Ikutan share ah,
Sekian tahun lalu saya pernah mengajukan pembiayaan di bank syariah. Sebelumnya 
saya tidak pernah mengajukan di bank konvensional. Saya malah tidak ngitung 
marginnya lebih mahal atau lebih murah. Karena prinsip saya waktu itu, margin 
itu pasti udah diitung dengan logis, dan yang penting diapprove deh, hehe. 
Apakah bank syariah itu ngelirik suku bunga, yaa begitulah lazimnya bank. Sampe 
sekarang saya mengangsur saja dan tidak tertarik membandingkan dengan itung2an 
bank konvensional misalnya. Oiya, marketingnya gak ada minta apapun kecuali 
berkas2 yg diperlukan untuk pembiayaan, hehe.. dan saya juga gak ada inisiatif 
untuk kasih apapun.

So, mari bersama2 melakukan sosialisasi, edukasi, dan membesarkan industri ini. 
Cuma, saya termasuk yang tidak akan bilang bahwa saat ini bank syariah sudah 
sempurna syariah. 

Regards,
Ahmad Ifham Sholihin

 



________________________________
From: siti darojah <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]
Sent: Thu, April 15, 2010 4:52:45 PM
Subject: Re: {FoSSEI} Re: [ekonomi-syariah] Kenapa Bank Syariah Lebih Mahal?

  


1. Mengapa dikatakan bunga di bank syariah mahal? Apakah yang mengatakan itu 
pernah mengajukan pembiayaan di bank syariah atau hanya mendengar dari pihak 
lain? Margin atau nisbah adalah hasil kesepakatan. Saya pribadi sewaktu jadi 
wartawan pernah mengajukan pembiayaan ke BSM dan Muamalat. Biasa saja tuh. Sama 
saja dengan ketika saya ke  bank konvensional, BRI dan Bukopin. Saya pernah 
jadi nasabah pembiayaan keempat bank tersebut. 
2. Sampai sekarang pun, keluarga saya (kakak dan adik) masih punya pembiayaan 
di beberapa bank syariah dan nonsyariah untuk pengembangan usaha. Keluarga kami 
masih punya utang di bank swasta terbesar, bank BUMN terbesar, dan bank syariah 
juga. Marginnya sama-sama aja. Paling selisih sedikit. Tidak terlalu terasa 
kalau untuk kami yang bergerak di bidang usaha. Kebetulan kalau untuk akad 
kredit, saya sering ikut karena nama saya dicantumkan sebagai salah satu 
Direktur. Meskipun aslinya, saya adalah wartawan. 
3. Bahkan saya pernah berhubungan dengan unit usaha syariah salah satu 
bank. Itulah pertama kali kami berhubungan dengan bank syariah. Waktu itu, 
ajaib karena ketika kami hendak memberi uang tips setelah kredit kami cair, 
petugas marketing bank menolak. padahal itu praktik lazim di bank konvensional. 
Bagi kami di dunia usaha, itu juga masih biasa. 
4. Jadi kesimpulannya, masuklah ke sebuah lembaga dengan kepala kosong dari 
prasangka. Kami datang saja mengajukan pembiayaan tanpa menghitung-hitung ini 
bank syariah atau bukan. Waktu itu, kami berpikir ingin coba-coba saja, selain 
karena saya juga mulai jadi wartawan di ekonomi syariah. Karena sudah biasa 
usaha, kami sudah tahu ancer-ancer margin di bank. Kalau kemahalan ya di nego 
saja... Malah di bank syariah saya pernah minta diskon margin saat pembiayaan 
sudah di tengah jalan dan dikabulkan.. .I

Alhamdulillah usaha kami tetap jalan, meski masih harus melunasi banyak utang 
di bank. That's life. 

Ini benar-benar pengalaman pribadi
enci siti darojah


--- On Wed, 4/14/10, Ahmad Ifham <ahmadif...@yahoo. com> wrote:


>From: Ahmad Ifham <ahmadif...@yahoo. com>
>Subject: {FoSSEI} Re: [ekonomi-syariah] Kenapa Bank Syariah Lebih Mahal?
>To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
>Cc: fos...@yahoogroups. com
>Date: Wednesday, April 14, 2010, 8:43 PM
>
>
>  
>Menurut saya, hal itu terjadi karena:
>1. Edukasi kurang. Penggiat bank syariah harusnya proaktif dan kompak.
>2. Ekspektasi mereka atas janji bahwa syariah lebih adil dan menguntungkan.
>3. [Sebagian besar] masyarakat ber-bank adalah mencari kemudahan dan 
>keuntungan. Bukan halal/haram.
>
>Usul:
>Optimalkan potensi conventional media juga social media, agar biaya edukasi 
>bisa ditekan. Optimalkan fungsi Marketing Public Relations (MPR). Mungkin 
>sebagian menganggap MPR itu akal2an aja. Padahal syarat MPR berhasil adalah 
>berdasar fakta yang kredibel. Saya yakin banyak ahli MPR yang siap bantu 
>syariah, asal industri ini serius dan konsisten. Mungkin di beberapa bank 
>syariah sudah ada fungsi ini. 
>Yang terpenting dari membesarkan industri syariah adalah semua lembaga 
>keuangan syariah profit non profit kompak. Saya masih yakin bahwa masyarakat 
>muslim masih bisa diarahkan agar mau menggunakan sistem ekonomi syariah 
>(termasuk bank), adalah karena alasan halal. So, mahal pun gak masalah. Isu 
>halal/haram ini masih dominan, karena kalo mau head to head kasih layanan 
>prima ke masyarakat, akan kalah jauh dibanding konvensional.
>
>Regards,
>Ahmad Ifham Sholihin
> 
>
>
>
________________________________
From: Irwan <irwansi...@yahoo. com>
>To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
>Sent: Wed, April 14, 2010 10:58:37 PM
>Subject: [ekonomi-syariah] Kenapa Bank Syariah Lebih Mahal?
>
>  
>Banyak Orang ketika melihat brosur pinjaman modal usaha/pembiayaan syariah 
>lainnya banyak yang mengeluh:
>1. "Loh Kok Ini lebih Mahal dari Bank Konvensional? "
>2. "Kok Bunga di Bank Syariah lebih besar?"
>3. dll
>Kenapa Begitu y?
>Kok bisa pernyataan ini bisa terucap?
>ada yang bisa kasih wejangan?
>atau kenapa y pernyataan kedua bisa terucap seperti itu y?
>
>
> 




      

Kirim email ke