Christian Science Monitor: Polling Opini: Dunia Islam ingin Syariah.
Opini Anda May 5th, 2007 
Kaum  muslimin di empat  Negara  mengatakan bahwa mereka mendukung   baik   
pengaruh  islam maupun  demokrasi. Mereka juga  mengatakan bahwa  melemahkan  
Islam adalah   tujuan  politik  luar  negeri  Amerika.

KAIRO -  Salah  satu penemuan yang paling mengkhawatirkan  tentang  hasil  
polling terhadap sikap kaum muslimin di empat  negara itu adalah  mayoritas  
responden  mengatakan  bahwa  mereka  mendukung dua  tujuan  utama al-Qaeda: 
Mereka  ingin diterapkannya  Hukum Islam yang ketat di negara-negara  
berpenduduk muslim  dan  untuk  "mempersatukan semua Negara Islam menjadi satu  
Negara, atau Khilafah."


Keempat negara  muslim tampaknya kompak untuk  bersama sama  memusuhi Amerika. 
Tapi lebih jauh lagi, sikap kaum muslimin di  Mesir dan Pakistan,  dua Negara 
yang disurvei,   menunjukkan nuansa yang berbeda yakni bisa  menerima  
demokrasi dan  agama.    

"Gaung  atas  pandangan Khilafah  dan shariah memiliki  nilai dan  sejarah 
budaya yang  berakar  dalam, dan Osama [bin laden] dapat menjangkau 
pendukungnya  dengan menggunakan pesan-pesan semacam itu.tapi  publik tidak 
berhasrat atas tiap hal hukum  Islam, seperti potong tangan,"  kata Stephen 
Weber,  dari program mengenai sikap kebijakan internasional (PIPA), yang 
membantu dilakukannya polling itu, ketika  menjawab pertanyaan lewat e-mail. 
Polling itu dilakukan oleh worldpublicopinion.org

"Pada umumnya, tampaknya tepat untuk mengatakan  bahwa Osama memahami 
pendukungnya dengan baik," lanjutnya. "seruannya bagi penerapan  Syariah dan 
Khilafah menyentuh nilai-nilai pada komunitas  muslim, khususnya  di 
Negara-negara Arab yang  kami pelajari."

Dia mengatakan, sebagai analogi adalah fakta bahwa banyak  orang  Amerika yang  
mendukung nilai-nilai Judeo-Kristen  dan Sepuluh Perintah Tuhan,   "tapi  hanya 
sedikit yang  mendukung hukum rajam bagi pezina."

Polling PIPA, yang dilakukan  antara  Desember 2006  dan Februari 2007,  juga 
menemukan  bahwa mayoritas menolak Al-Qaeda dan taktiknya untuk menyerang 
penduduk sipil. Lebih dari 75 persen dari mereka yang  disurvey di empat Negara 
- Mesir,  Pakistan,  Maroko dan  Indonesia - mengatakan bahwa serangan terhadap 
 penduduk sipil adalah tidak Islami. Mayoritas  di  tiga  Negara mengatakan 
bahwa  mereka  menentang serangan  Al-Qaeda di Amerika; di Pakistan, 68   
persen menolak menjawab pertanyaan  ini, sehingga sulit untuk  mengambil  
kesimpulan sikap mereka.

Polling itu juga menemukan bahwa responden ingin tentara Amerika keluar dari 
Timur Tengah dan bahkan banyak yang setuju serangan atas tentara Amerika di 
sana. Mayoritas juga mengatakan bahwa  melemahkan Islam adalah tujuan inti 
kebijakan luar negeri Amerika. 


Sedikit orang yang setuju atas visi totaliter

Kebanyakan orang di dalam dan di luar dunia Arab tidak setuju atas visi 
totaliter yang dikembangkan Al-Qaeda. Dan ketika banyak kaum muslimin yang 
yakin sharia adalah sesuatu yang diperintahkan dalam agama, mereka 
mengartikannya dengan berbeda. 

Contohnya, dalam polling yang terakhir, yang dikeluarkan pada tanggal 24 April, 
diketahui bahwa 53 persen orang Indonesia "sangat" atau "agak" setuju bahwa 
shariah seharusnya diberlakukan pada tiap negara Islam.

