Berpacu dengan Waktu
Oleh : Noni Soraya
''Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran, dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran." (QS Al-Ashr [103]: 1-3)
Demikian dalam dan padat makna surat tersebut, tidak heran dulu dua orang sahabat Rasulullah SAW jika bertemu, mereka tidak berpisah hingga salah satunya membacakan surat ini kepada yang lainnya hingga selesai. Baru setelah itu mereka mengucapkan salam dan berpisah.
Surat tersebut menyadarkan kita betapa tiap detik waktu hidup di dunia ini sangat berharga. Mereka yang lalai mengisi waktu dengan kebajikan menjadi sosok yang merugi. Betapa sedikit waktu yang dimiliki seiring dengan cepatnya pergantian siang dan malam.
Kita tidak pernah tahu berapa lama waktu yang diberikan selama hidup di dunia. Semuanya misteri dan rahasia Allah SWT. Apabila waktu yang diberikan telah habis, ''Sedetik pun tidak akan bisa dimajukan ataupun dimundurkan.'' (QS Al-A'raf [7]: 34). Maka, modal waktu yang diberikan Allah SWT harus mendapat perhatian serius, apa hasil yang ingin dicapai dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Jangan sampai kita seperti sekelompok umat di akhirat nanti yang menyatakan, ''Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkanku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?'' (QS Al-Munafiqun [63]: 10). Percuma saja menyesal pada saat itu, karena sudah berada di Yaumul Mahsyar.
Waktu adalah kehidupan kita sendiri. Bila waktunya habis, kita akan mati. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmizi dalam kitab Sahih al Jami', Rasulullah SAW bersabda, ''Belum lagi telapak manusia yang mengantarkan kita di kuburan --saat dibaringkan dalam liang lahat-- berangkat pulang, kita sudah ditanyai empat hal oleh Allah SWT, salah satu di antaranya adalah umur.'' Kelak kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT, ke mana saja umur dihabiskan.
Tidak mengherankan, Rasulullah SAW mengingatkan, ''Ambillah kesempatan lima sebelum lima: mudamu sebelum tua, sehatmu sebelum sakit, kayamu sebelum melarat, hidupmu sebelum mati, dan senggangmu sebelum sibuk,'' (HR Al Hakim dan Al Baihaqi). Seiring berakhirnya perjalanan di alam dunia, manusia memasuki perjalanan menuju akhirat. Seiring dengan merapuhnya fisik, selayaknya manusia mengisi waktunya dengan memperbanyak ibadah dan melakukan hal-hal yang bermanfaat.
Demi
Masa
(Raihan)
Demi masa...
Sesungguhnya manusia
kerugian
Melainkan...
Yang beriman dan beramal saleh
Ah...
Demi
masa...
Sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan...
Nasihat kepada
kebenaran dan kesabaran
Ah...
( korus 1 )
Gunakan kesempatan yang
masih diberi
Moga kita takkan menyesal
Masa usia kita jangan
disiakan
Kerna ia takkan kembali
( korus 2 )
Ingat lima perkara,
sebelum lima perkara
Sihat sebelum sakit
Muda sebelum tua, kaya sebelum
miskin
Lapang sebelum sempit
Hidup sebelum mati
Demi
masa...
Sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan...
Yang beriman dan
beramal saleh
Ah...
( ulang korus1, korus2 )
"Demi Masa" Album Terakhir Raihan Bersama Azhari
Jakarta, Sinar
Harapan
Gunakan kesempatan yang diberi/ Moga kita takkan menyesal/Masa usia
kita jangan disiakan/Kerna ia takkan kembali/ Ingat lima perkara sebelum lima
perkara/Sihat sebelum sakit/ Muda sebelum tua/Kaya sebelum miskin/ Lapang
sebelum sempit/ Hidup sebelum mati...
Album terbaru Demi Masa agaknya bakal
menjadi album paling penuh kenangan bagi kelompok nasyid asal Malaysia, Raihan.
Tak ada yang menyangka ketika salah satu personel Raihan, Abu Bakar Mohd. Yatim
menuliskan lirik lagu Demi Kata yang dijadikan lagu andalan dalam album terbaru
mereka berjudul sama, ternyata merupakan pertanda kelompok nasyid kontemporer
ini bakal ditinggalkan oleh se-orang personelnya, Azhari
Ahmad.
Zairie-panggilan akrab Azhari-berpulang menghadap Sang Khalik tepat
pada hari ulang tahunnya yang ke-33 tanggal 29 September 2001 menjelang tengah
malam waktu Malaysia. Kepergian Azhari begitu mendadak dan sama sekali tak
terduga. Saat itu, Raihan baru saja menerima Era Awards 2001 di Genting
Highlands ketika Zairie tiba-tiba terkena serangan jantung dan mengembuskan
napasnya yang terakhir.
"Kita tidak ada yang menyangka karena tidak ada
tanda-tanda sakit. Beliau cuma mengeluh capek karena memang jadwal Raihan padat
sekali," kata seorang personel Raihan Che Amran Idris ketika ditemui di Hotel
Century Park Atlet, Jakarta, Jumat siang (30/11).
Sebelum berpulang, Zairie
masih sempat menyelesaikan rekaman album terbaru dan video klip Demi Masa yang
selesai dibuat bulan September. Kepergian Zairie tentu saja meninggalkan duka
mendalam, meski kepergian salah satu personel bukan hal yang baru bagi Raihan.
******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
