JAKARTA--Bank Jabar Banten (BJB) Syariah kini tengah mempersiapkan segala 
persyaratan untuk pengajuan izin operasional. Rencananya paling lambat BJB 
Syariah akan mengajukan izin operasional ke BI pada 8 Februari mendatang.

Ketua Tim Counterpart Spin Off UUS dan Pembentukan BUS Bank Jabar Banten, 
Rukmana, mengatakan pihaknya kini sedang menyiapkan seluruh item yang 
diperlukan untuk pengajuan izin operasional. "Ada 13 item yang perlu 
dipersiapkan untuk mengajukan izin operasional. Salah satunya kami sedang 
menunggu pengesahan akte pendirian perseroan terbatas (PT) dari Kementerian 
Hukum dan HAM," kata Rukmana kepada Republika, Jumat (29/1).

Sementara untuk item lainnya seperti daftar pemegang saham, penetapan direksi, 
rencana bisnis, strategi kelayakan, rencana korporasi, pedoman kerja, pemisahan 
unit usaha syariah dari bank umum konvensional, sistem dan prosedur kerja, 
neraca, infrastruktur SDM dan teknologi informasi telah siap. "Semuanya sudah 
siap dan BI pun sangat mendukung karena jika ada kekurangan mereka langsung 
menghubungi dan kami pun berusaha untuk melengkapi," ujar Rukmana. Pada Selasa 
(2/2), tambah Rukmana, pihaknya dan BI akan melakukan ujicoba teknologi 
informasi untuk memastikan segalanya berlangsung baik. Dalam jajaran direksi 
BJB Syariah nantinya akan terdapat empat orang yang seluruhnya berasal dari 
internal BJB.

Untuk melayani kebutuhan nasabah BJB Syariah memiliki enam kantor cabang, 15 
kantor cabang pembantu dan 28 layanan syariah (office channeling). Tak menutup 
kemungkinan layanan syariah tersebut akan ditingkatkan menjadi kantor cabang 
pembantu jika mengalami perkembangan cukup baik. "Kami juga berencana buka 
jaringan di Jakarta tetapi mungkin akan masuk di sekitar Bekasi atau Serang 
dulu," papar Rukmana. BJB Syariah akan menjadi BUS Bank Pembangunan Daerah 
pertama yang akan beroperasi.

Kirim email ke