Obituari Taufik Savalas
Perginya Sang Komedian Rendah Hati

  <http://137.40.14.10/wp-content/uploads/2007/07/taufik_1d.jpg> 

Jakarta-RoL- Siapa yang tidak kenal Tauvik Savalas (41). Setiap kata
yang terlontar dari mulutnya selalu mengundang senyum dan tawa.
Pria asal Jembatan Lima, Jakarta Barat, yang bernama asli Mochammad
Taufik ini, awalnya tidak pernah menyangka akan menjadi orang terkenal
di Indonesia.

Taufik selama ini masyhur sebagai pembawa acara yang piawai dan komedian
yang kocak. Bahkan pria tambun itu pernah didaulat menjadi "Presiden",
meski hanya "Presiden Republik Mimpi", tayangan talkshow di sebuah
stasiun televisi swasta.

Namun, tingkah-polahnya yang kocak itu, kini tak lagi dapat disaksikan
jutaan penggemarnya di layar kaca maupun panggung hiburan. Kecelakaan
kendaraan di Bagelan, Purworejo, Jawa Tengah, Rabu malam, telah
merenggut nyawa sang komedian rendah hati itu.

Taufik, saat itu hendak menuju Purbalingga untuk mengemban tugas sebagai
duta salah satu produk sabun kesehatan. Namun untung tak dapat diraih,
malang tak bisa ditolak, mobil kijang bernomor polisi B 2089 QH yang
membawanya dari Yogyakarta menuju Purbalingga, bertabrakan dengan truk
bermuatan semen. Semasa hidupnya, pria kelahiran Jakarta, 9 Juni 1966
ini dikenal orang-orang terdekatnya sebagai sosok yang gigih meniti
karir dari "nol".

Doyok, sahabat Taufik di Sangar Kuntum Mekar, Pasar Minggu, berkisah
Taufik Savalas adalah simbol "bakat dan perjuangan". "Dia orang yang
sangat potensial, dia bisa melawak tunggal sementara saya masih melawak
dalam kelompok," katanya.

Kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan membuatnya harus banting tulang
membantu meringankan beban ekonomi keluarga. Untuk mencari uang, Taufik
yang pernah menganggur selama 15 tahun ini pernah menjadi kondektur dan
mengamen.

Pada 1990 Taufik melamar pekerjaan sebagai penyiar Radio Humor Suara
Kejayaan (SK) yang ketika itu dikenal sebagai "gudangnya" pelawak. Di
SK, Taufik menyalurkan keinginannya sejak kecil untuk menjadi komedian
dan menghibur orang lain sekaligus menimba ilmu pada grup komedi Warkop,
yang digawangi oleh Dono (alm), Kasino (alm), dan Indro.

Di tempat inilah ia mulai mengerti bagaimana menjadi komedian yang
hebat. Di Radio SK pula, Taufik Savalas mengenal komedian Dedi "Miing"
Gumelar, Mat Solar, Unang, Emman "Empat Sekawan", Ulfa Dwiyanti, dan Eko
Patrio.

Taufik juga mulai mengenal banyak artis sejak membantu Miing sebagai
asistennya. Sejumlah artis yang dikenalnya antara lain Trio Libels,
Anggun C Sasmi, Ruth Sahanaya, Elfa's Singer, juga Harvey Malaiholo.

Lima tahun berselang, Taufik mulai merambah "layar kaca" dengan menjadi
presenter, bintang tamu berbagai acara stasiun televisi, dan bintang
iklan. Taufik bahkan mulai mencicipi dunia seni peran dalam sejumlah
sinetron. Suami dari Rina Rusdiana ini juga sempat menjadi ikon salah
satu produk sabun mandi.

Pertama kali melawak profesional di Sogo, Plasa Indonesia, Taufik tampil
dalam lomba mirip rambut Demi Moore. Gaya rambut Demi memang sedang
mewabah tahun 90 awal, saat film Ghost yang dibintanginya bersama
Patrick Swayze laris.

