Setiap awal insan perbankan syariah saat ini sedang sibuk menghitung apakah
kinerja 2009 mencapai target di samping merancang target kerja tahun 2010.
Mereka telah bekerja sesuai Key Performance Index (KPI).
Upaya mengejar target dan memenuhi KPI terkesan sebagai pekerjaan rutin.
Padahal tidaklah demikian. Upaya mengejar target tak boleh dilupakan dari
konteks yang lebih besar yakni misi yang ingin dicapai yang itu tak hanya
materi tapi juga yang lebih tinggi adalah spiritual. Kita manusia adalah mahluk
spiritual. Kita hidup sebagai mahluk Tuhan, dan juga mahluk sosial.
Barangkali dengan pembiayaan yang disalurkan kepada sektor UMKM, nasabah bisa
hidup lebih berkah, usaha lebih maju sehingga bisa mendidik anaknya ke jenjang
lebih tinggi, bisa pergi haji, menjadi haji mabrur dan hasil akhirnya adalah
masuk surga. Bank syariah tentunya ikut berperan di situ.
Ada misi yang tak sebatas materi atau angka-angka statistik. Bekerja di bank
syariah bukan sekadar bekerja tapi berjihad. Karena kita ingin bank syariah
menjadi lokomotif kebangkitan peradaban.
Nabi membangun peradaban Islam pada abad 7 Masehi. Kemudian selama 7 abad Islam
meraih momentum menguasai peradaban. Dari abad ke-14 hingga 21 umat Islam
berada dalam keterpurukan. Kini di abad 21 saatnya peradaban Islam bangkit
kembali. Bibitnya mulai tampak yakni bangkitnya ekonomi dan keuangan Islam.
Bank syariah, kata Ary Ginandjar Agustian, pemimpin ESQ, bank syariah harus
tetap dalam kerangka menyatukan SQ,EQ dan IQ dalam menjalankan aktivitasnya
supaya tetap berjalan dalam misinya. Bank syariah bukan semata unit bisnis. Dia
menyimpan the ultimate mission. Ary Ginandjar menegaskan bank syariah harus
jadi lokomotif kebangkitan peradaban Islam.
Demikian renungan awal tahun yang disampaikan Ary Ginandjar Agustian di acara
Memperingati Tahun Baru Muharram 1431 Hijriah di Bank Syariah Mandiri, Rabu, 30
Desember 2009. Mudah-mudahan bermanfaat dan mengingatkan kembali langkah kita.
wassalam
enci siti darojah