JAKARTA--Permodalan Nasional Madani (PNM) mengembangkan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) syariah di tahun ini. Kini PNM telah memiliki ULaMM syariah di Aceh dan Padang.
Deputi Pengembangan Bisnis PNM, Andi Estetiono, mengatakan di 2009 ULaMM Syariah PNM eksisting telah mencatat pertumbuhan signifikan, karena itu pihaknya pun memutuskan memperluas jaringan ULaMM. ULaMM Syariah eksisting telah mencatat penyaluran pembiayaan rata-rata Rp 3 miliar-Rp 4 miliar. "Insya Allah di 2010 ULaMM akan dikembangkan secara nasional di daerah pusat industri, sentra ekonomi dan pasar di hampir seluruh Indonesia hingga sebanyak 250 unit," kata Andi usai menjadi pembicara Human Resources Summit 2010 di Hotel Aryaduta, Kamis (14/1). Andi menambahkan ekspansi secara akumulasi 250 ULaMM tersebut akan direalisasikan pada semester I 2010, sehingga di semester dua PNM dapat fokus pada penyaluran pembiayaan. "Di 2011 nanti juga akan terus kita tambah menjadi 350 outlet ULaMM," ujar Andi. Setiap unit ULaMM Syariah ditargetkan penyaluran pembiayaan Rp 750 juta per bulan. PNM kini memiliki dua outlet ULaMM Syariah di Aceh dan delapan outlet di Padang. Di tahun ini, kata Andi, PNM menargetkan ULaMM konvensional dan syariah dapat menyalurkan pembiayaan sebesar Rp1,4 triliun. ULaMM menjadi unit layanan mikro PNM yang ditujukan pada usaha produktif dan memiliki potensi untuk berkembang. Di akhir 2009 kualitas pembiayaan ULaMM pun terjaga baik dengan rasio pembiayaan bermasalah sebesar 0,3 persen. Untuk mendukung penyaluran pembiayaan di 2010, papar Andi, PNM akan menggunakan dari modal (equity) sebesar Rp 480 miliar, pinjaman dari perbankan Rp 1,1 triliun dan surat utang pemerintah 005 sebesar Rp 500 miliar. "Keseluruhan sumber dana sebenarnya belum memadai dan kami berharap pemerintah bisa memenuhi kekurangan setoran modal PNM," ujar Andi. Ia menambahkan usaha mikro di daerah yang menunggu dana cukup banyak, karena itu perlu adanya keberpihakan pemerintah untuk dapat turut mengembangkan usaha mikro melalui PNM. Pemerintah baru menyetor modal sebanyak Rp 300 miliar, sementara jumlah yang dijanjikan berjumlah Rp 1,2 triliun. Untuk investasi ULaMM syariah dibutuhkan dana Rp 150 juta per outlet. Di tahun ini secara akumulasi dari tahun lalu, kredit program PNM ditargetkan mencapai Rp 200 miliar dan lembaga keuangan mikro syariah sebesar Rp 400 miliar. Di 2009 sendiri, lanjut Andi, PNM mencatat pertumbuhan lebih dari 100 persen dengan aset mencapai Rp 2,7 triliun. "Di 2009 pencapaian melebihi 100 persen sehingga proses turnaround berhasil dengan baik. Hal ini akan terus dilanjutkan PNM di 2010 hingga mencapai 550 unit ULaMM konvensional dan syariah di 2013," tutur Andi.

