________________________________

From: Susiana  
 Sent: Tuesday, March 13, 2007 9:59 AM
To: TRIPOLYTA LADIES; muslimmen; Muslim-Arema
Cc: Nety Budiningsih; Ika Aprilia; Galih H. Praptowo; Fdb_Washing; edi
saputra; budi santoso; Agus KH; ades; achmad mutasim
Subject: SOLUSI PROBLEMA PARA PEMUDA


 


 
BismillaaHir Rohmaannir Rohiim
Assalamu'alaykum wa RohmatulloHi Ta'alaa wa BarokatuHu
 
 
Solusi Problema Para Pemuda 
<http://kajian.ej.am/beranda/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=3
4>  
<http://kajian.ej.am/beranda/index2.php?option=com_content&task=view&id=
34&pop=1&page=0&Itemid=1>  
<http://kajian.ej.am/beranda/index2.php?option=com_content&task=emailfor
m&id=34&itemid=1>  
Written by Syeikh Muhammad Bin Jamil Zainu    
Thursday, 01 February 2007 
Sesungguhnya obat yang paling utama bagi masalah para pemuda adalah
MENIKAH, bila hal ini memungkinkan dan bila faktor-faktor yang berperan
dalam masalah pernikahan tidak menjadi masalah (tidak terdapat
kesulitan).

 

Misalnya dengan sudah adanya mahar. Hal ini seperti sabda Nabi
Shallallohu 'alaihi Wa Sallam:
" Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang telah sanggup
(mempunyai) ba'ah (kemampuan jima' dan mata pencaharian-pent), hendaknya
ia menikah. Karena hal ini lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga
kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu maka hendaknya ia berpuasa
karena puasa itu akan menjadi wija' (perisai) baginya"  (Mutaffaq Alaih)

Wija' bisa bermakna meringankan dorongan seksual.

     Hendaknya pernikahan tidak menghalangi kelangsungan belajar bila
pemuda itu dari keluarga kaya, dan ia mempunyai ayah yang bisa mencukupi
kebutuhannya atau ia mempunyai harta ataupun pekerjaan,
Seharusnya orangtua tidak menunda menikahkan puteranya ketika telah
mencapa usia baligh bila orangtua tersebut dalam keadaan
mampu.Pernikahan lebih baik daripada membiarkan anaknya membujang,
mengunjungi tempat-tempat yang keji (seperti lokalisasi, bar, dll) dan
akhirnya melumuri ayahnya dengan nama yang jelek. Hal ini menjadikan
ayahnya berdosa atas dirinya dan juga anaknya.

     Hendaknya seorang anak meminta ayahnya menikahkannya bila ayahnya
seorang yang kaya (mampu) dan sepantasnya ia mencari keridhoan ayahnya
dan mempergauli ayahnya dengan baik.
Selayaknya setiap orang mengetahui bahwa tidaklah Allah mengharomkan
sesuatu kecuali Ia menghalalkan sesuatu yang lainnya sebagai gantinya.
Allah  mengharomkan riba dan menghalalkan perdagangan. Alloh
mengharomkan zina dan menghalalkan pernikahan. Dan pernikahan adalah
solusi terbaik bagi problema para pemuda.
     Namun apabila menikah bukan menjadi hal yang mudah bagi seorang
pemuda karena ia miskin dan tidak mempunyai mahar serta nafkah, maka
solusi yang afdhol baginya adalah:

*       Puasa yang syar'i sebagai pengamalan terhadap hadits yg telah
lewat; "dan barang siapa yang belum mampu,maka hendaklah ia
berpuasa,karena puasa akan menjadi perisai baginya  puasa akan menjaga
seorang pemuda karena dapat meringankan syahwatnya. puasa itu bukan
hanya berhenti makan dan minum saja, namun juga menghindari pemandangan
yang harom, bercampur denagn wanita, menonton film-film porno,
cerita-cerita yang mengumbar nafsu, dan hubungan hubungan cinta dengan
lawan  jenis. 
*       
*       Seorang pemuda harus menahan diri dari memandang wanita. Larena
Alloh menjadikan kesehatan (jiwa dan raga- pent) itu bersama penjagaan
diri dan Ia memberikan penyakit dan musibah sebagai akibat mengikuti
syahwat bila seseorang tidak menaahan diri darinya.Seorang pemuda tidak
diperbolehkan memandang wanita kecuali dengan jalan yang dibenarkan.
Jalannya adalah pernikahan, yang dengannya akan memberikan nama baik dan
akibat yang baik pula. 
*       
*       Menahan diri dan memacu diri (melawan kecondongan jiwa,
beraktifitas dengan sesuatu yang menyibukkan-pent). Para psikolog
menyebutkan bahwa libido (dorongan seksual) didalam diri seseorang dapat
ditekan dan diatasi. 
*       
*       Bila belum memungkinkan bagimu untuk menikah maka janganlah
engkau mendekati zina dan hendaklah engkau berlomba (mengalahkan
kecenderungan jiwa-pent) denagn membebaskan jiwamu mealui kesungguhan
(usaha keras) secara ruhiyah seperti shalat, puasa, membaca Al-Quran,
membaca Hadits Nabi, biografi (para Salaf) yang semerbak (dengan
kebaikan), dan lain lain 
*       
*       Atau dengan menggunakan tenaga untuk mengerjakan sesuatu dan
menenggelamkan diri membahas sesuatu (yang bermanfaat), atau dengan
mencurahkan tenaga, pikiran,dan waktu untuk melukis atau
kesibukan-kesibukan lain. Misalnya melukis pemandangan dengan
sungai-sungai, pepohonan, gunung-gunung, dan lain-lain yang tentu
sajatidak mengandung gambar makhluk yang bernyawa. Bisa pula membuat
kerajinan tangan dari kayu yang halus, atau melakukan hobi-hobi yang
bermanfaat. 
*       
*       Berolahraga diman hal ini menjadi sebuah usaha secara fisik.
Dengan benar-benar memfokuskan diri dalam olahraga, mempehatikan latihan
fisik, bergabung dengan klub-klub terbuka atau perkumpulan-perkumpulan
pendidkan yang terbebas dari ikhtilath (bercampurnya) para pemuda dan
pemudi. Semua ini akan mengalihkan seorang pemuda dari memikirkan
dorongan seks-nya serta menjauhkannya dari zina yang akan merusak fisik,
akhlaq, da agamanya. Maka setiap kali seorang pemuda tengah merasakan
sedemikian kuatnya dorongan seksual dalam dirinya, tidak ada cara lain
baginya selain segera beraktifitas fisik sehingga ia bias mengalihkan
energi yang berlebih itu. Seperti lari jarak jauh, angkat beban, gulat,
berlomba berlatih memanah/menembak, pacuan kuda, mengikuti lomba-lomba
ilmiah, dan lainnya ynag akan mengurangi hasratnya. 
*       
*       Membaca Buku-Buku Agama. Yang paling penting dari seluruh buku
agama adalah Al-Quran Al Kariim, hadits-hadits Nabawiyah, dan buku
tafsir; menjaga hafalan Al-Quran dan Al Hadits, mengkaji sirah Nabawiyah
erta khulafaur Rasyidin, dan para pembesar serta pemikir islam.
Mendengarkan ceramah agama, ceramah ilmiyah dan pembacaan Al Quran (yang
menjadi usaha untuk menyiarkan Al Quran Al Kariim), da kegiatan-kegiatan
lainnya.


Kesimpulannya, Penyembuh yang paling bermanfaat bagi para pemuda adalah
MENIKAH. Bila hal ini belum dapat terealisir maka berpuasa, beraktifitas
yang bisa menahan diri, berolah raga, dan sibuk dengan ilmu yang
bermanfaat akan menjadi penenang serta kekuatan yang memberikan manfaat
dan tidak memberatkan.


Kemudian mereka juga harus menjaga pandangan dari hal-hal yang dilarang
Alloh untuk dipandang serta bersandar kepada Allah supaya memudahkan
jalan menuju PERNIKAHAN

(Sumber: Kaifa Nurabi Auladana Wa Ma Huwa Wajibul Aba wal Abna, Syeikh
Muhammad Bin Jamil Zainu, Edisi Indonesia : Panduan Praktis Menumbuhkan
Iman Anak, Penerjemah: Ummu Yahya Latifah Yusuf Al Atsariyah, Penerbit
Maktabah Salafy Press, hal 58-63)

http://annajiyah.co.nr/

 
 
Wassalamu'alaykum wa RohmatulloHi Ta'alaa wa BarokatuHu
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke