Pada prinsipnya, ketika melihat dari sisi perhitungan yang dilakkan oleh masyarakat. Sepertinya perhitungan mereka juga masih bersifat spekulatif. Kenapa? karena ketika mereka berhitung untuk sisi pembiayaan menggunakan prinsip syari'ah (asumsi pada kasus murabahah dengan jangka waktu 3 - 5 thn) itu sudah terhitung biaya margin yang pasti, dan mungkin terlihat mahal apabila cara perhitungan yang dilakukan untuk praktek konvensional disamakan. Seharusnya tidak seperti itu, karena pada perhitungan menggunakan praktek konvensional, kita akan menghitung bunga berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku. Dan itu sangatlah dinamis. Apabila kita perhitungkan dengan tingkat suku bunga pada setiap bulannya naik, dapat dipastikan bunga lebih mahal daripada margin murabahah.
Intinya, di Syari'ah: kita mempunyai prinsip keterbukaan informasi dalam setiap transaksi agar terhindar dari praktek MaGhRiB (Maysir, Gharar, Riba dan Bathil), namun pada sisi konvensional nilai tersebut tidak terpenuhi dengan baik. Klo ada kasus yg sifatnya spesifik, Insya Allah mungkin yang lain dapat menjawabnya lebih komprehensif. Terima Kasih. Widy Nugroho, SEI 08159229945/02192848726 ________________________________ Dari: Erwin FS <[email protected]> Kepada: [email protected]; [email protected] Terkirim: Kam, 15 April, 2010 10:35:25 Judul: Re: {FoSSEI} Re: [ekonomi-syariah] Kenapa Bank Syariah Lebih Mahal? Jika pegawai bank syariah memiliki pemahaman Islam yang relatif bagus (melalui pembinaan terus menerus) dan juga memiliki pengetahuan tentang sistem operasional bank yang baik, mudah2an nasabah dan calon nasabah bisa mendapatkan pengertian yang lebih komprehensif. Mudah2an pegawai bank syariah bisa beradu argumen dengan nasabah yang belum paham. EFS Thu, Apr 15, 2010 :: 15:35:23 wib Sent from BlackBerry® ________________________________ From: Ahmad Ifham <ahmadif...@yahoo. com> Date: Wed, 14 Apr 2010 20:43:05 -0700 (PDT) To: <ekonomi-syariah@ yahoogroups. com> Cc: <fos...@yahoogroups. com> Subject: {FoSSEI} Re: [ekonomi-syariah] Kenapa Bank Syariah Lebih Mahal? Menurut saya, hal itu terjadi karena: 1. Edukasi kurang. Penggiat bank syariah harusnya proaktif dan kompak. 2. Ekspektasi mereka atas janji bahwa syariah lebih adil dan menguntungkan. 3. [Sebagian besar] masyarakat ber-bank adalah mencari kemudahan dan keuntungan. Bukan halal/haram. Usul: Optimalkan potensi conventional media juga social media, agar biaya edukasi bisa ditekan. Optimalkan fungsi Marketing Public Relations (MPR). Mungkin sebagian menganggap MPR itu akal2an aja. Padahal syarat MPR berhasil adalah berdasar fakta yang kredibel. Saya yakin banyak ahli MPR yang siap bantu syariah, asal industri ini serius dan konsisten. Mungkin di beberapa bank syariah sudah ada fungsi ini. Yang terpenting dari membesarkan industri syariah adalah semua lembaga keuangan syariah profit non profit kompak. Saya masih yakin bahwa masyarakat muslim masih bisa diarahkan agar mau menggunakan sistem ekonomi syariah (termasuk bank), adalah karena alasan halal. So, mahal pun gak masalah. Isu halal/haram ini masih dominan, karena kalo mau head to head kasih layanan prima ke masyarakat, akan kalah jauh dibanding konvensional. Regards, Ahmad Ifham Sholihin ________________________________ From: Irwan <irwansi...@yahoo. com> To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com Sent: Wed, April 14, 2010 10:58:37 PM Subject: [ekonomi-syariah] Kenapa Bank Syariah Lebih Mahal? Banyak Orang ketika melihat brosur pinjaman modal usaha/pembiayaan syariah lainnya banyak yang mengeluh: 1. "Loh Kok Ini lebih Mahal dari Bank Konvensional? " 2. "Kok Bunga di Bank Syariah lebih besar?" 3. dll Kenapa Begitu y? Kok bisa pernyataan ini bisa terucap? ada yang bisa kasih wejangan? atau kenapa y pernyataan kedua bisa terucap seperti itu y? Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web. Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Online. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

