Tadabbur 22 : Wanita Shalihah Di Bulan
Suci Rabu, 18 Oktober 06 - oleh :
Redaksi
Wanita di bulan Ramadhan memiliki banyak
pilihan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan lebih mendekatkan diri kepada
Allah swt. Bagi wanita yang masih produktif dan belum mencapai usia monopause,
biasanya ada jenjang masa haidh yang menghalanginya untuk menunaikan
ibadah-ibadah tertentu yang mensyaratkan kesucian jasmani.
Tapi, apakah
masa haidh itu menjadi halangan wanita dalam mencapai kesempurnaan ibadah di
bulan Ramadhan? Apa pilihan-pilihan yang memungkinkan wanita untuk memaksimalkan
dirinya guna beramal dalam kondisi demikian? Bagaimana wanita mengakselerasikan
amalnya dalam mencapai ridha Allah dan balasan yang berlipat dari-Nya?
Masa haidh bukan menjadi penghalang bagi wanita untuk beribadah dalam
setiap saat, termasuk di bulan Ramadhan. Masa haidh adalah ketetapan Allah swt.
yang tidak mungkin ditolak dan dijadikan kambing hitam penyebab kurangnya amal
shaleh atau batasan dalam melakukan kebaikan. Wanita yang cerdas dan
berorientasi akhirat pasti melihat banyak pintu-pintu kebaikan yang terbuka
untuknya dalam kondisi apa pun, termasuk masa-masa haidh.
Masa-masa
Suci
Masa-masa suci wanita adalah waktu yang sangat berharga, karena
masa suci merupakan periode dimana wanita bebas melakukan ibadah-ibadah tertentu
yang mensyaratkan kesucian. Oleh karena itu, puasa, shalat wajib ataupun sunah,
umroh, bertawaf, dan lain-lain dapat dimaksimalkan dalam bulan Ramadhan pada
masa-masa suci ini.
Shalat sunah hendaknya ditingkatkan kuantitas dan
kualitasnya sekaligus. Nilai keutamaan shalat sunah di bulan Ramadhan
ditinggikan oleh Allah swt. menjadi senilai dengan nilai keutamaan shalat fardu
di luar bulan Ramadhan. Hal ini merupakan keuntungan yang besar, bila wanita
memanfaatkannya pada masa-masa sucinya.
Apalagi bila wanita lebih banyak
memiliki waktu luang di rumah. Tugas memasak dan urusan rumah tangga lainnya,
-walaupun ia juga merupakan bentuk ibadah lain- sebaiknya dilakukan pada
waktu-waktu yang bukan waktu utama.
Waktu-waktu utama seperti sepertiga
malam terakhir, malam hari lebih utama daripada seluruh waktu siang secara umum.
Sebelum subuh dan setelahnya hingga waktu dhuha sebaiknya digunakan untuk
beribadah mahdhah (murni) seperti shalat sunah, membaca al-Qur'an dan lain-lain.
Saat-saat menjelang buka puasa, seharusnya wanita tidak lagi disibukkan
oleh urusan-urusan perlengkapan berbuka, tapi telah memusatkan diri dalam
berdoa, berzikir, dan bermunajat kepada Allah swt. Saat-saat menjelang buka
puasa termasuk waktu yang membuat kita sangat dekat dengan Allah swt. dan
peluang makbulnya doa sangat besar. Walaupun secara umum, sepanjang waktu kita
berpuasa merupakan jaminan waktu dimakbulkan doa seseorang oleh Allah swt.
Pada masa suci ini, terbuka lebar bagi wanita untuk meningkatkan
interaksinya dengan Al-Qur'an. Membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar, bisa
diasah terus-menerus sehingga dapat mencapai tingkat orang-orang yang mahir
dalam membaca Al-Qur'an. Latihlah lidah dengan tahsin dan memperbaiki bacaan
Al-Qur'an.
Tidakkah anda ingin mendapatkan janji Rasulullah saw., Orang
yang mahir dalam Al-Qur'an, maka dia bersama para rasul yang mulia dan berbakti,
sedangkan orang yang membacanya dengan terputus-putus mengejanya, dan dia merasa
kesulitan dalam membacanya, maka baginya mendapatkan dua pahala. (HR. Bukhari
dan Muslim)
Berumrahlah di bulan Ramadhan karena Rasulullah saw.
berpesan kepada seorang wanita Anshar, "Berumrahlah, karena umrah di bulan
Ramadhan itu, pahalanya sama dengan pahala berhaji bersamaku". (HR. Bukhari dan
Muslim)
Sesungguhnya, perhiasan Anda adalah dua raka'at di waktu sahur,
bersedekah dengan sembunyi-sembunyi yang tidak diketahui melainkan hanya oleh
Allah swt. semata-mata, air mata hangat yang membersihkan kesalahan-kesalahan,
sujud yang panjang di atas sajadah ibadah, rasa malu kepada Allah swt. ketika
digoda oleh instink-instink keburukan dan ajakan-ajakan syaitan.
Masa-masa Haidh atau Tidak Suci
Bersungguh-sungguhlah
Anda dalam menegakkan kebaikan di jalan Allah swt. dan bergembiralah dengan
khabar gembira yang terdapat di dalam hadits, bila seorang wanita taat kepada
Tuhannya, mendirikan shalat lima waktunya, menjaga kehormatannya, dia pasti
masuk ke surga Tuhannya" (HR. Ahmad).
Bangkit dan rapikanlah rumah Anda,
perpustakaan pribadi Anda. Tunaikanlah tugas Anda. dengarkanlah kaset yang
bermanfaat, atau duduklah bersama para tetangga dan teman-teman Anda lalu
bahaslah bersama mereka bahasan yang dapat mendekatkan Anda dan mereka kepada
Allah.
Jangan sekali-kali Anda tunduk kepada kekosongan dan
pengangguran. Perhatikanlah penampilan Anda, kecantikan tubuh Anda, dan memakai
wewangian di dalam rumah Anda, duduk dengan tertib di majlis Anda, berakhlak
baik menyambut suami Anda, di hadapan anak-anak Anda, saudara-saudara dan
kerabat-kerabat Anda serta teman-teman Anda dengan senyuman yang tulus dan
lapang dada.
Allah swt. menjanjikan balasan dan kedudukan yang sama di
sisi-Nya pada setiap wanita sebagaimana Dia menjanjikan kepada laki-laki. Dia
memuji wanita sebagaimana memuji laki-laki, Allah swt. Berfirman,
Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan
perempuan yang mu'min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya,
laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar,
laki-laki dan perempuan yang khusyu`, laki-laki dan perempuan yang bersedekah,
laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara
kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah
telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (Al-Ahzab: 35).
Ayat ini menunjukkan bahwa Anda adalah pasangan dan mitra laki-laki,
bahwa pahala Anda tersimpan di sisi Allah swt. Jadi, Anda memiliki kesempatan
berbuat banyak kebajikan di rumah tangga Anda dan di masyarakat yang akan
mengantar Anda menuju ridha Allah swt.
Pilihlah teladan dalam hidup
Anda, Asiyah isteri Fir'aun, Maryam, Khadijah, Aisyah, Asma', Fathimah, semoga
Allah meridhai mereka semuanya.. Mereka adalah wanita-wanita terpilih dan
baik-baik, wanita-wanita mukminah, ta'at, berpuasa dan mendirikan shalat. Mereka
ridha kepada Allah swt. dan Allah swt. pun ridha kepada mereka.
Cobalah
keberuntungan Anda dengan buku yang bermanfaat, kaset yang berfaidah, baik
dengan membaca ataupun mendengar. Simaklah tilawah yang merdu dari Kitabullah.
Semoga satu ayat saja dapat menggetarkan jiwa Anda, masuk ke dalam hati dan
menyentuh nurani Anda. Dengan demikian, bersamanya datanglah hidayah dan cahaya,
dan bersamanya hilanglah rasa putus asa, keraguan, syubhat, dan depresi.
Telaahlah dalam-dalam rekaman-rekaman hadits, bacalah sabda nabi dalam
kitab 'Riyadhus Shalihin'. Pasti Anda mendapatkan obat yang mujarab dan ilmu
yang bermanfaat, yang menjaga Anda dari ketergelinciran dan kesalahan,
menyembuhkan Anda dari penyakit.
Jadi, obat Anda terdapat dalam wahyu
yang ada dalam al-Qur'an dan sunnah. Ketenangan Anda terdapat dalam keimanan.
Kebahagiaan dan buah hati Anda ada dalam shalat. Kesehatan hati Anda ada dalam
keridhaan. Ketenteraman nurani ada dalam kepuasan. Kecantikan wajah Anda ada
dalam senyuman. Penjagaan kehormatan Anda ada dalam hijab menutup aurat. Dan,
kedamaian jiwa Anda ada dalam berzikir.
Pakailah pakaian ketakwaan.
Dengan demikian, Anda menjadi wanita paling cantik sejagat, walaupun pakaian
Anda compang-camping. Dan jadikanlah selendang Anda, selendang rasa malu, karena
dengan demikian Anda adalah wanita yang paling anggun di alam semesta, walaupun
Anda tidak beralas kaki. Jauhilah kehidupan wanita-wanita bejat, kafir, ahli
sihir, pelacur, dan tuna susila, karena mereka adalah bahan bakar neraka
jahannam.
Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling
celaka (Al-Lail: 15).
Kelolalah nikmat Allah swt. dengan mensyukuri dan
mentaati-Nya. Allah swt berfirman,
Mereka mengetahui ni`mat Allah,
kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang
kafir (An-Nahl: 83).
Jauhilah sikap kufur nikmat, karena sikap demikian
sangat berbahaya, Allah swt berfirman,
Tidakkah kamu perhatikan
orang-orang yang telah menukar ni`mat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan
kaumnya ke lembah kebinasaan? (Ibrahim: 28).
