By Republika Newsroom
Selasa, 03 November 2009
FRANKFURT--Industri keuangan syariah kian menarik hati negara Barat.
Setelah Inggris dan Prancis berkeinginan mengukuhkan dirinya sebagai
pusat keuangan syariah di benua biru, kini giliran Jerman yang ingin
menyatakan hal serupa.

Keinginan tersebut bukannya tak
beralasan. Banyaknya investor-investor muslim yang menyatakan
ketertarikannya untuk berinvestasi di Jerman membuat pimpinan regulator
keuangan Jerman berkeinginan menciptakan pasar bagi produk keuangan
yang sesuai dengan prinsip syariah. “Kami melihat minat investor dari
negara-negara Islam begitu besar untuk investasi sesuai dengan prinsip
Islam di Jerman,” kata Presiden Bafin, Jochen Sanio.

Dalam
perhelatan konferensi keuangan Islam di Frankfurt akhir Oktober lalu,
Sanio mengutarakan saat ini pemerintah Jerman juga memberikan kemudahan
izin bagi lembaga keuangan yang ingin menjual produk keuangan syariah.
“Kami harap dapat segera melihat satu lembaga keuangan yang akan segera
mulai menawarkan produk syariah,” kata Sanio.

Walau hingga kini
belum ada lembaga keuangan Jerman yang merespon hal tersebut, tetapi
populasi muslim sebanyak 4,3 juta jiwa yang sebagian besar berasal
daari Turki ini merupakan potensi pasar yang besar. Dengan jumlah
populasi muslim tersebut, tambah Sanio, Jerman memiliki potensi
terbesar dibanding negara-negara lainnya di Eropa. 

Industri
keuangan syariah sendiri telah menjadi pasar yang terus tumbuh di
banyak negara di Eropa, terutama Inggris. Prancis pun saat ini tengah
mencoba memposisikan dirinya sebagai pusat keuangan syariah.

Lembaga
keuangan asal Jerman seperti Deutsche Bank dan Allianz telah menawarkan
produk syariah di sejumlah negara-negara muslim, termasuk di antaranya
di Indonesia. Asuransi syariah Allianz di tanah air juga mencatat
kinerja cukup memuaskan. Di semester pertama 2009 pendapatan premi
bruto divisi syariah Allianz Life sebesar Rp 86 miliar, sementara
Allianz Utama Rp 5,62 miliar. 

Hingga akhir tahun divisi
syariah Allianz Life menargetkan premi sebesar Rp 350 miliar-Rp 400
miliar dan Allianz Utama Rp 18 miliar. Dalam mendukung divisi asuransi
syariahnya Allianz sekarang memiliki agen bersertifikasi syariah
sebanyak 4100 agen. Jumlah tersebut bertambah dari tahun lalu yang
berjumlah 3028 orang dan pada 2007 yang sebanyak 2828 orang.

Sebelumnya
pada September lalu, Kuwait Finance House di Turki telah memperoleh
izin dari pemerintah Jerman untuk membuka kantor cabang syariah di
Mannheim. Dengan izin tersebut Kuwait Finance House dapat menyediakan
layanan keuangan syariah bagi nasabah di Jerman yang ingin menggunakan
produk berbasis syariah.

Kuwait Finance House yang berdiri sejak
1977 menjadi pionir perbankan syariah di Kuwait. Sejak itu bank
tersebut terus mengembangkan sayapnya dengan beroperasi di sejumlah
negara di Timur Tengah juga Asia, seperti Bahrain, Turki dan
Malaysia.Industri keuangan syariah yang dimulai sejak era 1960an mulai
berkembang pesat di pertengahan 1990an. Setidaknya kini industri
tersebut mengelola aset sebesar 700 miliar dolar AS dengan pertumbuhan
15-20 persen per tahun. rtr/gie/kpo

 http://zanikhan.multiply.com/profile



      

Kirim email ke