Ass.wr.wb.
Akhi.pendapat antum apakah berpolitik itu harus berpartai dan masuk kedalam
pemerintahan atau cukup hanya di luar system saja,
mana yang lebih baik dan lebih efektif ?
Syukron
Sulaeman
At 21:25 16/04/2007 +0700, gunawan wrote:
 "urn:schemas-microsoft-com:vml" xmlns:o =
"urn:schemas-microsoft-com:office:office" xmlns:w =
"urn:schemas-microsoft-com:office:word" xmlns:st1 =
"urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags">
Ulama Wajib Berpolitik
Dari Redaksi April 1st, 2007
Dulu di antara tradisi para ulama adalah mengoreksi dan mengawal penguasa
untuk menerapkan hukum Allah. Mereka mengikhlaskan niat dan pernyataan
mereka membekas di hati. Sebaliknya sekarang, terdapat penguasa yang
tamak, namun ulama hanya diam. Andai mereka berbicara, pernyataannya
berbeda dengan perbuatannya sehingga tidak mencapai keberhasilan.
Kerusakan masyarakat itu adalah akibat kerusakan penguasa dan kerusakan
penguasa itu adalah akibat kerusakan ulama. Kerusakan ulama adalah akibat
digenggam cinta harta dan jabatan. Siapa saja yang digenggam oleh cinta
dunia, niscaya dia tidak mampu menguasai âkerikilnyaâ; bagaimana lagi
dapat mengingatkan penguasa dan para pembesar. (Al-Ghazali, Ihyââ
âUlûm ad-Dîn, VII/92).
Subhânallâh! Berabad-abad yang lampau, Imam al-Ghazali telah
mengingatkan kita tentang peran penting ulama dalam mengoreksi dan menjaga
penguasa untuk menerapkan hukum-hukum Allah Swt.
Sebagaimana kita ketahui, masyarakat dan negara yang tidak diatur oleh
hukum Allah Swt. dipastikan akan menuai kehancuran. Dengan sangat jelas
Allah Swt. berfirman (yang artinya): Telah nyata kerusakan (fasad) di
daratan dan di lautan akibat ulah tangan manusia (QS ar-Rum [21]: 41).
Dalam berbagai kitab tafsir disebutkan, yang dimaksud akibat ulah tangan
manusia adalah akibat kemaksiatan mereka, sementara yang disebut maksiat
adalah setiap pelanggaran terhadap hukum Allah Swt. Karena itu, masyarakat
dan negara yang tidak melaksanakan hukum Allah Swt. akan menuai kehancuran.
Hanya oleh negaralah hukum-hukum Allah Swt. bisa dilaksanakan seluruhnya.
Tanpa penerapan syariah Islam oleh negara, umat Islam akan dikuasai oleh
para penguasa zalim; umat tidak bisa lagi diurus secara benar; umat pun
tidak lagi memiliki penjaga yang benar-benar melindunginya. Kehancuran itu
akan terjadi kalau ulama hanya diam tidak melakukan koreksi terhadap
penguasa yang menyimpang. Seperti yang disebut oleh Imam al-Ghazali di
atas, kalau penguasa menyimpang, masyarakatnya pasti akan hancur.
Tugas mengoreksi penguasa ini memang berat. Tugas ini bisa menuai
penderitaan berupa tindakan kejam dari penguasa. Namun, tugas ini sangat
mulia. Rasulullah saw. bahkan menyebut aktivitas mengoreksi penguasa ini
sebagai afdhal al-jihâd (jihad yang paling utama): اÙÙÙØ¶ÙÙÙ
اÙÙØ¬ÙÙÙØ§Ø¯Ù ÙÙÙÙÙ
ÙØ©Ù Ø¹ÙØ¯ÙÙ٠عÙÙÙØ¯Ù
سÙÙÙØ·ÙاÙÙ Ø¬ÙØ§Ø¦ÙرÙ
Jihad yang paling utama adalah menyatakan keadilan (menyampaikan
kebenaran) di hadapan penguasa jahat. (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi).
Aktivitas mengoreksi penguasa agar hukum Allah tetap terjaga dan
terpelihara jelas aktivitas politik. Bahkan inilah aktivitas politik
sejati dalam pandangan Islam, yakni aktivitas politik yang berporos pada
upaya pengaturan urusan-urusan umat dengan syariah Islam. Aktivitas
politik sejati ini, yakni mengatur urusan umat, adalah aktivitas utama
para nabi, termasuk Rasulullah saw., dan para Khalifah penerus Beliau,
sebagaimana sabda Beliau:«ÙÙØ§ÙÙØªÙ بÙÙÙÙ
Ø¥ÙØ³ÙØ±ÙØ§Ø¦ÙÙÙÙ ØªÙØ³ÙÙØ³ÙÙÙÙ
Ù
اÙÙØ£ÙÙÙØ¨ÙÙÙØ§Ø¡Ù. ÙÙÙÙÙÙ
ÙØ§ ÙÙÙÙÙÙ ÙÙØ¨ÙÙÙÙ
Ø®ÙÙÙÙÙÙÙ ÙÙØ¨ÙÙÙÙ, ÙÙØ¥ÙÙÙÙÙÙ ÙØ§Ù ÙÙØ¨ÙÙÙÙ
Ø¨ÙØ¹ÙدÙÙ ÙÙØ³ÙتÙÙÙÙÙÙ Ø®ÙÙÙÙÙØ§Ø¡Ù ÙÙØªÙÙÙØ«ÙرÙ.
Dulu Bani Israel diurusi oleh para nabi. Setiap kali seorang nabi
meninggal, ia digantikan oleh nabi yang lain. Namun, sesungguhnya tidak
ada nabi sesudahku. Yang ada adalah para khalifah dan mereka banyak. (HR
Muslim).
Jadi, jelaslah bagi kita, bahwa politik (sâsa-yasûsu-siyâsat[an]) dalam
pengertian sejatinyaâyakni mengatur urusan-urusan umat berdasarkan
syariah Islamâadalah wajib. Politik sejati ini akan terbengkalai kalau
para ulama mendiamkan para penguasa yang mengabaikan rakyat. Karena itu,
mengoreksi penguasaâyang merupakan bagian terbesar dari aktivitas amar
makruf nahi mungkarâmenjadi wajib pula hukumnya. Kewajiban ini
dipertegas oleh Rasulullah saw. melalui sabdanya:
ÙÙØ§ÙÙÙØ°ÙÙ ÙÙÙÙØ³Ù٠بÙÙÙØ¯ÙÙÙ
ÙÙØªÙØ£ÙÙ
ÙØ±ÙÙÙÙ Ø¨ÙØ§ÙÙÙ
ÙØ¹ÙرÙÙÙÙ
ÙÙÙÙØªÙÙÙÙÙÙÙÙÙ٠عÙÙ٠اÙÙÙ
ÙÙÙÙÙØ±Ù Ø£ÙÙÙ
ÙÙÙÙÙØ´ÙÙÙÙÙ٠اÙÙÙ٠أÙÙÙ ÙÙØ¨ÙØ¹ÙØ«Ù
عÙÙÙÙÙÙÙÙ
٠عÙÙÙØ§Ø¨Ùا Ù
ÙÙÙÙÙ Ø«ÙÙ
ÙÙ
ØªÙØ¯ÙعÙÙÙÙÙÙ ÙÙÙØ§Ù ÙÙØ³ÙØªÙØ¬Ùاب٠ÙÙÙÙÙ
Ù
Demi Zat Yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, kalian harus melakukan amar
makruf nahi mungkar atau Allah akan menimpakan azab atas kalian, kemudian
kalian berdoa kepada-Nya, lalu doa kalian tidak akan dikabulkan. (HR
at-Tirmidzi).
Dengan demikian, upaya memisahkan ulama dan politik jelas merupakan upaya
memperlemah umat dan negara. Inilah justru yang merupakan strategi penting
penjajah. Dengan ide sekularismenya, mereka memisahkan agamaâtermasuk
ulamanyaâdari politik. Sebab, mereka sangat tahu persis, kalau ulama
berpolitik, umat akan terjaga, karena para penguasa ada yang mengoreksi.
Politik yang dimaksud di sini tentu adalah politik sejati yang didasarkan
pada pelaksanaan seluruh hukum Allah Swt. dalam mengatur urusan umat,
bukan politik kotor. Politik kotor justru menjadikan ulama sebatas makelar
politikus jahat, sekadar sebagai vote getter bagi para penguasa jahat, dan
hanya menjadi alat legitimasi kejahatan penguasa atau penjajah asing.
Ulama seperti ini adalah ulama jahat yang dosanya sangat besar, karena
telah menggunakan posisinya untuk menghancurkan masyarakat dan negaranya.
Ulama seperti ini adalah ulama yang menjual agamanya demi keuntungkan
material. Imam al-Ghazali mengingatkan kita, bahwa kerusakan ulama seperti
ini, adalah karena mereka telah digenggam oleh kecintaan akan harta dan
jabatan. Inilah yang membungkam sang ulama untuk mengingatkan para
penguasa. Padahal mendiamkan penguasa jahat adalah dosa besar, apalagi
menjadi letigimasi kejahatan penguasa atau menjadi alat penjajah untuk
menguasai kaum Muslim.
Wallâhu aâlam
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************