Kalo' gitu sama lah pak...

Ibaratnya masyarakat DKI hanya disajikan 2 menu pilihan tanpa ada pilihan
lain.

Dalam Pilkadal ( Pemilihan Kepala Daerah Langsung ) hanya dimungkinkan calon
dari parpol,

Calon independen nggak mungkin layauuuu.

Ini semua disebabkan oleh UU yang dibuat oleh DPR hanya mementingkan agenda
parpol bukan agenda rakyat.

Jika calon independen mau maju mungkin harus "berperang" dulu di Mahkamah
Konstitusi mengajukan Judisial Review.

Calon Gubernur DKI yang satu dari polisi yang satu dari birokrat. Yang dari
polisi dibayangi bayang-bayang kinerja polisi

yang jelek dalam hal pelayanan masyarakat. Yang satu juga dibayangi
bayang-bayang kinerja pejabat pemda yang jelek

juga dalam pelayanan masyarakat. 

Mestinya masyarakat harus tahu track record dari calon-calon yang bertarung,
calon yang dari PKS mestinya memaparkan

apa saja yang dia lakukan selama jadi wakapolri, mengapa pelayanan polri
kepada masyarakat kurang baik, jika saat dia 

berkuasa tidak mampu merubah kultur anggota polri bagaimana mungkin dia
dapat merubah kultur pegawai pemda ?

(Anggota Polri saja yang yang berlatar belakang pendidikan milter sulit
apalagi pegawai pemda :-):-) )

Begitu juga dengan calon yang dari gabungan parpol juga mesti memaparkan apa
yang telah dia lakukan, selama dia jadi 

wagub apa saja yang dia lakukan ? mengapa pelayanan pada masyarakat masih
juga jelek ? Jika pada saat dia memegang

amanah yang lebih kecil ( wagub ) dia tidak bisa memperbaiki pelayanan pada
masyarakat apalagi saat dia memegang 

amanah yang lebih besar ( gubernur ), apa bisa dia ???

Duh.kasihan rakyat DKI. Untung saya nggak tinggal di DKI he.he.he..

 

 

Assalamualaikum.

rekan rekan semua, beberapa waktu yang lalu, sejumlah kader PKS, mengadakan
survai kemungkinan pemenangan calon yang di usungnya ( pilkada dki ), di
tempat saya (  tanjung priok ).kebetulan waktu itu di rumah ketua RW kami.

kami heran, kenapa survai semacam itu tidak pada saat penunjukan calonya.
kalau calonya dari aparat ( apalagi ini dari kepolisian ), kami tidak bisa
menjawab kemungkinan menang kalahnya, kita semua tahu institusi ini (
kepolisian ), saya tidak memvonis bahwa semua aparat tidak bener, tetapi
mungkin rekan -rekan pernah berurusan dengan instirusi ini , apa mungkin
pernah bikin SIM, lapor kehilangan sesuatu, bikin surat ini/itu dsb, gimana
rasanya?

padahal kita tahu bahwa sicalon ini, memiliki kedudukan tingggi di
tempatnya, seharusnya tahu dong keluhan masayarakat selama ini, tentang
kepolisian. jadi sebagai warga jakarta ( sebagai pribadi)i, kami tidak bisa
berharap banyak perbaikan jika calon ini jadi memangkan pilkada dki.  

mungkin rekan-rekan punya pendapat yang berbeda??

 

wassalam

 

harwoto

 

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke