Waspdai ?Senjata Pemusnah Massal?
Kamu wajib tahu yang satu ini. Kalo kita amati, ternyata ada lho ?senjata
pemusnah massal? yang beredar di sekitar kita. Kekuatannya melebihi kehe-batan
bom atom, nuklir, senjata kimia-biologis, atau micro nuke yang ngamuk pada
tragedi Bali. Dia mampu menerobos masuk ke dalam alam pikiran sehingga
mengkontaminasi budaya keseharian kita. Wuih..dalem banget tuh. Selain itu sang
korban pun akan menjadi amnesia alias nggak kenal ama dirinya sendiri. Nah lho?
Bayangin aja, kalo ada bogem mentah mendarat sukses di wajah kita, kita
pasti cepet nyadar dan mungkin refleks balas mukul. Tapi serangan senjata ini
malah bisa bikin sang korban terpesona sampai terhipnotis. Sehingga sang korban
nggak nyadar kalo lagi dicuci otak, diperbudak, bahkan diinjak-injak!
Kita kudu hati-hati banget ama senjata ini. Soalnya dia mengincar kita,
kaum Muslim! Masak sih? Iya. Karena asalnya dari orang-orang kafir yang udah
kadung membenci Islam. Mereka bakal menempuh jalan apa pun untuk ngancurin
Islam. Salah satunya melalui agent of change yang diperankan media massa untuk
menyerang pemikiran Islam dan kaum Muslim serta memasarkan budaya mereka.
Ide-ide dan budaya Barat itulah yang kita maksudkan senjata pemusnah
massal. Penyebarannya yang efektif melalui media massa dan hiburan mampu
memusnahkan identitas keislaman sodara-sodara kita. Sampai sulit bagi kita
untuk membedakan mana kawan dan mana lawan! Sahabat atau penjahat? Atau malah
pengkhianat? Ini bener-bener gawat!
Perang kolosal ?gaya baru?
Zaman sudah berganti. Nggak ada lagi ?bintang perang? sekaliber
Shalahuddin al-Ayyubi, atau Omar Mochtar yang berjuluk singa padang pasir.
Pahlawan Islam pemimpin perang kolosal yang bikin orang-orang kafir
kocar-kacir. Meski begitu, ada yang nggak berubah karena waktu. Yup, permusuhan
orang-orang kafir terhadap kaum Muslim nggak akan pernah berakhir sampai hari
kiamat. Usaha musuh-musuh Islam gagal mulu kalo perang fisik. Makanya mereka
gencar melakukan perang kolosal gaya baru lewat pemikiran dan budaya. Hati-hati
tuh!
Dengan dukungan penuh media informasi dan hiburan, pemikiran dan budaya
barat bebas menjerat kaum Muslim. Sebab kecenderungan masyarakat sering kali
diarahkan lewat opini umum yang dibentuk oleh media massa. Makanya orang-orang
kafir girang banget karena berhasil menguasai kantor berita Reuters , surat
kabar The New York Times , atau The Washington Post yang menjadi sumber berita
utama internasional. Simak saja pernyataan seorang rabi Yahudi Rashoron (1986)
dalam suatu khutbahnya di kota Braga. ?Jika emas merupakan kekuatan pertama
kita untuk mendominasi dunia, maka dunia jurnalistik merupakan kekuatan kedua
bagi kita?. Bener khan?
Selain itu, orang kafir pun berusaha ?mendakwahkan' budaya rusak mereka
melalui media hiburan. Nggak heran kalo film-film Hollywood banyak yang
men-diskriminasikan Islam dan kaum Muslim. Orang Timur Tengah sering dipasang
seba-gai tokoh teroris. Seperti dalam film ? True Lies ? yang dibintangi Arnold
Schwar-zenegger. Sayangnya banyak kaum Muslim terlena oleh gemerlap gaya hidup
orang kafir yang diangkat ke layar lebar. Seku-ler, bermewah-mewahan,
me-ngumbar aurat, dan kebebasan da-lam bertingkah laku. Banyak yang belum
?ngeh' ama bahaya pola hidup ini. Itulah kehebatan perang kolosal gaya baru via
media massa dan hiburan ini.
Menebar fitnah via media massa
Dalam dunia jurnalistik, ada pepatah yang mengatakan ?pena itu lebih
tajam dari pem-bunuhan eh, dari pedang?? . Melalui goresan pena sang wartawan,
kebaikan bisa berubah menjadi keburukan. Nama baik sese-orang pun akan hancur
dalam sekejap lewat berita yang sampai kepada masyarakat. Dah-syat banget khan.
Bisa jadi pedang Batosai -nya Kenshin kalah tajam ama pena sang jurnalis.
Untuk masalah pemberitaan, Mc.Luhan, penulis buku Understanding Media:
The Extensive of Man , menyebutkan bahwa media massa adalah perpanjangan alat
indera kita. Realitas atau fakta-fakta yang kita peroleh dari media massa
adalah realitas yang udah diotak-atik atau second hand reality . Artinya, belum
tentu sama dengan apa yang sebenarnya terjadi. Dan kita selaku pengkonsumsi
berita nggak punya kemampuan untuk mengecek kebenaran setiap berita. Boro-boro
buat ngecek berita, nggak ketinggalan informasi aja udah untung.
Sebagai contoh, ketika terjadi tragedi hancurnya menara kembar WTC. Media
massa Internasional menggiring masyarakat untuk memvonis Usamah bin Laden dan
al-Qaeda-nya sebagai pelaku pemboman. Selain itu, mereka juga mem-black list
beberapa nama yang dituduh sebagai pelaku pembajakan pesawat tanpa didahului
oleh penyelidikan yang aku-rat. Ternyata beberapa nama tidak terbukti terkait
dengan tragedi itu. Ada yang lagi di tempat laen, malah ada yang udah lama
menjadi penghuni rumah masa depan berbatu nisan!
Media massa juga turut men-sukseskan peng-anugerahan beberapa julukan
negatif terhadap para pengemban dakwah. Apalagi setelah AS dengan gencar
mengkampanyekan ? War Against Teror-rism ?. Gelar teroris, muslim Militan,
mus-lim garis keras, atau ekstrimis Islam begitu lekat pada diri para pejuang
Islam yang gigih melawan orang-orang kafir. Serangan terhadap Israel yang
menewaskan satu prajuritnya dikatakan sebagai ?serangan teroris?. Sementara
se-rangan zionis terhadap ribuan Muslim Palestina dikesankan sebagai ?upaya
pembelaan diri?!
Selain kaum Muslim, fitnah juga dialamatkan terhadap ajaran Islam yang
mulia. Guna memadamkan ruh jihad fii sabilillaah , dibentuk opini ?Masyarakat
Anti Perang? atau ?Islam agama Damai?. Poligami, jilbab, atau pembagian harta
warisan kepada wanita yang lebih kecil dibanding pria dikatakan sebagai bentuk
diskriminasi dan pengekangan terhadap kebebasan wanita. Semua agama dianggap
benar. Nggak cuma itu, banyak kaum Muslim yang lebih bangga berlindung di balik
HAM daripada berhukum dengan aturan Allah. Ih?ih?iiiih..(sambil geleng-geleng
kepala)
Rusaknya budaya sekuler Barat
Di era globalisasi ini wabah gaya hidup sekuler khas Barat kian
merajalela menghinggapi kaum Muslim. Emang sih nggak ketauan siapa yang
mengidap paham ini. Tapi kita bisa deteksi dari gejala-gejala yang ditunjukkin
para pengidapnya. Kalo kamu liat orang yang matanya kuning, gigi kuning, kulit
kuning, dan rambut kuning. Nah, itu berarti dia pengidap hepatitis yang nggak
pernah sikat gigi tapi pengen gaya pake ngecat rambut pake warna pirang. Bukan
pengidap budaya Barat sekuler. Hehehe?
Wabah budaya Barat dibangun dari pemisahan aturan agama dari kehidupan,
alias sekulerisme. Orang kafir ngerasa bisa ngatur dirinya sendiri tanpa harus
pake aturan agama. Tuhan ibarat the watch maker alias pembuat jam. Kalo kita
amati, sang pembuat jam nggak akan berpusing-ria ikut campur dalam ?kehidupan'
jam buatannya. Karena itu dalam budaya Barat, agama menjadi urusan pribadi
masing-masing. Nggak boleh dibawa-bawa ke lingkungan publik. Soalnya di sana
nggak ada tempat penitipannya. Ih?emangnya tas pake dititipin segala?
Asas sekuler itu yang melahirkan kebebasan individu. Tiap orang bebas
ngapain aja yang disukainya, asal nggak bikin rugi orang lain. Kalo ada pihak
lain yang coba mengusik kebebasannya bakal berurusan dengan negara.
Dengan kebebasan itulah mereka ber-lomba-lomba mengejar kese-nangan dan
kele-zatan duniawi semata. Yang pada akhirnya mereka jadi budak materi. Apa pun
bakal dijalanin asalkan ada manfaatnya. Terutama yang bisa menghasilkan duit.
Makanya banyak masyarakat ekonomi lemah yang ?hobi' nongol silih berganti
?mengisi acara' Patroli , Sergap , Buser , dan liputan berita kriminal lainnya.
Nah, semua gejala di atas yang bikin rusak masyarakat. Termasuk di negeri
paman samnya sendiri. Nggak percaya? Coba baca laporan pakar AS, Andrew Saphiro
yang meneliti kondisi umum masyarakat AS melalui bukunya ? Where Amerika Stands
and Falls in the New World Order ? pada tahun 1992. Lanjuut..!
Dilaporkan bahwa satu berbanding lima (1:5) dari anak-anak AS, dan satu
berbanding sepuluh (1:10) dari warga dewasa hidup dalam kemiskinan parah; 27
juta orang AS lebih layak untuk disebut sebagai buta huruf dan 40 juta orang
berusia setengah baya kerepotan untuk sekeadar membaca koran.
Lebih dari 20.000 per tahun terjadi kasus kejahatan pembunuhan. Satu dari
sepuluh ga-dis AS yang berusia 15-19 tahun mengalami kehamilan di luar nikah.
Terdapat lebih dari satu juta kejahatan penyalahgunaan obat terlarang yang
berhasil dicatat setiap tahunnya oleh lembaga-lembaga terkait.
Berdasarkan laporan DW-World (27 Juli 2003), Amerika Serikat merupakan
negara dengan jumlah narapidana terbanyak di dunia. Akhir tahun 2002 lalu,
tercatat lebih dari 2 juta warga Amrik yang mendekam di penjara akibat
melakukan tindak kriminal. Ada suatu kecenderungan bahwa tindak kriminal di AS
naik rata-rata 2.6 persen setiap tahunnya.
So, cap modern, gaul, tren, atau metropolis untuk budaya Barat yang
selama ini digembor-gemborkan semuanya cuma omong kosong doank! (jangan
ditambah ?Dik? di depan kata ini!)
Meningkatkan kewaspadaan
Sobat muda muslim, udah waktunya kita tingkat-kan kewas-padaan kita.
Ciee?kaya pak polisi aja ya. Maksud kita, sebagai re-maja muslim yang gaul tapi
tetep ideo-logis (ehm..ehm.. yang ngerasa boleh kirim wesel ke redaksi), kita
patut mewaspadai segala informasi dan hiburan yang kita konsumsi. Jangan sampai
kita jadi korban ?senjata pemusnah massal? yang tertanam dalam tayangan
televisi, siaran radio, koran, tabloid, atau majalah.
Eit,?mewaspadai bukan berarti kita puasa dari segala informasi dan
hiburan. Bukan gitu. Entar malah jadi anggota PKI (Pemuda Kurang Informasi)
atau IWaKI (Ikatan Wanita Kurang Informasi). Kita tetep wajib bin kudu memantau
berita-berita tentang kondisi negeri kita atau kondisi negeri-negeri kaum
Muslim di belahan dunia lain. Rasulullah saw bersabda: ?Dan barangsiapa
(bangun) di pagi hari sementara tidak memperhatikan kepentingan/urusan kaum
Muslim, maka tidak termasuk golongan mereka (kaum Muslim)? . (al-hadits)
Makanya bagus juga kalo kita mau mulai belajar mengkritisi setiap
peristiwa atau hiburan dari sudut pandang Islam. Pokoknya nggak usah malu bin
segan bertanya atau mencari tahu untuk setiap berita yang menyangkut
sodara-sodara kita di tempat lain. Kita bisa bertanya di forum-forum kajian
islam yang membahas politik. Bisa juga lewat diskusi pribadi dengan ustadz yang
jadi panutan, atau dengan teman-teman di dunia maya melalui mailing list.
Untuk cross check berita atau cerita dibalik berita bisa kita dapetin
dari buku-buku atau majalah-majalah Islam yang membongkar konspirasi
musuh-musuh Islam. Moga-moga kita nggak alergi ama buku-buku atau
majalah-majalah ?berat' yang kita maksud. Berat isinya, apalagi harganya untuk
kantong kita. Yang ngerasa boleh senyum kok.
Dengan begitu kita bakal ngerasain nikmatnya menjadi orang yang nggak
sekedar ?tahu'. Sehingga nggak ketipu ama media massa dan bisa memberikan
pencerahan kepada orang lain. Dan kita siap menghadapi serangan ?senjata
pemusnah massal' bernama media massa ini sampai Daulah Khilafah Islamiyah tegak
atas pertolongan Allah. Setuju kan sobat? Mari berjuang! Kampanyekan terus
penerapan Islam sebagai ideologi negara! Sekarang juga!
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************