Honor pertamaku sebagai pelawak profesional Rp250 ribu. Menjadi tenar
dan rejeki yang semakin mengalir lancar tidak membuat Bapak dua anak ini
lantas terbuai dengan kenikmatan itu. Ia menjadi semakin religius
seiring karirnya yang terus menanjak. Ia beberapa kali meninggalkan
kesibukan yang semakin padat untuk umroh dan berhaji hingga tiga kali.
Ia juga menjadi pemandu bagi sejumlah rombongan umroh pada September
2006.

Taufik mengaku selalu bersyukur setiap rejeki yang diperolehnya dari
penampilannya di panggung hiburan maupun acara-acara lain. Ketika masih
membantu Trio Warkop DKI, Taufik juga selalu dinasehati agar tak lupa
menyebut nama Tuhan agar berhasil dalam pekerjaan. Sebagai wujud
syukurnya, di masa hidup Taufik juga memiliki sejumlah anak asuh dimana
sebagian rejeki disisihkan untuk mereka.

Di awal karirnya, Taufik yang sangat memerlukan pekerjaan terpaksa
menelan pil pahit, karena ditolak bekerja di Radio SK.Ketika itu, ia di
tes melawak di depan pelawak senior; Unang, Mat Solar, Dedy "Miing"
Gumelar, dan semua pentolan SK. Karena tampil tanpa persiapan, Taufik
tampil sangat memalukan dan dicela meskipun berusaha melawak.

Namun, beberapa lama setelah itu Taufik akhirnya dapat bekerja di Radio
SK. Taufik berutang budi pada Dedi "Miing" Gumelar, saat ia menjadi
"cantriknya" selama 1,5 tahun. Pun ia mendapat pengalaman berharga saat
menjadi asisten Warkop DKI.

Saat itu bakat Taufik di dunia hiburan mulai tampak, karena sering
diajak menjadi figuran dalam film-film Warkop, menjadi bintang tamu di
acara-acara humor dan mulai mendapat tawaran bermain sinetron.

Karir yang terus menanjak bukan berarti tak menemui batu sandungan,
cobaan demi cobaan dialami Taufik semasa hidupnya. Sebuah iklan produk
susu yang dibintanginya mendapat protes dari Komnas HAM yang membidangi
anak-anak pada Februari 2006.

Dalam iklan tersebut Taufik berdiri di atas bahu seorang anak dibawah
umur dan dianggap sebagai pelecehan. Namun bukan Taufik jika goyah
dengan cobaan tersebut. Meski akhirnya iklan itu tidak ditayangkan lagi,
ketika itu Taufik menegaskan dirinya tidak akan meninggalkan dunia iklan
yang menjadi salah satu mata pencaharian.

Sebelum kecelakaan di Purworejo yang merenggut nyawanya, Taufik pernah
mengalami kecelakaan Jalan Tol Tomang-Merak KM 15 pada 27 Februari 2003.
Ketika itu Taufik mengendarai mobil pribadinya Peugeot 206 sepulang
syuting acara Laris Manis di Studio Penta, Kebon Jeruk untuk mengantar
adiknya ke Jembatan Lima.

Selesai mengantar sang adik, sekitar pukul 01.00 WIB Taufik melanjutan
perjalanan ke rumahnya di Lippo Karawaci, Tangerang dan dalam keadaan
sepi Taufik memacu kendaraannya mencapai kecepatan 120-130 km/jam.

Pandangannya yang terhalang akibat kaca depan mobilnya terciprat air,
membuat Taufik panik dan tak dapat menguasai kendaraam dan melaju
zig-zag hingga menabrak pembatas jalan. Taufik selamat dalam kecelakaan
itu. Taufik kembali dihadapkan pada sebuah kecelakaan parah yang
akhirnya merenggut nyawanya.

Indro "Warkop" yang menggelar jumpa pers di Jakarta beberapa saat
setelah meninggalnya Taufik mengungkapkan rombongan kecil itu berangkat
dari Jakarta pukul 17.20 WIB dan tiba di Yogyakarta sekitar 18.20 WIB,
rombongan langsung makan malam dan bertolak ke Purbalingga dengan mobil
kijang naas itu.

Taufik meninggalkan seorang isteri, Rina Rosdiana, dan dua orang anak
bernama Mochammad Abizard dan Adinda Fatima.
Selamat jalan sang komedian rendah hati

 

<<image001.jpg>>

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke