Khatib Saudi Ikut Kampanye "Anti Terorisme"      
      Kamis, 03 Mei 2007  
       Tak hanya Amerika dan Barat saja yang ikut kampanye "terorisme" , Arab 
Saudi juga ikut-ikutan berkampanye  memerangi "terorisme"

      Hidayatullah.com--Kementerian Urusan Islam Saudi berencana memobilisasi 
para khatib dan imam untuk berkampanye melawan 'terorisme' dan menghalau 
pemikiran-pemikiran radikal dan takfir (pengkafiran) terhadap sesama Muslim.

      Rencanya, pada Jumat (4/5) mendatang sebanyak 15 ribu khatib di 15 ribu 
masjid di negeri kaya minyak tersebut sudah dimobilisasi untuk menyampaikan 
khutbah dengan satu tema yakni melawan 'radikalisme' dan 'terorisme'.

      Menteri Urusan Islam dan Wakaf Saudi, Saleh Al-Sheikh menyerukan seluruh 
khatib Jumat untuk menfokuskan khutbahnya pada isu tersebut sebagai salah satu 
upaya penyadaran kepada publik atas bahaya pemikiran radikalisme.

      "Menteri memang telah menginstruksikan kepada para khatib untuk 
menfokuskan khutbah pada masalah radikalisme ini setelah Kementerian Dalam 
Negeri Jumat lalu sukses mematahkan tujuh sel teroris," kata DR. Taufik 
Al-Sadiri seperti dikutip harian Al-Sharqul Awsat, Rabu (2/5).

      Deputi Menteri Urusan Islam Saudi itu menambahkan bahwa para khatib 
berperan untuk menjelaskan kesesatan kelompok radikal dan takfir.  "Para khatib 
perlu menegaskan bahwa kelompok tersebut tidak memiliki sandaran syariat dalam 
melaksanakan aksi mereka," katanya.

      Pihak kementerian akan melakukan pemantauan terhadap isi khutbah para 
khatib pada Jumat mendatang. Bagi yang tidak mengindahkan, kemungkinan besar 
akan dijatuhkan sanksi disiplin. Lembaga-lembaga terkait juga diminta untuk 
melanjutkan misi penyadaran terhadap bahaya pemikiran sesat tersebut. Upaya 
penyadaran tersebut membutuhkan program berkesinambungan.

      "Kementerian sendiri telah mencanangkan program jangka panjang meliputi 
sekitar 72 ribu masjid di seluruh Saudi dengan menugaskan para khatib dan dai 
setempat untuk kepentingan serupa," ujar Al-Sadiri lagi. Mungkin langkah yang 
dilakukan negeri kaya minyak tersebut dapat dicontoh negara Islam lainnya, 
terutama negara yang pernah ikut menjadi korban akibat aksi 'terorisme'. 

      Belum jelas, apakah langkah Saudi ini benar-benar produktif atau justru 
sebaliknya. Sebab, sejak tragedi 11 September di WTC, istilah perang terhadap 
'terorisme' yang dilontarkan Amerika justru sering dimanfaatkan negara Barat 
dan Eropa untuk menyudutkan umat Islam.

      Sebagaimana diketahui, Arab Saudi adalah  adalah sekutu penting Amerika 
Serikat (AS) di Timur Tengah. 

      Persahabatan Saudi dengan AS diawali dengan ditemukannya ladang minyak 
yang kemudian dilanjutkan dengan bentuk kerjasama tanggal 29 Mei 1933 dengan 
terbentuknya perusahaan minyak, Standart Oil Company dari California dengan 
memperoleh konsesi selama 60 tahun dari Saudi.

      Sebelum ini, Saudi juga dikecam karena menyediakan daerahnya untuk 
menjadi pangkalan militer AS. [ant/hid/www.hidayatullah.com]
     

Attachment: printButton.png
Description: Binary data

Attachment: emailButton.png
Description: Binary data

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke