MEMAKNAI ZIKIR > Buletin al-Islam Edisi 346 > > Indonesia menangis. Inilah mungkin ungkapan yang tepat untuk menggambarkan > kondisi Indonesia saat ini. Berbagai musibah silih berganti bak arisan. > Belum lama banjir mengurung Ibukota Jakarta, sekarang banjir telah melanda > daerah-daerah; ditambah dengan tanah longsor dan gempa bumi. Jeritan pilu > pun seolah tak pernah henti. Belum lama KM Senopati tenggelam, bersamaan > dengan \\\"raib\\\"-nya pesawat Adam Air, tiba-tiba kita dikejutkan lagi > dengan terbakarnya Pesawat Garuda di Yogya. > > Bangsa ini harus bertobat. Itulah solusi yang tepat untuk keluar dari > penderitaan yang senantiasa mendera bangsa ini. Boleh jadi banyak ucapan > dan tindakan kita selama ini yang \\\'tidak terkendali\\\' alias sering > menyimpang. Karena itu, upaya \\\"pertobatan nasional\\\" yang dimulai > dari Masjid Istiqlal, Jumat (9/3) lalu adalah langkah positif, yang bukan > saja perlu tetapi wajib dilakukan. > > Menteri Agama, sesaat setelah menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) > Departemen Agama 2007 di Jakarta, Ahad (11/3) lalu, juga menyatakan bahwa > zikir dan doa yang akan dimulai Jumat mendatang itu merupakan bentuk > introspeksi dalam menyikapi musibah yang silih berganti mendera bangsa > ini. \\\"Bila selama ini kita berperilaku kurang baik, mulailah untuk > berperilaku lebih baik,\\\" ujar Maftuh. > > Instruksi untuk melakukan zikir nasional tersebut juga disampaikan Menag > kepada para kepala kantor wilayah Departemen Agama di setiap provinsi > (Republika, 12/3/2007). Seruan zikir dan doa ini tentu saja merupakan hal > yang baik, namun pertanyaannya adalah apakah zikir dan doa itu hanya > sebatas gerakan lisan? > > Memaknai Zikir > > Zikir adalah tindakan untuk mengingat Allah. Allah SWT telah menyeru > setiap manusia untuk senantiasa berzikir kepada-Nya: > > Karena itu, ingatlah kalian selalu kepada-Ku, niscaya Aku akan selalu > mengingat kalian. (QS al-Baqarah [2]: 152). > > Allah SWT telah memerintahkan kita untuk berzikir kepada-Nya dalam setiap > waktu (pagi, siang dan malam) dan kesempatan (dalam keadaan lapang maupun > sempit). Allah SWT berfirman: > > Sebutlah (nama) Tuhanmu di dalam dirimu dengan merendahkan diri dan rasa > takut serta dengan tidak mengeraskan suara di waktu pagi dan petang. > Janganlah kalian termasuk orang-orang yang lalai. (QS al-A\\\'raf [7]: > 205). > > Zikir bukan hanya dengan membaca kalimat thayyibah dengan jumlah tertentu, > sebagaimana yang dipahami secara keliru oleh masyarakat pada umumnya. > Dalam kitab Ad-Dâkhirah, al-Qurafi menjelaskan bahwa zikir ada dua macam. > Pertama: zikir dengan lisan. Zikir ini sangat baik jika sering dilakukan. > Kedua: zikir dengan tindakan. Zikir ini dilakukan dengan selalu > melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dalam seluruh > perbuatan. > > Dengan demikian, zikir yang sempurna adalah tatkala kita melafalkan dalam > setiap waktu dan kesempatan kalimat-kalimat thayyibah (baik) dalam rangka > mengingat Allah disertai dengan kesadaran dan ketaatan yang penuh > kepada-Nya dalam seluruh amal perbuatan kita. Dengan kata lain, kita > senantiasa berusaha melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi seluruh > larangan-Nya. > > Gerakan Zikir: Gerakan Kembali pada Syariah-Nya > > Dengan demikian, sejatinya gerakan zikir nasional, sebagaimana yang > disampaikan oleh Menteri Agama, bukan hanya gerakan seluruh komponen > bangsa ini-tak terkecuali para pemimpin negeri ini-untuk berzikir dan > berdoa secara lisan saja. Karena itu belum cukup. Gerakan zikir nasional > ini juga selayaknya diartikan sebagai gerakan seluruh komponen bangsa ini > untuk kembali mengingat Allah dengan bersegera melaksanakan seluruh > syariah-Nya. Allah SWT telah menjelaskan agar kita berdoa kepada-Nya > disertai dengan memenuhi seruan-Nya, terikat dengan syariah-Nya dan > mengikuti Rasul-Nya. Allah SWT berfirman: > > (Hendaklah kalian memenuhi seruan-Ku dan berimanlah kepada-Ku agar kalian > mendapat petunjuk. (QS al-Baqarah [2]: 186). > > Hal ini juga telah dijelaskan oleh Rasulullah saw. dalam sabdanya: > > Ia menengadahkan tangannya ke langit (berdoa kepada Allah), \\\"Tuhanku, > Tuhanku!\\\" Padahal makanan, minuman, dan pakaiannya dari barang yang > haram...Lalu bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?! (HR Muslim). > > Dengan demikian, gerakan zikir jangan berhenti pada zikir lisan semata. > Sebab, pada kenyataannya masyarakat kita adalah masyarakat relijius > yang-kita yakin-bahwa di setiap habis shalat, walau hanya sebentar, mereka > telah mengucapkan kalimat thayyibah dalam rangka berzikir kepada Allah. > Namun, kita sangat yakin bahwa masyarakat saat ini telah lupa, bahkan > mungkin melupakan diri, untuk menjalankan zikir yang kedua, yakni zikir > dalam tindakan dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. > Menjalankan perintah dan larangan-Nya tidak ada pengertian lain kecuali > menjalankan dan menerapkan syariah-Nya secara total dalam seluruh aspek > kehidupan. > > Karena itu, kita bisa mengerti, mengapa Allah senantiasa \\\'menegur\\\' > bangsa ini lewat berbagai macam bencana yang ada. Bukannya kita kurang > dalam melantungkan zikir kita, namun lebih disebabkan karena kita sangat > kurang bahkan sama sekali tidak berzikir dalam artian menjalankan seluruh > syariah-Nya. > > Tatkala hutan-hutan Indonesia \\\'diswastanisasi\\\' pengelolaannya, akan > banyak kita jumpai hutan-hutan menjadi gundul akibat ketamakan para > cukong. Jelas ini adalah kebijakan keliru. Kebijakan ini tidak sesuai > dengan syariah Islam yang menegaskan bahwa pengelolaan hutan harus oleh > negara untuk kemakmuran rakyat, bukan oleh swasta. Demikian pula dengan > barang tambang, baik minyak, batu bara, emas, dll. Tatkala semua itu telah > diswastanisasi bahkan diserahkan kepada pihak asing, maka tidak aneh jika > bukan hanya kerugian secara material saja yang diderita oleh bangsa ini, > namun secara politis juga kita tunduk dan bertekuk lutut pada asing. Jelas > ini tidak sesuai dengan syariah Islam yang mengatur bahwa barang tambang > dalam skala besar harus dikelola oleh negara demi sebesar-besarnya > kemakmuran rakyat, bukan sebesar-besarnya bagi kemakmuran asing dan para > kompradornya. Demikian juga tatkala menjalankan roda pemerintahan dalam > melayani urusan rakyat. > > Negara dilarang oleh Islam mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang justru > menyengsarakan rakyat seperti menaikkan BBM dengan berlipat-lipat, > membiarkan pornografi dan pornoaksi merajalela, menjalankan privatisasi > BUMN-BUMN strategis, melakukan utang luar negeri yang \\\'menjual\\\' > kedaulatan negeri ini, melakukan hubungan luar negeri dengan negara yang > secara jelas memusuhi dan membunuhi umat Islam, mengekor pada kebijakan > AS, memata-matai dan mengintimidasi rakyatnya dengan dalih terorisme > sebagai wujud pelaksanaan order dari pihak asing, pemberantasan korupsi > yang tebang pilih dan masih banyak lagi lainnya. Semua adalah \\\'akar\\\' > mengapa Allah SWT senantiasa \\\'menegur\\\' kita. Kita masih kurang dalam > menjalankan zikir dalam tindakan, yakni dalam menjalankan seluruh > perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. > > Wahai Kaum Muslim: > > Sungguh, Allah SWT masih sangat menyayangi kita. Terbukti, kita masih > sering \\\'ditegur\\\' oleh Allah. Kita bisa membayangkan, bagaimana jika > Allah telah \\\'murka\\\'. Bisa jadi kita semua sudah \\\'musnah\\\' > sebagaimana kaum Nabi Nuh saw. musnah karena durhaka pada Allah. Demikian > juga kaum Nabi Luth; mereka dibinasakan karena banyak melanggar aturan > Allah. Mereka semua tidak \\\'sempat\\\' bertobat dan memperbaiki diri > lagi. Bersyukurlah kita. Kita oleh Allah \\\'hanya ditegur\\\' semata. > Kita masih bisa bertobat dan memperbaiki diri. > > Karena itu, marilah sejak detik ini kita bertobat kepada Allah atas segala > khilaf dan kesalahan kita, dengan bersegera untuk melaksanakan syariat-Nya > secara kaffah. Hanya dengan itulah, Allah akan membukakan berkah dari > langit dan bumi untuk seluruh hamba-Nya. Allah berfirman: > > Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah > Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi > mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka disebabkan > perbuatannya. (Q.S. al-A\\\'raf [07]: 96). > > Masihkah kita akan menyia-nyiakan kesempatan ini, sampai Allah menurunkan > adzab-Nya? Na\\\'udzu billah! [] > > KOMENTAR: > Cendekiawan Muslim Nilai Bin Ladin Lebih Berbahaya dari Salman Rusdi > (Eramuslim.com, 13/7/2007). > Akan lebih baik jika cendekiawan Muslim berkata, \\\"Negara-negara > imperialis Barat, terutama AS, adalah ancaman paling berbahaya bagi dunia > saat ini!\\\" >
******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
