SEMINAR SERIES I, Ekonomi Islam = Ekonomi Pancasila??


Pada Sabtu 20 Maret 2010 kemarin Progres kembali melaksanakan program
kerja tahunan dengan menyelenggarakan Seminar Series seri pertama dari
empat rangkaian seminar yang akan dilaksanakan selama satu periode
kepengurusan Progres.  Acara seminar yang mengundang seluruh KSEI
(Kelompok Studi Ekonomi Islam) se-Jabodetabek ini menjadi perhelatan
akbar di bulan Maret karena panitia berhasil mengundang Adiwarman Karim,
seorang yang dikenal sebagia arsitek Ekonomi Islam Indonesia yang juga
Director of Karim Bussines Consulting, pembicara kedua yaitu Ahmad
Affandi Puket 1 STEI Tazkia.

Seminar yang disponsori oleh majalah Sharing, Pkes, BEM STEI TAZKIA, dan
tentunya KSEI Progres ini dimulai sejak pukul 8 pagi dan berlangsung
cukup meriah. Peserta yang hadir memenuhi Ibnu Khaldun Hall, panitia
cukup kewalahan karena diluar dugaan, banyak peserta yang hadir dan
melakukan registrasi on the spot. Kemeriahan tentu didukung oleh tema
yang diusung panitia yaitu "Ekonomi Islam = Ekonomi
Pancasila??". Tema ini memang terinspirasi dari bapak Adiwarman
Karim dalam salah satu tulisannya di harian umum Republika. Panitia
mengangkat tema ini karena ingin mengetahui secara langsung pendapat
Adiwarman Karim yang dirasa kurang diterima oleh kalangan ekonom Islam.
Kedua pembicara membahas tema tersebut hingga tuntas. Menurut Karim,
Ekonomi Islam = Ekonomi Pancasila memang tema yang pernah dia tulis di
sebuah harian umum nasional, menurut beliau, sejatinya umat Islam harus
bisa menafsirkan Pancasila ke dalam nilai-nilai Islam karena penafsiran
umat Islam tentu akan lebih baik dibandingkan penafsiran orang-orang
sekuler terhadap Pancasila. Karim menafsirkan Pancasila dengan Maqashid
Syariah Maqasid Syariah mengandung lima hal, yaitu melindungi agama yang
dalam Pancasila disebut 'Ketuhanan Yang Maha Esa'. Kedua, melindungi
jiwa yang dalam Pancasila disebut 'Perikemanusiaan yang adil dan
beradab'. Ketiga, melindungi keutuhan keluarga besar yang dalam
Pancasila disebut 'Persatuan Indonesia'. Keempat,melindungi akal
pendapat yang dalam Pancasila disebut 'Kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan'. Kelima,
melindungi hak atas harta yang dalam Pancasila disebut 'Keadilan sosial
bagi seluruh rakyat Indonesia'. Terlepas dari sistem Ekonomi Islam itu
sendiri yang sebenarnya belum pernah terwujud di muka bumi ini,
khususnya di Indonesia.

Pembicara kedua, Ahmad Affandi yang juga dosen STEI Tazkia ini lebih
menyoroti dari sisi historikal dan filosofi Sistem Ekonomi Pancasila
(SEP) itu sendiri. Beliau menyatakan SEP memiliki banyak kegagalan dari
sisi Ontologis, Hakekat sejarah Indonesia, Epistimologis, Proses Kerja
SEP, Aksiologi dan dianggap tidak mampu mengidentifikasi gejala ekonomi
rakyat. Sehingga menurut Affandi, perlu ada kajian Teoritis dan Empiris
dikaitkan dengan filsafat ilmu SEP. Tentu itu bukan karakteristik
Ekonomi Islam. Diakhir beliau menyimpulkan dengan tegas bahwa Ekonomi
Islam Bukanlah Ekonomi Pancasila. Peserta menjadi riuh dengan adanya
perbedaan pendapat tersebut, di sesi tanya jawab muncul beberapa
pertanyaan kritis tentang Ekonomi Pancasila. Adiwarman Karim adalah
seorang pembicara yang humoris dan mampu mencairkan suasana yang sempat
tegang, sehingga pembicaraan menjadi lebih kerucut dengan pernyataan
beliau bahwa Ekonomi Islam memang bukan Ekonomi Pancasila jika
pembicaraan itu ada di seputar komunitas Islamic economist dan beliau
mengatakan bahwa tulisan itu ditujukan untuk menghadapi kaum nasionalis
sekuler yang tidak menyukai embel-embel Islam dalam setiap aktivitas
mu'amalah di negeri ini. "fii kulli maqam maqaal" adalah
sebuah kaidah yang mendasari tulisan itu. Akhirnya diskusi yang masih
sangat menarik antusiasme peserta ini ditutup dengan penyerahan
cenderamata kepada Moderator Aam Slamet Rusydiana SEI, Ahmad Affandi
M.Ec dan Ir. Adiwarman Karim, MBA. MAEP serta penyerahan penghargaan
dari manajemen STEI TAZKIA kepada Abdul Wahid Faizin atas prestasinya
meraih juara pertama dalam LKTEI di Temilnas di Medan dan juga
dipenghujung acara ada penampilan nasyid dari tim nasyid angkatan 8 STEI
Tazkia.(shaumi*) *Mahasiswi STEI TAZKIA Jurusan Ilmu Ekonomi Islam
Semester 4, dan salah satu penggurus FOSSEI Jabodetabek

Kirim email ke