Selasa, 10 Juli 2007

Karikatur Nabi Muncul di Buletin STAIN 




SAMARINDA---Warga Islam Samarinda terkejut serta memprotes keras mengenai 
pemuatan karikatur Nabi Muhammad, SAW pada Buletin Kampus Sekolah Tinggi Agama 
Islam (STAIN) Samarinda. Dilaporkan di Samarinda, Senin (9/7) bahwa gambar itu 
diduga diambil dari internet karena mirip dengan yang pernah dimuat oleh surat 
khabar Denmark sehingga mengundang kemarahan umat Islam seluruh dunia, termasuk 
di Indonesia. 

Pada edisi III/TH I/VI/2007 yang berjudul "Mewaspadai Gerakan Kelompok Islam 
Ekstrim" terdapat dua karikatur. Salah satunya karikatur itu menunjukkan 
seorang pria memakai sorban memegang pedang yang diapit dua wanita dan di 
kepalanya bertuliskan Muhammad.

"Selama dua hari, saya mendapat SMS dari seluruh umat Islam dari seluruh 
Kaltim. Mereka mempertanyakan masalah karikatur itu sehingga hari ini saya 
langsung menemui pihak STAIN dan pengelola buletin itu," kata Ketua MUI 
Samarinda KH Zaini Naim ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya.

Pihak MUI yang dipimpin Zaini Naim langsung menemui Ketua STAIN Samarinda, 
Abdul Hadi dan Pimpinan Redaksi Buletin STAIN, Taufik Bil Haqi untuk menanyakan 
tujuan pemuatan karikatur tersebut. Ketua MUI Samarinda menilai bahwa karikatur 
tersebut memang mirip dengan karikatur yang pernah dimuat di sejumlah media di 
Denmark. "Karikatur itu jelas melecehkan umat Islam. Pihak STAIN sendiri 
mengaku tidak tahu pemuatan karikatur tersebut namun pak Abdul Hadi baik secara 
institusi maupun pribadi meminta maaf kepada umat Islam," imbuh dia. 

Awalnya, pihak pengelola buletin itu sempat bersikeras bahwa karikatur itu 
tidak ada niat untuk melecehkan. Tetapi setelah pihak MUI memberi penjelasan 
tentang tidak bolehnya memuat gambar Nabi Muhammad, SAW dalam bentuk apapun, 
akhirnya mereka meminta maaf. Ditanya sikap MUI Samarinda atas karikatur itu, 
Zaini Naim mengaku tidak menempuh jalur hukum karena mereka sudah minta maaf. 
Namun, katanya menambahkan bahwa MUI tidak menjamin apabila ada ormas Islam 
yang akan membawa kasus itu ke proses hukum.

"Kami sangat menyayangkan pemuatan karikatur itu tetapi karena pihak pengelola 
(buletin kampus) sudah meminta maaf, maka kami sebagai orang tua tentunya 
memberi maaf tetapi kami sudah memberikan warning keras agar hal itu tidak 
diulangi," katanya. 

Ketua STAIN Samarinda Abdul Hadi usai pertemuan dengan pihak MUI 

Samarinda mengaku tidak tahu adanya pemuatan karikatur Nabi Muhammad, SAW pada 
Buletin STAIN. Namun, Abdul Hadi mengaku pihaknya secara terbuka meminta maaf 
kepada umat Islam serta berharap masalah itu tidak menjadi polemik yang bisa 
membuat kondisi Kaltim tidak aman.

Sementara itu Pimpinan Redaksi Buletin STAIN, Taufik Bil Haqi tetap membantah 
tentang adanya niat untuk melecehkan umat Islam. Dia mengaku bahwa tidak punya 
maksud tertentu di balik pemuatan karikatur yang dianggap mirip dengan 
karikatur Nabi Muhammad tersebut. "Karikatur itu kami ambil dari internet dan 
tidak ada sedikitpun niat melecehkan Nabi Muhammad. Mana mungkin saya sebagai 
orang Islam sendiri mau menghina Rasul kita. Apabila hal itu dianggap salah, 
maka saya mewakili redaksi meminta maaf," katanya. ant

( ) 
 
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke