mending Anda bikin gerakan 1 juta facebookers bikin BPRS. regards, Ifham
________________________________ From: Adrian Furkani <[email protected]> To: [email protected] Sent: Mon, December 28, 2009 1:10:46 PM Subject: Bls: Bls: Bls: {FoSSEI} Dipecat dari Bank Gara-gara Pakai Jilbab http://www.facebook .com/pages/ Gerakan-1jt- facebooker- tolak-pelarangan -jilbab-di- BPR-Angga- Probolinggo/ 359623555636? v=wall Gerakan 1 juta facebookers dukung tolak pelarangan jilbab di BPR angga ________________________________ Dari: Muhammad kamil Al farisi <toshib...@yahoo. com> Kepada: fos...@yahoogroups. com Terkirim: Kam, 10 Desember, 2009 17:17:22 Judul: Bls: Bls: {FoSSEI} Dipecat dari Bank Gara-gara Pakai Jilbab Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka Berkata (berpendapat) , Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah Telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. (Qs: 2:275) Itulah janji Allah Bahwa Orang Yang Memakan riba tidak dapat berdiri melainkan berdirinya orang yang kemasukan syaitan....so wajar saja kalo direktur BPR itu menerapkan peraturan layaknya peraturan syaiton. itulah hukuman bagi orang yang memakan riba, meraka membabi buta untuk melawan aturan aturan yang sudah di tetapkan Allah....laykanya orang gila.. Dan untuk Ibu Tanty saluut dan memang harus keluar dari lingkaran syaiton tersebut, kalo tidak, bisa jadi pemikiran kita tidak jauh berbeda dengan direktur BPR tersebut.... itulah janji Allah yang akan Menghukum Orang2 yang memakan Riba. Semoga kita semua bisa semakin menjauhi yang namanya RIba... RIBA GO TO HELL Muhammad Kamil Go Syari'ah.... . .!!!!!! ________________________________ Dari: Rahmadsyah Mind-Therapist <rahmad.aceh@ yahoo.com. sg> Kepada: fos...@yahoogroups. com Terkirim: Kam, 10 Desember, 2009 12:41:19 Judul: Re: Bls: {FoSSEI} Dipecat dari Bank Gara-gara Pakai Jilbab Allahu akhbar... Mudah-mudahan kita semua mampu mengikuti langkah yang diambil oleh Ibu Tanty. Rabbana La tuziqqulubana ba'da izhadaitana wahablana min ladunka Rahmah. Innaka Antal wahhab... ________________________________ RAHMADSYAH Motivator&Mind-Therapist I 081511448147 I Master PractitionerNLP Hypnotherapist I YM ; rahmad_aceh Iwww.facebook. com/rahmadsyah ________________________________ www.rahmadsyahnlp. blogspot. com ________________________________ --- On Wed, 9/12/09, Hakim Hakim <hakim_center@ yahoo.co. id> wrote: >From: Hakim Hakim <hakim_center@ yahoo.co. id> >Subject: Bls: {FoSSEI} Dipecat dari Bank Gara-gara Pakai Jilbab >To: fos...@yahoogroups. com >Date: Wednesday, 9 December, 2009, 1:51 PM > > >> > > > > > > > >> > >setelah baca info ini...kok saya semakin miris melihat keadaan ini..... >sebelumnya saya pribadi mengacungi jempol buat ibu tanty yang sudah membuat >keputusan yang sangat super dan luara biasa. karena belum tentu semua orang >bisa mengambil keputusan tersebut. >pendapat saya neh....buat dirut BPR tesebut ada beberapa masukan.. >1. mending sekolah pancasila lagi deh... >2. kalau gak tau pancasila, suruh buat pengakuan dosa..... >3. mendingan suruh jualan sandal aja deh..... >saya juga heran..padahal tepat saya bekerja dirutnya kebanyakan non >muslim..tapi aman-aman saja kok..... >saya kira dirut bpr itu harus dipecat. >untuk pk walikota > probolinggo. ..tunjukan bahawa anda adalah pemimpin idaman umat. > >hakim >ka Fossei jOgja > >--- Pada Rab, 9/12/09, SADELI ZANIKHAN <sadeli_zani@ yahoo.com> menulis: > > >>Dari: SADELI ZANIKHAN <sadeli_zani@ yahoo.com> >>Judul: {FoSSEI} Dipecat dari Bank Gara-gara Pakai Jilbab >>Kepada: "fossei group" <fos...@yahoogroups. com> >>Tanggal: Rabu, 9 Desember, 2009, 5:09 AM >> >> >>>> >> >> >> >> >> >> >> >>>> >> >>Padahal Tanty Widjiastuti sudah 14 tahun bekerja di BPR Angga Perkasa. >> >>Surabaya Post - Toleransi umat beragama di >>Probolinggo sedang diuji. Tanty Widjiastuti (36), karyawati Bank >>Perkreditan Rakyat (BPR) Angga Perkasa, Kota Probolinggo dipecat >>gara-gara mengenakan jilbab. >> >>Padahal UUD 1945 (Pasal 29) >>menjamin kemerdekaan seseorang untuk memeluk agama dan beribadah sesuai >>dengan agamanya. Sebagai warga negara, Tanty, karyawati yang sudah >>sekitar 14 tahun bekerja di BPR Angga seharusnya juga mendapatkan >>jaminan untuk menjalankan agamanya. >> >>Atas kesadarannya sendiri, >>Tanty bermaksud mengenakan jilbab saat bekerja di BPR di Jl. WR >>Soepratman, Kota Probolinggo. Disayangkan, hari pertama ia mengenakan >>jilbab, 25 November 2009 lalu berbuntut. >> >>Keesokan harinya, >>Tanty mengaku diminta menghadap Dirut BPR Angga, Angga Surya