Af1 ya, sedikit komentar.
 
Beginilah Demokrasi, terjadi "Dualisme", dimana asas manfaat yang bicara, 
bukannya Kaidah Syara' yang bicara...
karena kedaulatan tertinggi ada di tangan suara terbanyak..bukan syara'.
marilah, sekarang saatnya kita perjuangkan kembalinya sistem islam yang murni, 
yang dicontohkan Rasulallah.
"Daulah Khilafah Islamiyah Ala Min Haj Nubuwah."
 
 
Regards
Daryono
 
Process Engineer
Process Engineering B (Machining)
PT. Astra Honda Motor
phone : 021-89981818 
ext : 8572 / 8574

________________________________

From: [EMAIL PROTECTED] on behalf of Abdullah
Sent: Wed 3/21/2007 1:11 AM
To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] FW: [Saksi] Tak Gentar : AktivisKenyangAsamG 
aramIdeologi


Ya ini juga menjadi pertanyaan buat saya ? mudah2xan ada dari Pa Dody Mulyadi ( 
Pengurus PKS Cab Cikarang ) bisa menjelaskan hal ini ?

        ----- Original Message ----- 
        From: Sawing - IND <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  
        To: 'Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP' 
<mailto:[email protected]>  
        Sent: Tuesday, March 20, 2007 1:03 PM
        Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] FW: [Saksi] Tak Gentar : Aktivis 
KenyangAsamG aramIdeologi


        Assalamu'alaikum wr.wb

         

        Pada pilpres yang lalu pada putaran kedua  seingat ana ( ma'af kalau 
salah ) PKS itu mendukung calaon yang di usung oleh Demokrat ( pak SBY ),  yang 
artinya PKS  ( ideologi  Islam )  mendukung  Demokrat ( yang menurut antum  
ideologi kafir ) atau dengan kata lain ideologi Islam mendukung Ideologi / 
menyetujui  ideologi kafir, kok bisa yah ?, kenapa bisa terjadi ?

         

        wassalam

         

        -----Original Message-----
        From: Hamril Arzoni [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
        Sent: Tuesday, March 20, 2007 12:53 PM
        To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
        Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] FW: [Saksi] Tak Gentar : Aktivis Kenyang 
AsamG aramIdeologi

         

        kalo demokrat sich udah pasti betul, dan tidak diragukan lagi  ideologi 
kafir   buktinya partai ini jelas dengan tegas menolak syariat Islam. cuma 
kedoknya aja Demokratisme and Liberalis.

        kita semua tau Partai Demokrat dan PDIP sangat berseberangan dalam hal 
politik, tapi untuk masalah Ideologi mereka bersatu, karena memang Ideologi 
mereka sama. 

        mudah-mudahan PAN ama PKB bisa berdiri sendiri minimal tidak dukung 
Koalisi bersama, kalau sampai terjadi berarti parpol tsb gak jauh beda 
Ideologinya.

         

                ----- Original Message ----- 

                From: Sawing - IND <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  

                To: 'Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP' 
<mailto:[email protected]>  

                Sent: Tuesday, March 20, 2007 12:12 PM

                Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] FW: [Saksi] Tak Gentar : Aktivis 
Kenyang AsamG aramIdeologi

                 

                Assalamu'alaikum wr.wb

                 

                Kalau begitu,  apakah partai Demokrat termasuk ideologi kafir  ?

                ( karena menurut antum ideologi ada 2, yaitu ideologi Islam dan 
ideologi kafir )

                 

                wassalam

                 

                -----Original Message-----
                From: Hamril Arzoni [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
                Sent: Tuesday, March 20, 2007 10:47 AM
                To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
                Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] FW: [Saksi] Tak Gentar : Aktivis 
Kenyang Asam GaramIdeologi

                 

                Mungkin ini merupakan gambaran Ideologi yg dimiliki oleh 
parpol2 tsb sebenarnya. Jadi klo kita petakan Parpol yang ada di Indonesia ini  
cuma terbagi ke dalam 2 Ideologi yaitu Ideologi Islam dan Ideologi Kafir ( yg 
bersembunyi dibalik Ideologi Pancasila atau Islam sekuler ,dll dll...)

                 

                Saya sangat senang PKS dapat menunjukan jati dirinya sebagai 
partai yg komitment dengan Ideologinya, tidak seperti parpol yg lain yg hanya 
mengikuti arus uang dan haus kekuasaan belaka.

                 

                tapi ada sedikit ganjalan didalam hati saya, kenapa PKS 
mencalonkan mantan Perwira Polisi sebagai CAGUB karena selama ini figur seorang 
polisi cenderung tidak disukai oleh masyarakat apalagi klo kita melihat polisi 
sebagai oknum baik pemerasan, oknum tilang dll... yg banyak dijumpai di jalan2 
dalam kehidupan kita sehari - hari. mungkin ada diantara teman2 milis yg dapat 
menjelaskan semua ini, syukur2 kalo ada kader PKS yg ikut milis ini.

                 

                Wassalamm...

                 

                        ----- Original Message ----- 

                        From: Rudy Swardani <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  

                        To: FUPM-EJIP (E-mail) 
<mailto:[email protected]>  

                        Sent: Tuesday, March 20, 2007 8:29 AM

                        Subject: [ FUPM-EJIP ] FW: [Saksi] Tak Gentar : Aktivis 
Kenyang Asam GaramIdeologi

                         

                         

                        -----Original Message-----
                        From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Behalf Of Maintbase
                        Sent: 18 Maret 2007 6:38
                        To: [EMAIL PROTECTED]
                        Subject: [Saksi] Tak Gentar : Aktivis Kenyang Asam 
Garam Ideologi

                        http: www.detik.com

                        PKS Geli Disebut Musuh Ideologi

                         Jakarta - PKS mengaku sedikit geli dangan pernyataan 
PKS adalah musuh ideologi. Bagi partai berlambang bulan sabit kembar ini, 
Pancasila sebagai ideologi bangsa tak perlu diutak-atik lagi. "Kami sedikit 
geli mendengar koalisi bersama tersebut muncul karena PKS adalah musuh ideologi 
bersama," kata Wakil Ketua Fraksi PKS Zulkieflimansyah kepada detikcom, Kamis 
(15/3/2007).

                        Zul menegaskan, musuh bersama bangsa Indonesia adalah 
kemiskinan, pengangguran dan standar hidup yang rendah. Menurut dia, generasi 
muda PKS adalah mantan aktivis kampus yang kenyang asam garam ideologi. 
"Pengalaman ini mengantarkan kami pada kesimpulan bahwa Indonesia plural, 
heterogen dan penuh toleransi adalah keniscayaan yang tak terkira," 
ujarnya.(ken/nrl)

                        http: www.detik.com

                        PKS: Pilkada DKI Pertarungan Agenda Elit Vs Agenda 
Rakyat Arifin Asydhad - detikcom

                         Jakarta - Dikeroyok 17 partai politik (parpol) dalam 
pertarungan di Pemilihan Gubernur DKI, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merasa 
tersanjung. Sekjen DPP PKS Anis Matta menyebut Pilkada DKI nanti menjadi 
pertarungan antara agenda elit dan agenda rakyat.  

                        "Kami tersanjung dengan pengeroyokan ini. Selama ini 
kami tidak pernah merasa terlalu kuat sampai pada tahap di mana kami harus 
dikalahkan melalui pengeroyokan," kata Anis Matta dalam keterangannya kepada 
detikcom, Kamis (15/3/2007). 

                        Menurut Anis, pengeroyokan ini menyadarkan PKS bahwa 
pertarungan ini akhirnya seperti kisah 'bawang merah dan bawah putih.' "Ini 
adalah pertarungan antara agenda elit dan agenda rakyat. Kami bersyukur karena 
kami memperjuangkan agenda rakyat, walaupun untuk tujuan mulia itu kami harus 
menghadapi pengeroyokan ini," ujar dia.

                        Anis optimistis PKS akan mendapatkan kepercayaan dari 
masyarakat dalam Pilkada nanti. "Kami percaya pada kebenaran agenda kami dan 
pada keniscayaan dukungan rakyat terhadap perjuangan kami. Bagi kami ini bukan 
pertarungan ideologi, tapi ini pertarungan hati nurani. Rakyat selalu 
memenangkan hati nurani," tegas dia. 

                        PKS telah menetapkan Adang Daradjatun sebagai calon 
gubernur DKI 2007-2012. Dalam waktu dekat, PKS akan mengumumkan calon wakil 
gubernur yang akan mendampingi Adang. 

                        Sementara itu, 17 parpol telah melakukan deklarasi 
Koalisi Bersama mendukung Fauzi Bowo alias Foke sebagai calon gubernur. Berdiri 
dalam barisan ini, antara lain PDIP, Partai Golkar, PPP, PBR, PDS, PBB, dan 9 
partai gurem. Dua partai lainnya, PAN dan PKB, meski diklaim mendukung koalisi, 
tapi ternyata masih belum menentukan sikapnya. (asy/asy)

                         

                        
http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2007/03/15/brk,20070315-95546,id.html

                        PKS Tak Gentar Hadapi Koalisi Partai Besar

                        Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengusung calon 
gubernur DKI Jakarta Adang Daradjatun mengaku tak gentar menghadapi koalisi. 
Diduga Golkar akan berkoalisi dengan PDI Perjuangan dan Partai Demokrat yang 
mengusung Fauzi Bowo dalam Pilkada 2007 mendatang.

                        "Kami tak keberatan dengan rencana koalisi. Itu hal 
yang wajar," ujar Ketua Tim Verifikasi Pilkada PKS Selamat Nurdin. Menurut dia, 
partai pemenang Pemilu di Jakarta pada 2004 lalu itu juga akan menggalang 
koalisi dengan partai lain, seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai 
Amanat Nasional (PAN) serta Forum Lintas Partai (FLP). 

                        Menurut Selamat pilkada pertama di ibukota ini akan 
menetapkan tiga calon gubenur yang akan bertarung. Hal itu ditandai dengan 
adanya partai yang mempertimbangkan pencalonan salah seorang figur yang 
berkembang belakangan ini. Siap Hadapi Koalisi Kebangsaan

                        Jakarta(16/3), Suasana Pilkada DKI memanas. Tiga partai 
politik (parpol) besar-PDIP, Partai Demokrat, Partai Golkar, kemarin resmi 
mendukung Fauzi Wibowo menjadi cagub pada pilkada mendatang. Dukungan ini juga 
diikuti puluhan partai lainnya, yakni PPP, PDS, PBR, PNBK, PNI, Marhaenis, PNI, 
PPDI, PM, PKPB, PPD, PKD dan PPNUI. Selanjutnya PKB dan PAN belum resmi 
mencalonkan cagubnya. 

                        Deklarasi dukungan terhadap fauzi Wibowo yang 
berlangsung di Hotel Ritz Carl-ton, kuningan Jakarta. Wakil ketua Umum DPP 
Partai Golkar Agung Laksono membantah bahwa terbentuknya koalisi kebangsaan ini 
bertujuan untuk menjegal dan menghancurkan PKS yang sebelumnya sudah menetapkan 
mantan Wakapolri Adang Darajatun menjadi cagubnya.

                        Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPP PKS Muhamad 
Razikun mengaku, dukungan koalisi parpol tersebut belum tentu menjamin bakal 
memenangkan Fauzi dalam pilkada mendatang. Baginya koalisi tidak bisa dijadikan 
tolak ukur untuk memperoleh kemenangan. "Jadi, persoalannya bukan berapa jumlah 
parpol yang bergabung mengusung salah seorang cagub." Dasar yang menjadi 
porsoalan adalah bagaimana hasilnya, buat apa koalisi banyak-banyak jika 
ditingkat bawahnya mereka tidak didukung secara penuh oleh masyarakat. 

                         "Dengan keberagaman etnis yang berkembang di Jakarta, 
saya kira masyarakat tidak lagi bisa dibodohi, PKS tidak akan gentar "Ujar 
Razikun Intinya koalisi apapun yang bertujuan menjegal PKS akan siap dihadapi. 
"Kalau mau jujur koalisi 16 parpol itu sudah kami prediksi sebelumnya. Jadi 
begitu dideklarasikan, kami tidak ada masalah lagi," tambahnya. 

                         

                        Senada dengan Razikun, Ketua DPW PKS DKI Jakarta 
Triwisaksana mengaku, PKS siap menghadapi berapa pun partai yang tergabung 
dalam koalisi tersebut. Menurut dia, meski tidak berkoalisi dengan partai lain, 
dia yakin PKS bakal menang pada pilkada mendatang. Sebab saat ini PKS sedang 
membangun koalisi strategis dengan rakyat. "Silahkan saja partai lain mau 
bilang apa. Pada prinsipnya, koalisi itu terbagi menjadi dua bagian. Pertama, 
koalisi teknis yang dilakukan antar partai, kedua, kolaisi stategis antar 
partai dan rakyat. Nah, koalisi stategis inilah yang sedang dibangun PKS," 
tegasnya. (Tatiek)

                        
________________________________


                        ********************************************************
                        Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan 
DKM Di kawasan EJIP
                        ********************************************************
                        Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi 
situs SAMARADA :
                        http://www.usahamulia.net
                        
                        Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
                        [EMAIL PROTECTED]
                        
                        Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
                        [EMAIL PROTECTED]
                        ********************************************************

                
________________________________


                ********************************************************
                Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di 
kawasan EJIP
                ********************************************************
                Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs 
SAMARADA :
                http://www.usahamulia.net
                
                Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
                [EMAIL PROTECTED]
                
                Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
                [EMAIL PROTECTED]
                ********************************************************

        
________________________________


        

        ********************************************************
        Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan 
EJIP
        ********************************************************
        Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
        http://www.usahamulia.net
        
        Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
        [EMAIL PROTECTED]
        
        Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
        [EMAIL PROTECTED]
        ********************************************************

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke