Senin, 26 Maret 2007

Penangkal Azab 





Salah satu penangkal azab adalah istighfar. Dalam Alquran Surah Al-Anfaal
ayat 33 Allah berfirman, ''Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka
(hamba-Nya), sedang kamu (Nabi Muhammad SAW) berada di antara mereka. Dan
tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka (hamba-Nya) sedang mereka meminta
ampun.''

Pertama Allah menjamin bahwa selama Nabi masih berada di tengah umatnya,
tidak akan ada azab. Jaminan kedua adalah azab tidak akan ada kalau
hamba-Nya beristighfar. 

Untuk jaminan kedua ini Nabi sendiri memberi teladan dengan beristighfar
tidak kurang dari seratus kali sehari. Abu Hurairah menyebutkan bahwa Nabi
mengumpulkan orang dan bersabda, ''Hai manusia! Bertobatlah kamu kepada
Allah karena aku sendiri bertobat dalam satu hari seratus kali.'' Dalam
riwayat lain disebutkan bahwa, ''Sesungguhnya aku sendiri beristighfar
kepada Allah seratus kali dalam sehari semalam.''

Istighfar artinya memohon ampun kepada Allah atas segala perbuatan buruk
yang salah menurut pandangan agama Allah. Istighfar diucapkan dengan penuh
penyesalan yang mendalam dan tidak akan mengulang lagi kesalahan itu.
Beristighfar diperintahkan Allah dalam Alquran dan Alhadits karena manusia
tidak sunyi dari kesalahan besar ataupun kecil. Allah berfirman dalam Surah
Almuzammil ujung ayat 20, ''Dan mohonlah ampunan Allah, sesungguhnya Allah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.''

Dalam firman Allah Surah Ali 'Imran ayat 135 disebutkan, ''Dan (juga)
orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri
sendiri, mereka ingat/sadar lalu mohon ampun kepada Allah atas kesalahan dan
dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah?
Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka
mengetahui.''

Nabi Yunus AS memberikan contoh yang nyata dalam kehidupan ini, bahwa
istighfar berupa penyesalan dan tidak mengulangi kesalahan itu ternyata
dapat mengatasi cobaan dan menangkal azab. Cobaan pada Nabi Yunus itu
terjadi tatkala beliau ditelan paus lantaran berbuat salah dengan
meninggalkan tugasnya. Beliau dibebaskan Allah setelah berdoa dan
beristighfar dalam gelapnya perut ikan, gelapnya laut, dan gelapnya malam
hari.

Nabi Yunus mengatasi cobaan dan menangkal azab dengan berdoa dan
beristighfar yang disertai penyesalan yang mendalam, yang segera dikabulkan
Allah, sebagaimana tertera dalam surat Al-Anbiya. ''Maka Kami telah
memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah
Kami selamatkan orang orang yang beriman.'' (QS Al-Anbiya [21]: 88).
Mahabenar Allah dengan segala firman-Nya.

(Hj Aminah Mochtar ) 
 
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke