggi sejak
> tahun 1968-1991 adalah Rp 10.000,-. Lalu dengan alasan defisit APBN,
> diedarkanlah uang lembaran Rp 20.000,- seri Cengkeh/Cenderawasi h, tahun
> 1992. Karena nominal "aneh" ini sukses beredar, maka tak lama kemudian
> muncul nominal lebih tinggi lagi yaitu Rp 50.000,- bergambar Pak Harto
> (1993). Dan tidaklah mustahil, bila uang kertas Rp 2.000,- baru ini sukses
> beredar, maka Bank Indonesia akan menerbitkan uang kertas dengan nominal
> baru lainnya, misalnya: Rp 200.000,-; Rp 500.000,-, bahkan Rp 1 juta!
>
> Sebab hal itu memang lazim dilakukan oleh Bank Sentral di negara
> berkembang. Karena ciri khas mata uang negara maju, nominal angkanya hanya
> tiga digit saja, seperti USA $100, Arab Saudi 200 riyal, Eropa 500 euro,
> Inggris 100 poundsterling; kecuali Jepang dan Korea Selatan dengan 10.000
> yen dan 10.000 won, sebagai sisa sebuah trauma ekonomi pasca Perang Dunia
> II.
>
> Dengan ditariknya pecahan Rp 1.000,- maka otomatis uang receh terkecil
> adalah Rp 500,-. Sedangkan koin pecahan Rp 100,- dan Rp 200,- akan lenyap
> dengan sendirinya, rusak atau dicuekin. Hal ini lazim terjadi pasca
> terbitnya uang baru, ketika pecahan Rp 1,- dan Rp 2,- lenyap pada tahun
> 1975, sepuluh tahun kemudian Rp 5,- dan Rp 10,- lenyap di tahun 1985, lalu
> Rp 25,- dan Rp 50,- lenyap di tahun 1995. Kini pada 2009 ini pecahan Rp
> 100,- dan Rp 200,- sudah kehilangan daya belinya. Rakyat dieksploitasi untuk
> memacu kegiatan ekonominya, dan dipaksa merelakan hilangnya sebagian jerih
> payah mereka.
>
> Perhatikan akibatnya. Bila tadinya sebutir telur ayam negeri seharga Rp
> 10,-/butir di tahun 1975, lalu naik menjadi Rp 100,-/butir di tahun 1985,
> maka pemegang uang rupiah telah kehilangan asetnya 1 digit dari Rp 10,- ke
> Rp 100,-. Artinya si pemegang uang kertas harus mencari sepuluh kali lipat
> lebih banyak lagi lembaran rupiah agar bisa membeli telur yang sama. Bisa
> jadi suatu hari nanti harga sebutir telur ayam negeri harus dibayar dengan
> lembaran Rp 10.000,-/butir, tinggal menunggu waktu saja.
>
> Untuk mengakali inflasi ini, Bank Indonesia cukup menambah angka nol pada
> uang kertas baru. Inilah riba* Zero Sum Game!* Sampai kapan permainan riba
> ini akan berakhir? Rakyat yang kalah gesit dalam mengimbangi permainan ini
> pasti semakin terpuruk kondisinya.>
>
>
> *Muflikha “ZAHRA” Dwi Hartanti*
> *ForSEI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta*
> Mobile : 085292747168
> Email   : zahra_...@yahoo. co.id
> *SEMANGAT!!!*
> *PRIBADI TANGGUH,.PANTANG MENGELUH!!!*
> *ALLAHU AKBAR!!!*
> **
>
> ------------------------------
>  Akses email lebih cepat.
> <http://us.lrd.yahoo.com/_ylc=X3oDMTFndmQxc2JlBHRtX2RtZWNoA1RleHQgTGluawR0bV9sbmsDVTExMDM0NjkEdG1fbmV0A1lhaG9vIQ--/SIG=11kadq57p/**http%3A//downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/>
> Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru
> yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! 
> (Gratis)<http://us.lrd.yahoo.com/_ylc=X3oDMTFndmQxc2JlBHRtX2RtZWNoA1RleHQgTGluawR0bV9sbmsDVTExMDM0NjkEdG1fbmV0A1lhaG9vIQ--/SIG=11kadq57p/**http%3A//downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/>
>
>
>
> ------------------------------
>  Apakah demonstrasi turun ke jalan itu hal yang wajar?
> <http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=ArVePPHO1ZycmPLF76FARzLJRAx.;_ylv=3?qid=20080413223411AAeeuR2>
> Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
>  
>



-- 
FARIZAL ALBONCELLI
Blog: http://farizal-alboncelli.blogspot.com/
FS: [email protected]
mobile: 021 950 42948

Kirim email ke