By Republika Newsroom
Selasa, 27 Oktober 2009
JAKARTA--Pasar sukuk Indonesia mulai menggeliat sejak UU Surat Berharga
Syariah Negara (SBSN) tahun lalu. Hal tersebut pun mendorong pemerintah
untuk terus meningkatkan pasar sukuk di Indonesia. Dirjen Pengelolaan
Utang Departemen Keuangan, Rahmat Waluyanto mengatakan terdapat pasar
investor tertentu yang mendukung pasar sukuk. "Untuk sukuk ritel akan
kita tingkatkan yang sebelumnya setahun sekali, mungkin nantinya sukuk
ritel bisa dua kali dalam setahun," kata Rahmat usai rapat lelang SBSN,
Selasa (27/10). 

Ia menambahkan pihaknya sudah mengetahui
selera pasar investor sukuk yang rata-rata tidak menyukai sukuk dengan
tenor panjang. "Jadi ke depan mungkin tenor sukuk tidak berjangka
panjang," ujar Rahmat. 

Selain itu pihaknya juga akan terus
konsisten dalam menentukan pricing, serta terus melakukan penerbitan
sukuk dengan metode lainnya, tak hanya melalui lelang tapi juga melalui
book building maupun private placement. Untuk ke depan, jelas Rahmat, 
akan mengembangkan pasar sukuk ritel. 

Pasalnya pasar sukuk
ritel dinilai potensial karena perkembangan peran institusi terhadap
sukuk seperti bank syariah maupun asuransi syariah masih terbatas. Pada
penerbitan sukuk ritel awal tahun ini banyak permintaan yang masuk
berjumlah sekitar Rp 5 triliun. Pemerintah pun menyerap seluruh
permintaan tersebut. gie/kpo

 http://zanikhan.multiply.com/profile



      

Kirim email ke