Wijaya. >>Perempuan itu dihadapkan pada pilihan dilematis, tetap berjilbab dengan >>risiko berhenti bekerja atau melepas jilbabnya jika ingin tetap >>bekerja.Tanty memilih kehilangan pekerjaan yang ditekuninya sejak 14 >>tahun silam. "Saya ingin menjalankan ajaran agama dengan cara menutup >>aurat dengan jilbab," ujarnya, Rabu 9 Desember 2009. >> >>Apalagi >>jilbab bukan halangan untuk tetap bekerja. "Banyak karyawati bank di >>Probolinggo, baik bank pemerintah maupun bank swasta yang berjilbab,"” >>ujarnya. >> >>Di BPR Angga sendiri, sepengetahuan Tanty, tidak ada >>peraturan tertulis yang melarang karyawatinya mengenakan jilbab. "Dulu >>saat pertama kali bekerja, memang ada peraturan lisan, karyawati tidak >>boleh berjilbab," ujarnya. >> >>Mengingat peraturan tidak tertulis >>itu, Tanty sempat goyah. Dua hari pertama, 23-24 November 2009, Tanty >>mengenakan jilbab dari rumah. Begitu sampai di BPR Angga, jilbab itu >>dilepas dan dipakai kembali dalam perjalanan pulang. Barulah pada 25 >>November 2009, Tanty memberanikan diri tetap mengenakan jilbab saat >>bekerja. "Dengan berjilbab, saya merasa lebih nyaman dan aman," ujarnya. >> >>Hanya >>berselang sehari, Tanty dipanggil Dirut BPR Angga. "Kata Dirut, ini >>bukan bank syariah. Dirut juga mengatakan, pemegang saham BPR Angga 90 >>persen non-muslim," ujar Tanty. >> >>Dirut pun mengingatkan, agar >>Tanty tidak mengenakan jilbab. "Saya jelaskan, saya lebih nyaman >>mengenakan jilbab karena memang saya seorang muslim," ujarnya. >> >>Bahkan >>selama dua hari mengenakan jilbab, Tanty yang bekerja sebagai account >>officer mendapat sambutan baik dari para nasabah BPR Angga, yang >>mayoritas muslim. "Bahkan, teman-teman karyawati juga bermaksud >>menyusul saya mengenakan jilbab," ujarnya. >> >>Sejumlah karyawati >>BPR Angga selama ini juga melakukan “buka-tutup” jilbab karena takut >>disemprit manajemen bank. "Sebagian teman, berangkat mengenakan jilbab, >>sampai di kantor dibuka kembali karena takut dengan managemen, pulang >>pakai jilbab lagi," ujar Tanty. >> >>Terkait pendirian Tanty yang >>tetap mengenakan jilbab saat bekerja, managemen BPR Angga menilai lain. >>Tanty dinilai berani menentang perintah. Akhirnya ia diminta membuat >>surat pengunduran diri. "Saya pun membuat surat pengunduran diri pada 1 >>Desember lalu,” ujarnya. >> >>Sementara itu Dirut BPR Angga Perkasa, >>Angga Surya Wijaya mengakui, memang ada imbauan tidak memakai jilbab >>bagi karyawatinya. "Itu bukan peraturan formal, hanya sebatas imbauan. >>Itu untuk menjaga image bahwa bank kami bukanlah bank syariah," ujarnya >>kepada wartawan. >> >>Angga juga mengakui, 90 persen pemegang saham >>BPR Angga non-muslim. Sedangkan karyawan dan nasabah bank sebagian >>besar (95 orang) justru beragama Islam. "Selama ini saya tidak pernah >>mendengar keluhan tentang peraturan tersebut. Baru kali ini," ujarnya. >> >>Sikap >>manajemen BPR Angga yang diskriminatif terhadap karyawatinya memantik >>reaksi keras. Termasuk dari Walikota Probolinggo HM. Buchori SH MSi, >>Ketua MUI Kota Probolinggo KH Romli Bakir, dan Ketua DPRD, HM Sulaiman >>serta wakilnya, Abdullah Zabut. >>"Saya menyesalkan tindakan managemen >>BPR Angga. Tolong, masalah kerja jangan dikait-kaitkan dengan masalah >>keyakinan," ujar walikota. >> >>Walikota menambahkan, kalau karyawati >>kinerjanya tidak produktif atau melanggar perjanjian kerja, wajar >>dipecat. "Tetap kalau hanya karena berjilbab kemudian dipecat, ini >>tidak masuk akal," ujarnya. >> >>Walikota mengaku, bakal memanggil >>Dirut BPR Angga. "Dirut akan saya panggil. Jangan samakan dengan Eropa, >>ini Probolinggo yang masyarakatnya agamis," ujar HM. Buchori. >> >>Disinggung >>kemungkinan guncangan ekonomi terkait ancaman sebagian nasabah yang >>akan menarik dananya (rush) dari BPR Angga, walikota hanya tersenyum. >>"Ini bank kecil, BPR kan tidak akan mempengaruhi perekonomian di >>Probolinggo, " ujarnya. >> >> >>Laporan: Ikhsan Mahmudi | Surabaya Post >>• VIVAnews >> >> http://zanikhan. multiply. com/profile >> >> >> > ________________________________ Akses email lebih cepat. >Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang >dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis) ________________________________ Get your preferred Email name! Now you can @ymail.com and @rocketmail. com.. ________________________________ Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Online ________________________________ Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang! Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah

