By Republika Newsroom
Selasa, 22 Desember 2009
JAKARTA--Instrumen keuangan syariah harus terus dijaga agar tetap sesuai dengan 
prinsip syariah. Krisis Dubai beberapa waktu lalu menjadi pelajaran bagi 
industri keuangan syariah dunia. Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati 
mengatakan melihat konteks krisis Dubai tersebut, Indonesia juga mesti waspada.

"Meski ada label syariah tapi kalau underlyingnya suatu aktivitas yang 
spekulasinya besar juga bisa menimbulkan kasus kebangkrutan. Kita harus waspada 
kalau muncul kecenderungan terjadinya gelembung spekulasi," kata Sri dalam 
silaturahmi dan dialog Departemen Keuangan-MUI di Gedung MUI, Selasa (22/12).

Karenanya, tambah dia, sangat penting Depkeu bersama DSN MUI bekerjasama 
mengawal industri keuangan syariah Indonesia agar berkembang sesuai tujuannya 
untuk meningkatkan kesejahteraan umat, dan pada saat yang sama memiliki 
kepatuha terhadap landasan syariah. Dari sisi komitmen pihaknya akan terus 
perhatikan kebutuhan industri di dalam negeri maupun mengenai preferensi 
masyarakat.

"Perlu juga sosialisasi ke masyarakat karena ada pemhaman bahwa dengan label 
syariah pasti aman, tetapi belum tentu karena pengurus bisa saja melakukan hal 
tidak baik. Karena itu regulator harus tetap waspada dan instrumen harus kita 
kawal agar ketaatannya syariah terjaga ,sehingga masyarakat tidak merasa 
membeli instrumen tidak seperti yang diinginkan." kata Sri.

Sri mengutarakan persaingan industri keuangan syariah dunia akan semakin ketat 
seiring dengan deklarasi Malaysia sebagai pusat keuangan syariah, serta 
Singapura dan Hongkong yang juga sudah mulai bergerak mengembangkan pasar 
keuangan syariah.

"Saya tidak menafikan pusat keuangan seperti Hongkong dan Sinagpura pun bisa 
menjadi kompetitor, jadi kita akan lihat ini jadi kompetisi besar untuk kita. 
Bahkan London pun menjadi salah satu pusat keuangan syariah terbesar karena 
memiliki settlement kalau terjadi legal dispute," tandas Sri.

Ia menambahkan sejak UU Perbankan Syariah dan SBSN hadir perbankan dan lembaga 
keuangan syariah nonbank pun berkembang sangat pesat dan mengalami pertumbuhan 
double digit. Sri pun berharap kerjasama dengan DSN MUI dapat lebih erat untuk 
mengembangkan industri keuangan syariah Indonesia. gie/taq

Kirim email ke