Tak Gentar : Aktivis Kenyang Asam Garam Ideologisaya termasuk korban, kena 
tilang polisi hanya gara gara spion motor cuma sebelah kanan saja...sementara 
yg gak ada sama sekali..bisa jalan bebas disampingnya.

tapi hal ini tidak bisa dijadikan dasar kita bisa memvonis semuanya/ institusi 
polri tsb, kalau berfikir positif mungkin ini oknum saja...tapi bila bicara 
oknum...ko sepertinya lebih banyak oknum-nya dari pada yg bersih ya ?

Tapi saya yakin Pa Adang Daradjatun salah satu orang yang bersih...karena apa ? 
karena dipilih oleh Partai Yang Bersih...pasti sudah ada proses..kenapa beliau 
yang dipilih oleh PKS.

Paling tidak dulu beliau saat menjabat di polri belum ada dukungan politik 
karena mungkin dari proses karir beliau, sekarang kita butuh perubahan...dgn 
dukungan politik yang notabene utk kesejahteraan rakyat. Insya Allah gaya 
kepemimpinan beliau akan berbeda.dalam memimpin DKI.

ttd,

wong-DKI
  ----- Original Message ----- 
  From: Hamril Arzoni 
  To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP 
  Sent: Tuesday, March 20, 2007 10:46 AM
  Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] FW: [Saksi] Tak Gentar : Aktivis Kenyang 
AsamGaramIdeologi


  Mungkin ini merupakan gambaran Ideologi yg dimiliki oleh parpol2 tsb 
sebenarnya. Jadi klo kita petakan Parpol yang ada di Indonesia ini  cuma 
terbagi ke dalam 2 Ideologi yaitu Ideologi Islam dan Ideologi Kafir ( yg 
bersembunyi dibalik Ideologi Pancasila atau Islam sekuler ,dll dll...)

  Saya sangat senang PKS dapat menunjukan jati dirinya sebagai partai yg 
komitment dengan Ideologinya, tidak seperti parpol yg lain yg hanya mengikuti 
arus uang dan haus kekuasaan belaka.

  tapi ada sedikit ganjalan didalam hati saya, kenapa PKS mencalonkan mantan 
Perwira Polisi sebagai CAGUB karena selama ini figur seorang polisi cenderung 
tidak disukai oleh masyarakat apalagi klo kita melihat polisi sebagai oknum 
baik pemerasan, oknum tilang dll... yg banyak dijumpai di jalan2 dalam 
kehidupan kita sehari - hari. mungkin ada diantara teman2 milis yg dapat 
menjelaskan semua ini, syukur2 kalo ada kader PKS yg ikut milis ini.

  Wassalamm...

    ----- Original Message ----- 
    From: Rudy Swardani 
    To: FUPM-EJIP (E-mail) 
    Sent: Tuesday, March 20, 2007 8:29 AM
    Subject: [ FUPM-EJIP ] FW: [Saksi] Tak Gentar : Aktivis Kenyang Asam 
GaramIdeologi



    -----Original Message-----
    From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Maintbase
    Sent: 18 Maret 2007 6:38
    To: [EMAIL PROTECTED]
    Subject: [Saksi] Tak Gentar : Aktivis Kenyang Asam Garam Ideologi


    http: www.detik.com

    PKS Geli Disebut Musuh Ideologi

     Jakarta - PKS mengaku sedikit geli dangan pernyataan PKS adalah musuh 
ideologi. Bagi partai berlambang bulan sabit kembar ini, Pancasila sebagai 
ideologi bangsa tak perlu diutak-atik lagi. "Kami sedikit geli mendengar 
koalisi bersama tersebut muncul karena PKS adalah musuh ideologi bersama," kata 
Wakil Ketua Fraksi PKS Zulkieflimansyah kepada detikcom, Kamis (15/3/2007).

    Zul menegaskan, musuh bersama bangsa Indonesia adalah kemiskinan, 
pengangguran dan standar hidup yang rendah. Menurut dia, generasi muda PKS 
adalah mantan aktivis kampus yang kenyang asam garam ideologi. "Pengalaman ini 
mengantarkan kami pada kesimpulan bahwa Indonesia plural, heterogen dan penuh 
toleransi adalah keniscayaan yang tak terkira," ujarnya.(ken/nrl)

    http: www.detik.com

    PKS: Pilkada DKI Pertarungan Agenda Elit Vs Agenda Rakyat Arifin Asydhad - 
detikcom

     Jakarta - Dikeroyok 17 partai politik (parpol) dalam pertarungan di 
Pemilihan Gubernur DKI, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merasa tersanjung. 
Sekjen DPP PKS Anis Matta menyebut Pilkada DKI nanti menjadi pertarungan antara 
agenda elit dan agenda rakyat.  

    "Kami tersanjung dengan pengeroyokan ini. Selama ini kami tidak pernah 
merasa terlalu kuat sampai pada tahap di mana kami harus dikalahkan melalui 
pengeroyokan," kata Anis Matta dalam keterangannya kepada detikcom, Kamis 
(15/3/2007). 

    Menurut Anis, pengeroyokan ini menyadarkan PKS bahwa pertarungan ini 
akhirnya seperti kisah 'bawang merah dan bawah putih.' "Ini adalah pertarungan 
antara agenda elit dan agenda rakyat. Kami bersyukur karena kami memperjuangkan 
agenda rakyat, walaupun untuk tujuan mulia itu kami harus menghadapi 
pengeroyokan ini," ujar dia.

    Anis optimistis PKS akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dalam 
Pilkada nanti. "Kami percaya pada kebenaran agenda kami dan pada keniscayaan 
dukungan rakyat terhadap perjuangan kami. Bagi kami ini bukan pertarungan 
ideologi, tapi ini pertarungan hati nurani. Rakyat selalu memenangkan hati 
nurani," tegas dia. 

    PKS telah menetapkan Adang Daradjatun sebagai calon gubernur DKI 2007-2012. 
Dalam waktu dekat, PKS akan mengumumkan calon wakil gubernur yang akan 
mendampingi Adang. 

    Sementara itu, 17 parpol telah melakukan deklarasi Koalisi Bersama 
mendukung Fauzi Bowo alias Foke sebagai calon gubernur. Berdiri dalam barisan 
ini, antara lain PDIP, Partai Golkar, PPP, PBR, PDS, PBB, dan 9 partai gurem. 
Dua partai lainnya, PAN dan PKB, meski diklaim mendukung koalisi, tapi ternyata 
masih belum menentukan sikapnya. (asy/asy)



    
http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2007/03/15/brk,20070315-95546,id.html

    PKS Tak Gentar Hadapi Koalisi Partai Besar

    Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengusung calon gubernur DKI Jakarta 
Adang Daradjatun mengaku tak gentar menghadapi koalisi. Diduga Golkar akan 
berkoalisi dengan PDI Perjuangan dan Partai Demokrat yang mengusung Fauzi Bowo 
dalam Pilkada 2007 mendatang.

    "Kami tak keberatan dengan rencana koalisi. Itu hal yang wajar," ujar Ketua 
Tim Verifikasi Pilkada PKS Selamat Nurdin. Menurut dia, partai pemenang Pemilu 
di Jakarta pada 2004 lalu itu juga akan menggalang koalisi dengan partai lain, 
seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN) serta 
Forum Lintas Partai (FLP). 

    Menurut Selamat pilkada pertama di ibukota ini akan menetapkan tiga calon 
gubenur yang akan bertarung. Hal itu ditandai dengan adanya partai yang 
mempertimbangkan pencalonan salah seorang figur yang berkembang belakangan ini. 
Siap Hadapi Koalisi Kebangsaan

    Jakarta(16/3), Suasana Pilkada DKI memanas. Tiga partai politik (parpol) 
besar-PDIP, Partai Demokrat, Partai Golkar, kemarin resmi mendukung Fauzi 
Wibowo menjadi cagub pada pilkada mendatang. Dukungan ini juga diikuti puluhan 
partai lainnya, yakni PPP, PDS, PBR, PNBK, PNI, Marhaenis, PNI, PPDI, PM, PKPB, 
PPD, PKD dan PPNUI. Selanjutnya PKB dan PAN belum resmi mencalonkan cagubnya. 

    Deklarasi dukungan terhadap fauzi Wibowo yang berlangsung di Hotel Ritz 
Carl-ton, kuningan Jakarta. Wakil ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono 
membantah bahwa terbentuknya koalisi kebangsaan ini bertujuan untuk menjegal 
dan menghancurkan PKS yang sebelumnya sudah menetapkan mantan Wakapolri Adang 
Darajatun menjadi cagubnya.

    Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPP PKS Muhamad Razikun mengaku, 
dukungan koalisi parpol tersebut belum tentu menjamin bakal memenangkan Fauzi 
dalam pilkada mendatang. Baginya koalisi tidak bisa dijadikan tolak ukur untuk 
memperoleh kemenangan. "Jadi, persoalannya bukan berapa jumlah parpol yang 
bergabung mengusung salah seorang cagub." Dasar yang menjadi porsoalan adalah 
bagaimana hasilnya, buat apa koalisi banyak-banyak jika ditingkat bawahnya 
mereka tidak didukung secara penuh oleh masyarakat. 

     "Dengan keberagaman etnis yang berkembang di Jakarta, saya kira masyarakat 
tidak lagi bisa dibodohi, PKS tidak akan gentar "Ujar Razikun Intinya koalisi 
apapun yang bertujuan menjegal PKS akan siap dihadapi. "Kalau mau jujur koalisi 
16 parpol itu sudah kami prediksi sebelumnya. Jadi begitu dideklarasikan, kami 
tidak ada masalah lagi," tambahnya. 



    Senada dengan Razikun, Ketua DPW PKS DKI Jakarta Triwisaksana mengaku, PKS 
siap menghadapi berapa pun partai yang tergabung dalam koalisi tersebut. 
Menurut dia, meski tidak berkoalisi dengan partai lain, dia yakin PKS bakal 
menang pada pilkada mendatang. Sebab saat ini PKS sedang membangun koalisi 
strategis dengan rakyat. "Silahkan saja partai lain mau bilang apa. Pada 
prinsipnya, koalisi itu terbagi menjadi dua bagian. Pertama, koalisi teknis 
yang dilakukan antar partai, kedua, kolaisi stategis antar partai dan rakyat. 
Nah, koalisi stategis inilah yang sedang dibangun PKS," tegasnya. (Tatiek)



----------------------------------------------------------------------------


    ********************************************************
    Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
    ********************************************************
    Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
    http://www.usahamulia.net

    Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
    [EMAIL PROTECTED]

    Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
    [EMAIL PROTECTED]
    ********************************************************


------------------------------------------------------------------------------


  ********************************************************
  Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
  ********************************************************
  Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
  http://www.usahamulia.net

  Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
  [EMAIL PROTECTED]

  Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
  [EMAIL PROTECTED]
  ********************************************************
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke