Oleh: Erik Purnama Putra
"Nama saya Imam Sujai." Begitulah pria berumur 60 tahun ini memperkenalkan dirinya. Dengan tutur kata lembut, ia tak banyak cakap ketika menjawab pertanyaan seputar aktivitasnya menjadi penjaga keamanan yang bertugas di luar Masjid Agung Jami Kota Malang. Imam terlihat mondar-mandir di lingkungan luar masjid. Bukan karena dia bingung, namun pekerjaannya memang memantau dan menjaga keamaan di area itu. Dia harus datang mendahului jamaah lain yang ingin menunaikan Shalat Jumat. Meski tugasnya hanya sekali sepekan, tepatnya saat berlangsung Shalat Jumat, namun pria yang beralamat di Talun Kulon, Klojen, Kota Malang, ini tetap bekerja secara sungguh-sungguh. Hal itu karena dirinya merasa mempunyai tanggungjawab untuk memberikan rasa aman kepada jamaah masjid yang akan menunaikan shalat. "Saya bekerja sepekan sekali saat masyarakat jumatan (melaksanakan Shalat Jumat). Tugas saya hanya berkeliling dan mengawasi jamaah agar tertib dalam menaruh barangnya sehingga tidak sampai hilang," terangnya, saat menjelaskan perihal tugasnya. Pakaian kebesarannya adalah model loreng-loreng yang merupakan seragam Banser (Barisan Ansor Serbaguna). Pakaian itu dikenakan agar memudahkan orang mengetahui bahwa dirinya sedang bertugas. Dengan keberadaannya, diharapkan jzmaah bisa shalat secara khusyuk, tak memikirkan atau takut barang bawaannya hilang. "Saya mengawasi kendaraan maupun alas kaki jamaah yang berada di luar masjid. Saya juga menegur jamaah yang seenaknya sendiri meletakkan barangnya tidak pada tempatnya. Karena itu, saya harus selalu waspada," ungkapnya. Menjadi penjaga keamanan dilakoni pria asli Malang ini selama tiga tahun. Itupun dilakukannya karena diminta tolong oleh pengelola masjid melalui kenalannya. Meski tahu tak dibayar, namun Imam menjalaninya dengan senang hati, sebab merupakan bentuk ibadah. "Pekerjaan ini sifatnya sukarela, jadi saya tak mengharapkan apapun. Lagian , di rumah saya juga tidak bekerja. Jadi, lebih baik membantu pihak masjid sekaligus ibadah," terangnya.Pria yang memiliki empat anak ini menuturkan, jika selama bekerja tak pernah mendapatkan halangan apapun. Sehingga semua itu disyukurinya sebab berarti pekerjaannya dilakukan secara baik. "Hingga sekarang, pekerjaan saya ini lancar-lancar saja. Karena saya bertanggungjawab penuh menjaga amanah yang diberikan pihak masjid kepada saya," tuturnya. Meskipun berkeliling memantau lingkungan di luar masjid, Imam tak melupakan waktu Shalat Jumat. Sehingga saat waktunya shalat tiba, bersama jemaah lain menghadap kepada Sang Pencipta."Saya memang bertugas. Namun, saya juga ikut Shalat Jumat. Karena hal itu merupakan bentuk kewajiban bagi saya yang tak dapat ditinggalkan," tuturnya. ed: asep

