Assalamu'alaikum wr.wb

Shahabatku yang baik…
Kita awali dengan bismillahirahmanirrahim. Permulaan
aktivtitas di catatan baru sejarah manusia di Tahun 2010. Tentu saya
yakin anda dan saya ingin mengukirnya dengan tinta emas. Agar kelak
nanti, Saat kita mengontrak dalam kecilnya ruang peristirahatan
terakhir. Nama baik kita masih dikenang sebagai orang-orang pengukir
kebaikan.

Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau ciptkan ini dg sia-sia Maha Suci Engkau maka 
hindarkan kami dari siksa api neraka

Shahabatku yang di Sayang Allah... 
Ada
seorang teman FB mengomentari dari cacatan saya ”Makna Hidup”,
Pandangannya dibuat dalam pertanyaan, redaksinya (setelah diedit) : ”Disaat 
kenyataan berujung tidak sesuai harapan, Kesedihan dan hilang semangat menyapa, 
Harapanpun menjadi sia-sia...”

Barangkali,
itupun pernah tertulis dalam kisah anda dan saya. Oleh karena itu, Ayo
kita renungi kembali. Mari kita masuk kembali kedalam diri kita
sejenak. Masuk melalui mulut nan indah hingga Kita bertemu dengan
segumpal daging yang sungguh menawan. Orang-orang memanggilnya dengan Hati. 
Izinkan saya bertanya ya, 

Pernahkah Kita bercengkerama dengannya?
Apakah Kita patuh dengan nasehat-nasehat yang diberikannya?

 Harapan
adalah Bahan bakarnya cita-cita. Yang mengerakkan badan untuk
bertindak. Dan putus asa menyapa kepada yang Bahan bakarnya telah
habis. Bukankah Kita masih ingat dengan firman Allah. Bisa
jadi apa-apa yang kamu anggap baik, belum tentu itu baik disisi Allah.
dan Apa-apa yang kamu anggap tidak baik, justru itulah yang terbaik
bagi Allah... 

Jikalau
memang seperti itu, manalah mungkin Allah menciptakan dan menjadikan
takdir kita tanpa kesia-siaan? mohon fahami cara kerja Sunatullah ya. Terkadang 
kegagalan itu sengaja Allah hadirkan bagi kita, walau mungkin segenap persiapan 
sudah kita rangcang sebelumnya. Karena Allah ingin mengabari kepada kita, Bahwa 
terwujud dan terjadinya harapan kita itu, bukanlah andil kita semata, Melainkan 
ada wewenang Allah disana... 

Allah
Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan)
sesuatu, Maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!"
lalu jadilah ia. (QS. 2:117)

Oleh
karena itu, Mari kita bersama-sama tetap menatap harapan indah didepan
kita. Walau mungkin kita melihat sebongkah cahaya kecil diatas bukit
kegegelapan. Sunguh Allah mengbulkan doa-doa dalam prasangka hambaNya. 

Dan
apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah),
bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang
berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi
(segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar
mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al Baqarah [2] : 186) 

Salam Bahagia dan selamat beraktivitas di kerja perdana Tahun 2010
Bogor 3 Januari 2010

RAHMADSYAH
Motivator&Mind-Therapist I 081511448147 I Master Practitioner NLP  
Hypnotherapist I YM ; rahmad_aceh I www.facebook.com/rahmadsyah
www.rahmadsyahnlp.blogspot.com




      

Kirim email ke