Tapi polling yang lebih mendalam atas opini orang Indonesia oleh Asia 
Foundation tahun 2003 ditemukan bahwa kebanyakan orang Indonesia tidak ingin 
Hukum Islam menggantikan perundang-undangan yang berlaku, yang memaksa wanita 
untuk menutup rambutnya, atau membolehkan potong tangan atas pencuri dan 
pembunuhan atas pelaku zina. Sebaliknya, mereka melihat shariah sebagai suatu 
nasihat yang diperintahkan oleh lima rukun Islam: iman kepada Allah, sholat, 
zakat, pergi haji, dan berpuasa di bulan Ramadhan.

Di Pakistan, mayoritas responden mengatakan mereka mendukung shariah dan 
pendirian Khilafah, yang dilihat oleh para analis berasal dari dua sumber: 
kebencian atas korupsi dan kurangnya tanggung jawab pemerintah mereka, dan 
kecendrungan untuk mengkaitkan antara apa yang baik dan buruk.


Sikap yang berbeda atas Al Qaeda

Abdul Kadir Khamosh, ketua Federasi Muslim Kristen yang aktif mempromosikan 
dialog antar agama di Lahore, Pakistan, mengatakan dukungannya pada shariah 
tapi memiliki pandangan yang berbeda dengan yang dianut bin Laden. 

"Shariah tidak pernah membolehkan seseorang untuk membunuh orang lain. Bahkan 
syariah tidak membolehkan penebangan sebuah pohon pun," katanya. Responden di 
Pakistan menunjukkan kecendrungan atas shariah yang lebih tinggi daripada 
demokrasi. Dua puluh persen diantaranya mengatakan bahwa demokrasi adalah 
sistim yang sangat baik, sementara 79 persen mengatakan bahwa mereka mendukung 
syariah, tapi tidak berarti mereka menentang demokrasi, kata para cendekiawan 
muslim.

"Kami perlu demokrasi, kami suka demokrasi. Demokrasi adalah jalan yang baik - 
kami tidak percaya sistim kerajaan. Tapi demokrasi adalah hanya sebagian kecil 
dari syariah, "kata Khamosh. Dia menambahkan bahwa bahwa orang di Pakistan 
ingin memadukan antara nilai-nilai mereka dengan sistim demokrasi dan bukan 
hanya sistim demokrasi saja.


Prinsip-prinsip inti yang dianut bersama

Tampaknya hal yang serupa terjadi di Maroko dan Mesir, dimana politisi Islam 
terkemuka mengatakan bahwa mereka tidak bisa menerima sistim Islam bergaya 
diktator. Di kedua Negara itu, kelompok-kelompok oposisi Islam mengatakan bahwa 
mereka mengartikan Islam sebagai sistim yang menuntut penduduk untuk memberikan 
input demokrasi pada pemerintahanya.

Kami mengambil prinsip-prinsip inti demokrasi dan kami menyimpulkan 
bahwa.mereka memiliki nilai-nilai yang sama, kata Mustapha Khalifi, anggota 
Partai Keadilan dan Pembangunan di Maroko, kelompok Islam yang kuat di 
parlemen. 

"Kami tidak menemukan masalah besar antara nilai-nilai inti demokrasi dan 
nilai-nilai inti Islam," tambah Khalifi, yang baru saja kembali setelah bekerja 
setahun di Capitol Hill di Washington. 

Sultan-i-Roma, seorang professor Ilmu-ilmu Sejarah dan Islam di Swat, di 
Propinsi Pakistan Barat Daya, mengatakan bahwa kaum muslimin di Pakistan tidak 
menentang nilai-nilai Barat, karena mereka menganutnya - tapi yang mereka 
tentang adalah kebijakan-kebijakan Barat, khususnya apa yang dilakukan di Irak 
dan Afghanistan.  

"Jika saya ingin hukum Islam, tidak berarti saya tidak percaya lagi pada 
dunia," komentarnya. "Tidak berarti saya tidak ingin memiliki hubungan dengan 
Amerika atau Barat. Mereka ingin tetap berhubungan, tapi mereka punya keberatan 
atas arah kebijakan-kebijakan itu."

David Montero di Islamabad, Pakistan, dan Jill Carroll di Cairo menyumbangkan 
laporan ini. [Kamis, 26 April 2007 ; Christian Science Monitor; Oleh Dan Murphy 
| Staff writer]

Sumber: 
http://www.hizb.org.uk/hizb/news-watch/caliphate/cs-monitor-opinion-poll-muslim-world-wants-shariah.html)
 


********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke