Oleh KH Didin Hafidhuddin

Sebagaimana telah sama-sama kita yakini bahwa Islam adalah agama yang sangat 
menekankan pentingnya tanggung jawab sosial kemasyarakatan, di samping 
penguatan hubungan dengan Allah SWT. Sebab, pada dasarnya manusia tidak bisa 
hidup sendiri, akan tetapi harus saling mengenal, berinteraksi, berhubungan, 
dan saling menolong antara yang satu dan lainnya.

Karena itu, refleksi dan manifestasi keimanan seseorang terletak pada dua aspek 
utama, yaitu ketundukan dan kepatuhan pada aturan Allah SWT serta keharmonisan 
hubungan sosial dengan sesama manusia. Kedua kekuatan hubungan yang bersifat 
vertikal dan horizontal inilah yang akan melepaskan manusia dari kehinaan dan 
kemiskinan.

Allah SWT berfirman, ''Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, 
kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) 
dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka 
diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat 
Allah...'' (QS Ali Imran [3]:112).

Terdapat banyak lagi tuntunan agama yang mengaitkan antara keimanan dan 
perilaku sosial seseorang. Mulai dari masalah yang dianggap sederhana, tapi 
punya dampak yang besar, seperti penghormatan kepada tamu, kepedulian terhadap 
tetangga, menumbuhkembangkan silaturahim antara keluarga dan sahabat, sampai 
kepada masalah yang dianggap kompleks dan berat, yang memerlukan pemikiran 
serius dan terencana serta sarana dan prasarana yang cukup, seperti pengentasan 
kemiskinan dan pemberantasan kebodohan. 

Rasulullah SAW bersabda, ''Amal perbuatan yang paling utama setelah beriman 
kepada Allah SWT, adalah saling berkasih sayang dengan sesama manusia.'' (HR 
Thabrani). ''Sedekah yang paling utama adalah engkau memberikan makan pada 
orang yang sedang kelaparan.'' (HR Baihaqy dari Anas).

Di tengah-tengah berbagai persoalan berat yang dihadapi masyarakat dan bangsa 
kita saat ini, penguatan keimanan kepada Allah SWT dan penguatan hubungan 
sosial kemasyarakatan melalui aksi-aksi nyata dan konkret yang dirasakan 
manfaatnya oleh masyarakat, merupakan suatu keharusan dalam rangka melepaskan 
diri dari kungkungan kehinaan dan kemiskinan, baik yang bersifat natural, 
struktural, maupun kultural.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita 
semua. Sehingga, kita menjadi bangsa yang semakin memiliki kekuatan keimanan 
yang termanifestasikan dalam kesalehan pribadi (individual) ataupun kesalehan 
sosial. Wallahu A'lam bi ash-Shawab.

Kirim email ke