Tak Gentar : Aktivis Kenyang Asam Garam IdeologiAssalamualaikum.
rekan rekan semua, beberapa waktu yang lalu, sejumlah kader PKS, mengadakan
survai kemungkinan pemenangan calon yang di usungnya ( pilkada dki ), di tempat
saya ( tanjung priok ).kebetulan waktu itu di rumah ketua RW kami.
kami heran, kenapa survai semacam itu tidak pada saat penunjukan calonya. kalau
calonya dari aparat ( apalagi ini dari kepolisian ), kami tidak bisa menjawab
kemungkinan menang kalahnya, kita semua tahu institusi ini ( kepolisian ), saya
tidak memvonis bahwa semua aparat tidak bener, tetapi mungkin rekan -rekan
pernah berurusan dengan instirusi ini , apa mungkin pernah bikin SIM, lapor
kehilangan sesuatu, bikin surat ini/itu dsb, gimana rasanya?
padahal kita tahu bahwa sicalon ini, memiliki kedudukan tingggi di tempatnya,
seharusnya tahu dong keluhan masayarakat selama ini, tentang kepolisian. jadi
sebagai warga jakarta ( sebagai pribadi)i, kami tidak bisa berharap banyak
perbaikan jika calon ini jadi memangkan pilkada dki.
mungkin rekan-rekan punya pendapat yang berbeda??
wassalam
harwoto
----- Original Message -----
From: Rudy Swardani
To: FUPM-EJIP (E-mail)
Sent: Tuesday, March 20, 2007 8:29 AM
Subject: [ FUPM-EJIP ] FW: [Saksi] Tak Gentar : Aktivis Kenyang Asam
GaramIdeologi
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Maintbase
Sent: 18 Maret 2007 6:38
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [Saksi] Tak Gentar : Aktivis Kenyang Asam Garam Ideologi
http: www.detik.com
PKS Geli Disebut Musuh Ideologi
Jakarta - PKS mengaku sedikit geli dangan pernyataan PKS adalah musuh
ideologi. Bagi partai berlambang bulan sabit kembar ini, Pancasila sebagai
ideologi bangsa tak perlu diutak-atik lagi. "Kami sedikit geli mendengar
koalisi bersama tersebut muncul karena PKS adalah musuh ideologi bersama," kata
Wakil Ketua Fraksi PKS Zulkieflimansyah kepada detikcom, Kamis (15/3/2007).
Zul menegaskan, musuh bersama bangsa Indonesia adalah kemiskinan,
pengangguran dan standar hidup yang rendah. Menurut dia, generasi muda PKS
adalah mantan aktivis kampus yang kenyang asam garam ideologi. "Pengalaman ini
mengantarkan kami pada kesimpulan bahwa Indonesia plural, heterogen dan penuh
toleransi adalah keniscayaan yang tak terkira," ujarnya.(ken/nrl)
http: www.detik.com
PKS: Pilkada DKI Pertarungan Agenda Elit Vs Agenda Rakyat Arifin Asydhad -
detikcom
Jakarta - Dikeroyok 17 partai politik (parpol) dalam pertarungan di
Pemilihan Gubernur DKI, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merasa tersanjung.
Sekjen DPP PKS Anis Matta menyebut Pilkada DKI nanti menjadi pertarungan antara
agenda elit dan agenda rakyat.
"Kami tersanjung dengan pengeroyokan ini. Selama ini kami tidak pernah merasa
terlalu kuat sampai pada tahap di mana kami harus dikalahkan melalui
pengeroyokan," kata Anis Matta dalam keterangannya kepada detikcom, Kamis
(15/3/2007).
Menurut Anis, pengeroyokan ini menyadarkan PKS bahwa pertarungan ini akhirnya
seperti kisah 'bawang merah dan bawah putih.' "Ini adalah pertarungan antara
agenda elit dan agenda rakyat. Kami bersyukur karena kami memperjuangkan agenda
rakyat, walaupun untuk tujuan mulia itu kami harus menghadapi pengeroyokan
ini," ujar dia.
Anis optimistis PKS akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dalam
Pilkada nanti. "Kami percaya pada kebenaran agenda kami dan pada keniscayaan
dukungan rakyat terhadap perjuangan kami. Bagi kami ini bukan pertarungan
ideologi, tapi ini pertarungan hati nurani. Rakyat selalu memenangkan hati
nurani," tegas dia.
PKS telah menetapkan Adang Daradjatun sebagai calon gubernur DKI 2007-2012.
