Memandang Musibah Sebagai Nikmat Cinta


25 Jul 07 18:47 WIB

 
<http://www.eramuslim.com/atk/send/7724140425-memandang-musibah-sebagai-nikmat-cinta.htm>
 Kirim teman

www.eramuslim.com 
 Oleh Siu-elha

Adalah sahabatku yang sekarang sedang berjuang untuk sembuh dari kanker 
payudara stadium 4. Memandang dengan mataku, rasaku ingin menangis aja, dia 
yang sekarang gundul efek dari kemo, kalau bicara menggeh-menggeh, badannya 
yang dulu subur, turun sampai hampir 25 kg, memar dan hitam-hitam di lengan 
tangannya. Sungguh pemandangan mata yang mengiris sembilu.

Dia kukenal sebagai orang yang baik, bahkan beberapa bulan sebelum ia sakit ia 
menjadi motor untuk mengumpulkan dana bagi isteri salah seorang karyawan di 
kantor yang terkena kanker rahim stadium 4 juga. Beberapa bulan terakhir ia 
sibuk mengajari ibu-ibu dan mbak-mbak yang ingin belajar pita sulam, termasuk 
aku yang jadi murid pertamanya. Sering ngajari teman-teman bikin tas 
manik-manik, rajutan, parsel, kalung & gelang manik-manik n so on.

Dia memang hobi bikin kerajinan-kerajinan seperti itu, dan didukung jiwa 
dagangnya yang ulet. Jika tugas ke Jakarta di sela waktu luangnya digunakan 
untuk kursus bikin coklat. Dan rencananya lebaran kemaren mau dipasarkan. 
Bahkan untuk memasarkan hasil sulam kerudung, kami sepakat joinan bikin 
kardusnya. Biar lebih eksklusif, katanya waktu itu.

Banyak pelajaran yang bisa kuambil dari sahabatku ini. Tentang perjuangan, 
tentang sikap uletnya, tentang ketegarannya yang luar biasa dalam menghadapi 
problem kehidupannya yang orang lain memandang sangat komplek, tentang 
kemampuannya mendengarkan orang lain. Pernah aku perhatikan dia begitu enjoynya 
berbicara dengan loper koran yang biasa ke kantor, serius banget, dan dia lebih 
banyak jadi pendengar setia. Kini ia hanya bisa terbaring dan sedang menjalani 
kemoterapi yang kelima, dijadwalkan akan kemo ke enam 3 minggu lagi, namun 
sekarang kondisinya drop banget. Karena efek obat kemo ke-5 yang luar biasa ke 
tubuhnya, hari Jumat kemaren ia sempat tak sadar, ah...Ya Allah semoga 
segalanya akan menjadi lebih baik.

Ketika pertama kali mendengar vonis dokter tentang penyakitnya, kita semua 
terhenyak, tak percaya, karena saat itu ia masih sibuk ikut membantu Hughes dan 
krunya di PT PAL untuk acara Si Kuncung di Trans TV. Setelah itu ia merasa 
punggungnya sakit, dan ketika dibawa ke dokter vonisnya kanker payudara stadium 
IV. Manusia boleh berharap, Allah jua Sang Penentu. Kami menangis, dalam hati 
saya pribadi sempat terlontar tanya konyol "Kenapa harus dia?" Setelah ia mulai 
'tenggelam' dalam cintaNya? Mulai kaffah dengan agamanya? Setelah ia begitu 
baikkkk pada kami? Setelah ia menjadi guru yang tanpa pamrih buat kami?Setelah 
...terlalu banyak setelah...Kenapa YA Allah? Kalau kami boleh meminta, jangan 
dia!

Astaghfirullah. Astaghfirullahhal adzim. Itulah kepicikan alam pikir manusia, 
yang tak mampu menyelami arti cintaNya. Itulah keterbatasan cara pandang 
manusia. Kata Abah, kadang musibah menjadi tersingkapnya hijab kita pada Allah. 
Sakit mampu menjadi penggugur dosa-dosa yang melekat, tinggal bagaimana kita 
menyikapi. Apakah kita akan meleburkan diri dalam nikmat Allah berupa sakit dan 
musibah yang lain, atau kita menyikapi dengan gerutuan yang justru akan 
melelahkan.

Allah menakar cinta kita melalui firmanNya, dalam surat Al-Ankaabut ayat 2, 
" Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan, 'Kami telah 
beriman' sedangkan mereka tidak diuji lagi?" 


Justru semakin kita dekat dengan Allah, semakin tinggi pula ujian cinta Allah 
pada kita. Itu rumus yang kadang menguras energi kesabaran kita. Jika kita 
mampu bertahan atau bahkan semakin meningkatkan keteguhan iman kita, di situlah 
peningkatan kualitas kita sebagai hamba telah teruji dengan baik. Sungguh, 
semoga kita tidak akan terjebak oleh pikiran pintas, dan semoga Allah 
memberikan kita kefahaman, sehingga apapun yang kita pandang, semua hanyalah 
ridho dan cinta Allah semata. Semoga....

10 Shafar 1428 H Didedikasikan untuk Mbak Lientje Lindawati. 
Allah Maha pencemburu, maka Ia tak ingin diduakan Hanya engkau dan Ia Semoga 
Allah membarakahi dan meridhoi keluarga dan hidupmu

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke