Pak, apakah ini dlm rangka puasa sunnah menjelang Hari Raya Ied Adha yg jatuh
ahad, 10 Djulhidjah/31 Des nanti? dan kalo ane lihat puasa Sabtu yg 'terlarang'
ini persisnya dlm keadaan sendirian tanpa sebelum dan/ sesudahnya. Ini layaknya
tidak dianjurkan puasa yg jatuh pada hari Jum'at. Sedangkan, Puasa Tarwiyah
dalam rangka Hari raya Haji tahun ini akan jatuh pada Jum'at ini dan
dilanjutkan dgn puasa Arafah pada hari Sabtu, 9 Djulhidjah/30 Desember. Jadi,
kemungkinan nya adalah puasa Arafah nanti bisa dijalankan dengan niat
melanjutkan puasa Tarwiyah sehari sebelumnya. wallahu a'lam.
----- Original Message -----
From: Cucun Wahyudi
To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
Sent: Tuesday, December 26, 2006 8:49 AM
Subject: [ FUPM-EJIP ] Puasa Sunnah pada hari sabtu
Assalamu'alaykum,
semoga bermanfaat,
Dalam al-Wajiz hal. 203, di dalam sub bab yang berjudul al-Ayyamu al-Munha
’an Shiyaamiha (hari-hari yang terlarang berpuasa), no.4, Syaikh Abdul Azhim
Badawi hafizhahullahu memasukkan hari Sabtu secara bersendirian termasuk hari
yang terlarang berpuasa di dalamnya. Berdasarkan hadits dari Abdullah bin Busr
as-Sulami dari saudarinya yang bernama ash-Shamma’, bahwasanya Nabi Shallallahu
’alaihi wa Sallam bersabda : ”Janganlah berpuasa pada hari Sabtu kecuali puasa
yang diwajibkan kepada kalian, jika kalian tidak mendapatkan apapun kecuali
hanya kulit pohon anggur atau ranting pohon, maka kunyahlah”. (Hadits Shahih :
Shahih : 2116; Sunan Abu Dawud (VII/66/4303); Sunan Turmudzi (II/123/741) dan
Sunan Ibnu Majah (I/550/1726), lihat takhrijnya di dalam al-Wajiz hal. 203)
Syaikh al-Albany Rahimahullahu berpendapat bahwa berpuasa pada hari Sabtu
hukumnya haram secara mutlak (al-Irwa’ : IV/122) dan pendapat beliau dikuatkan
oleh Syaikh Ali Hasan al-Halaby dalm Zahru ar-Raudli fi Hukmi Shiyaami Yawmi
Sabti fi Ghoyril Fardli. Syaikh Abdul Azhim Badawi dalam al-Wajiz fi Fiqhis
Sunnah memasukkan hari Sabtu sebagai hari-hari terlarang dan haram jika
dilaksanakan bersendirian, sedangkan jumhur ulama menyatakan hukumnya adalah
makruh sebagaimana pendapat Syaikh Abul Hasan al-Ma’ribi dalam Silsilah Fatawa
Syar’iyah, sebagian lagi memperbolehkan secara mutlak seperti Syaikh Abu
Abdillah Mustofa al-‘Adawi, Syaikh Usamah Abdul Aziz (dalam Shiyaamu Tathawu’
Fadha’il wal Ahkam
– terjemahan : Puasa Sunnah, penerbit : Darul Haq), Syaikh Abu Ishaq
al-Huwaini (dalam tanya jawab di http://www.alheweni.com) dan selainnya.
Demikian pula apa yang dikuatkan oleh Syaikh Abu ’Umar al-’Utaibi.
dinukil dari tulisan :
Abu Salma al-Atsary
http://abusalma.wordpress.com/2006/09/13/kontroversi-puasa-sunnah-hari-sabtu-1/
Ibnu Rusyd berkata dalam Bidayatul Mujtahid (V/216-217) : “Hari-hari yang
dilarang berpuasa ada yang telah disepakati dan ada yang masih diperselisihkan.
Adapun yang telah disepakati adalah pada hari Fithri dan Adlha yang telah
tsabat larangannya. Adapun yang diperselisihkan adalah hari-hari tasyriq, hari
syak, hari Jum’at, hari Sabtu, pertengahan akhir bulan Sya’ban dan puasa
Dahri…” beliau melanjutkan ucapannya, “Adapun hari Sabtu, maka sebab terjadinya
perselisihan adalah karena perbedaan di dalam menshahihkan hadits yang
diriwayatkan dari Nabi bahwasanya beliau bersabda : “Janganlah kalian berpuasa
pada hari Sabtu kecuali puasa yang telah diwajibkan kepada kalian”…”.
------------------------------------------------------------------------------
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************