Dalam waktu dekat, PKS akan mengumumkan calon wakil gubernur yang akan
mendampingi Adang.
Sementara itu, 17 parpol telah melakukan deklarasi Koalisi Bersama mendukung
Fauzi Bowo alias Foke sebagai calon gubernur. Berdiri dalam barisan ini, antara
lain PDIP, Partai Golkar, PPP, PBR, PDS, PBB, dan 9 partai gurem. Dua partai
lainnya, PAN dan PKB, meski diklaim mendukung koalisi, tapi ternyata masih
belum menentukan sikapnya. (asy/asy)
http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2007/03/15/brk,20070315-95546,id.html
PKS Tak Gentar Hadapi Koalisi Partai Besar
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengusung calon gubernur DKI Jakarta
Adang Daradjatun mengaku tak gentar menghadapi koalisi. Diduga Golkar akan
berkoalisi dengan PDI Perjuangan dan Partai Demokrat yang mengusung Fauzi Bowo
dalam Pilkada 2007 mendatang.
"Kami tak keberatan dengan rencana koalisi. Itu hal yang wajar," ujar Ketua
Tim Verifikasi Pilkada PKS Selamat Nurdin. Menurut dia, partai pemenang Pemilu
di Jakarta pada 2004 lalu itu juga akan menggalang koalisi dengan partai lain,
seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN) serta
Forum Lintas Partai (FLP).
Menurut Selamat pilkada pertama di ibukota ini akan menetapkan tiga calon
gubenur yang akan bertarung. Hal itu ditandai dengan adanya partai yang
mempertimbangkan pencalonan salah seorang figur yang berkembang belakangan ini.
Siap Hadapi Koalisi Kebangsaan
Jakarta(16/3), Suasana Pilkada DKI memanas. Tiga partai politik (parpol)
besar-PDIP, Partai Demokrat, Partai Golkar, kemarin resmi mendukung Fauzi
Wibowo menjadi cagub pada pilkada mendatang. Dukungan ini juga diikuti puluhan
partai lainnya, yakni PPP, PDS, PBR, PNBK, PNI, Marhaenis, PNI, PPDI, PM, PKPB,
PPD, PKD dan PPNUI. Selanjutnya PKB dan PAN belum resmi mencalonkan cagubnya.
Deklarasi dukungan terhadap fauzi Wibowo yang berlangsung di Hotel Ritz
Carl-ton, kuningan Jakarta. Wakil ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono
membantah bahwa terbentuknya koalisi kebangsaan ini bertujuan untuk menjegal
dan menghancurkan PKS yang sebelumnya sudah menetapkan mantan Wakapolri Adang
Darajatun menjadi cagubnya.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPP PKS Muhamad Razikun mengaku,
dukungan koalisi parpol tersebut belum tentu menjamin bakal memenangkan Fauzi
dalam pilkada mendatang. Baginya koalisi tidak bisa dijadikan tolak ukur untuk
memperoleh kemenangan. "Jadi, persoalannya bukan berapa jumlah parpol yang
bergabung mengusung salah seorang cagub." Dasar yang menjadi porsoalan adalah
bagaimana hasilnya, buat apa koalisi banyak-banyak jika ditingkat bawahnya
mereka tidak didukung secara penuh oleh masyarakat.
"Dengan keberagaman etnis yang berkembang di Jakarta, saya kira masyarakat
tidak lagi bisa dibodohi, PKS tidak akan gentar "Ujar Razikun Intinya koalisi
apapun yang bertujuan menjegal PKS akan siap dihadapi. "Kalau mau jujur koalisi
16 parpol itu sudah kami prediksi sebelumnya. Jadi begitu dideklarasikan, kami
tidak ada masalah lagi," tambahnya.
Senada dengan Razikun, Ketua DPW PKS DKI Jakarta Triwisaksana mengaku, PKS
siap menghadapi berapa pun partai yang tergabung dalam koalisi tersebut.
Menurut dia, meski tidak berkoalisi dengan partai lain, dia yakin PKS bakal
menang pada pilkada mendatang. Sebab saat ini PKS sedang membangun koalisi
strategis dengan rakyat. "Silahkan saja partai lain mau bilang apa. Pada
prinsipnya, koalisi itu terbagi menjadi dua bagian. Pertama, koalisi teknis
yang dilakukan antar partai, kedua, kolaisi stategis antar partai dan rakyat.
Nah, koalisi stategis inilah yang sedang dibangun PKS," tegasnya. (Tatiek)
------------------------------------------------------------------------------
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************