Tetaplah di rumah Anda,
melainkan untuk urusan penting. Karena sesungguhnya rumahmu adalah rahasia
kebahagiaanmu.
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu
berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu (al-Ahzab:
33).
Di dalam rumah, pasti Anda temukan hakikat kebahagiaan dan dapat
menjaga kehormatan Anda, wibawa, dan rasa malu Anda.
Sesungguhnya
diantara jalan mencapai kebahagiaan dan meraih pahala kebaikan Anda adalah
dengan memahami agama Anda, sebagaimana Rasulullah saw. Bersabda,
"Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah swt., maka dia akan
dipahamkan tentang agama". (HR. Bukhari dan Muslim)
Sadarilah bahwa
sesungguhnya amal Anda yang paling mulia adalah mengenal dan mengetahui maksud
Allah swt. dalam Kitab-Nya dan maksud Rasulullah saw. dalam sunnahnya.
Perbanyaklah mentadabburi dan mempelajari Al-Qur'an bersama saudari-saudari
Anda.
Wanita muslimah salehah adalah wanita yang pandai melayani
suaminya dan mentaatinya, setelah mentaati Tuhannya. Rasulullah saw. telah
memuji wanita seperti ini, dan menjadikannya sebagai teladan dimana laki-laki
sangat beruntung mendapatkannya. Ketika Rasulullah saw. Ditanya, "siapa wanita
yang paling baik? Rasulullah saw. Bersabda, "wanita yang menyenangkan suami
bila melihatnya, mentaatinya bila menyuruhnya, dan tidak menentangnya dalam
dirinya dan tidak pula membelanjakan harta bendanya dengan sesuatu yang dibenci
oleh suaminya". (HR. An-Nasa'i)
Teladanilah Khadijah Al-Kubra istri
pertama dan istri yang paling dicintai oleh Rasulullah saw. Selama menikah
dengannya, Rasulullah tidak pernah memikirkan wanita lain di samping Khadijah.
Rasulullah hidup dalam suasana yang penuh dengan cinta dan kasih sayang.
Khadijahlah yang menghibur suaminya ketika dalam perjuangan dilanda
berbagai derita. Dialah yang mengorbankan seluruh hartanya ketika suaminya
memerlukannya. Dialah yang mendampingi suaminya dalam suka dan duka. Sehingga,
Rasul bersabda, "Tidak ada seorang pun yang dapat menggantikan Khadijah."
Kebaktian pada suami di dalam Islam adalah ibadah yang utama. Oleh sebab
itu, hormatilah. Berikan kepadanya penghormatan dan kecintaan sepenuhnya. Insya
Allah, Allah akan memberkati keluarga yang seperti demikian.
Rasulullah
saw. telah mengaitkan antara masuknya wanita ke surga dengan keridhaan suaminya.
Dari Ummu Salamah ra. Berkata, Rasulullah saw. Bersabda, " Siapa pun wanita yang
meninggal dalam keridhaan suaminya, maka pasti masuk surga". (HR. Tirmidzi)
Jangan sekali-kali Anda ragu, bingung dan merasa hina, karena ingin
bertaubat. Allah swt. mencintai orang-orang yang bertaubat mensucikan diri.
Allah berfirman,
...Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai
orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (An-Nur: 31)
Taubat
adalah mencuci hati dengan air mata penyesalan. Ia adalah api yang membakar
dalam hati, iba kepada diri sendiri dalam jiwa, rasa kehancuran dalam nurani,
dan cucuran air mata di pipi. Sesungguhnya, taubat itu adalah awal maqam
orang-orang yang berjalan menuju Allah swt. Ia adalah bekal dan modal bagi
orang-orang yang beruntung dan kunci istiqomah orang-orang yang condong kepada
agama Allah swt.
Seorang yang bertaubat harus berkeluh kesah, mengaduh
dan menangis. Bila orang lain merasa tenang dari azab Allah swt., hatinya tidak
merasa tenang, dihantui oleh rasa takut taubatnya tidak diterima. Bila orang
lain merasa tenteram, dia tidak pernah berhenti menangis tersedu-sedu. Bila
orang lain beristirahat tenang, dia tidak bosan-bosan merintih dan merinding
kulitnya.
Bila dia mengingat besar dosanya dan banyak kesalahannya,
kesedihannya menjadi-jadi, api nuraninya membara, air matanya bercucuran,
nafasnya tersengal-sengal dan terasa sesak karena dadanya terasa seolah
terbakar. Dia telah berbulat tekad untuk berlomba-lomba menghadapi hari Esok,
dan meremehkan segala urusan dunia agar mampu melewati shirath yang berada di
atas neraka jahannam dengan kecepatan setinggi-tingginya.
Ramadhan kali
ini adalah pintu bagi kaum wanita untuk tampil paling cantik di sisi Tuhannya.
Penampilan pemburu takwa dan surga Allah.
Sumber : 30 Tadabur
Ramadhan - Menjadi Hamba Rabbani - IKADI
|