25 Kiat Mempengaruhi Akal dan Jiwa Anak

 

Kiat 3 : Gembirakan dan Hiburlah Hatinya

 

KEGEMBIRAAN memainkan peran yang sangat menakjubkan dan berpengaruh kuat
dalam jiwa anak. Anak-anak -sebagai tunas-tunas suci- menyenangi
kegembiraan. Mereka senang melihat senyuman tersungging di wajah orang
dewasa.

 

Karenanya memetik senar kegembiraan pada anak akan memunculkan keriangan dan
vitalitas dalam jiwanya. Hal itu juga akan menjadikan si anak selalu siap
untuk menerima perintah, peringatan, atau bimbingan apa pun.

 

Ya, menaburkan kegembiraan dan keceriaan pada anak akan membuatnya mampu
mengaktualisasikan kemampuannya dalam bentuknya yang sempurna. Di hadapan
kita ada contoh yang diperankan Rasulullah saw. Intinya menggambarkan bahwa
keceriaan jiwa adalah jalan untuk mengungkap dan mengaktualisasikan
kemampuan itu.

 

Setelah penaklukan Makkah, Rasulullah saw. menyuruh Bilal naik ke atas
Ka'bah untuk mengumandangkan adzan. Maka adzanlah Bilal -untuk pertama kali
dalam Islam. Saat ia adzan, sebagian orang musyrik Quraisy memperolok-olok
dan meniru suara Bilal dengan nada jengkel. Di antara mereka itu ada Abu
Mahdzurah Al-Jumahi alias Salamah Bin Ma'ir. Ia orang yang paling merdu
suaranya di antara mereka. Saat ia melantunkan suaranya meniru adzan,
Rasulullah saw. mendengarnya dan meminta agar ia dibawa ke hadapan beliau.
Ia menyangka bahwa dirinya akan dibunuh. Rasulullah saw. mengusap ubun-ubun
dan dadanya dengan tangan beliau yang mulia. Abu Mahdzurah berkata, "Maka
hati saya serta merta terpenuhi iman dan keyakinan. Tahulah aku bahwa dia
adalah Rasulullah saw." Kemudian Rasulullah saw. mengajarinya adzan dan
menyuruhnya adzan untuk penduduk Makkah. Saat itu ia berumur enam belas
tahun.

 

Kita bisa melihat dari kisah itu bahwa saat Rasulullah saw. mengusap dada
dan ubun-ubun Abu Mahdzurah, beliau membuatnya merasakan kedamaian,
ketentraman, dan keceriaan jiwa hingga ia menerima keimanan dengan perasaan
puas dan lalu menjadi muadzin untuk penduduk Makkah. Begitulah, dengan cara
mengembangkan keceriaan, kecintaan, dan mendengarkan anak maka kita bisa
mengungkap kemampuan-kemampuannya.

 

Lalu cara apa yang digunakan Rasulullah saw. untuk membuat anak-anak gembira
dan ceria? Banyak cara yang beliau lakukan, antara lain: menyambut dengan
hangat; mencium dan bercanda; mengusap kepala; menggendong dan memeluknya;
memberikan makanan yang baik; atau makan bersama dengan mereka.

 

Sumber : 25 Kiat Mempengaruhi Akal dan Jiwa Anak (Al Inshat Al In'ikasi
Khamsun Wa Isyruna Thariqah Fi Nafsi Ath Thifli Wa 'Aqlihi) Oleh Muhammad
Rasyid Dimas

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke