25 Kiat Mempengaruhi Akal dan Jiwa Anak

 

Kiat 9 : Memotivasi untuk Kebajikan dan Memperingatkan Bahaya Keburukan

 

MEMOTIVASI dan memperingatkan (targhib wa tarhib) adalah termasuk kiat alami
yang tidak mungkin ditinggalkan oleh seorang pendidik. Sebab murid atau anak
didik perlu mengetahui akibat dari tingkah laku ketika yang baik maupun yang
buruk.

 

Itulah sebabnya kita menemukan al-Qur'an mengisyaratkan perilaku yang baik
hasilnya adalah baik. Dan itu dikaitkannya dengan surga dan kenikmatannya.
Sebaliknya, ia juga mengisyaratkan bahwa perilaku buruk akibatnya buruk
pula. Dan ia mengaitkannya dengan kedahsyatan neraka jahim dan siksaan yang
abadi bagi orang-orang yang melampaui batas, orang-orang kafir dan para
perusak. Karena manusia akan dihisab berdasarkan setiap amal yang dia
kerjakan. Dan balasan sesuai dengan perbuatan. Allah sekali-kali tidak
melakukan kezaliman. Dia berfirman: 

 

"Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya
sendiri dan barangsiapa yang berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya
sendiri; dan sekali-kali Rabbmu tidaklah menzalimi hamba-hambanya. "
(Fushshilat 46)

 

Saat memberikan ancaman Allah swt. berfirman:

 

"Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan
dengan kejahatan itu dan dia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula)
penolong baginya selain dari Allah. " (An-Nisa 123)

 

Dan agar manusia tidak berputus asa dari rahmat Tuhan mereka, maka Allah
memberikan motivasi untuk beramal saleh, dengan menyatakan bahwa Dia
menerima taubat yang sungguh-sungguh. Firman-Nya:

 

"Dan apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami datang kepadamu
maka katakanlah, Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepa¬damu '. Tuhanmu telah
menetapkan atas dirinya kasih sayang, (yaitu) bahwa siapa yang berbuat
keburukan di antara kamu lantaran ketidaktahuan, kemudian ia bertaubat
setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. " (Al-An'am 54)

 

Tidak ada salahnya menyampaikan ancaman kepada anak dengan cara tidak
langsung. Misalnya, saat dia melakukan perbuatan yang baik, katakan padanya
bahwa Allah akan mencintainya karena perbuatan baik itu dan akan
memasukkannya ke surga. Tidak seperti anak-anak lain yang melakukan
perbuatan yang buruk. Mereka akan disiksa di dalam neraka.

 

Dengan demikian kita telah menyebut-nyebut tentang siksa namun dengan cara
yang halus. Cara itu akan memunculkan rasa takut yang diperlukan dalam jiwa
anak namun bukan takut yang tanpa alasan edukatif. Demikian pula dalam
amal-amal lain. Kita wajib memberi semangat untuk melakukan kebaikan dan
memperingatkan dari hal-hal yang buruk.

 

Jadi memotivasi dan memperingatkan merupakan salah satu metoda psikologis
yang efektif dalam memperbaiki anak. la merupakan metoda yang jelas dan
nyata dalam pendidikan Nabi saw. Beliau menggunakannya terhadap anak-anak
dalam banyak situasi. Terutama dalam masalah berbuat baik kepada orang tua.
Itu tidak lain agar anak merespon dan terkesan sehingga ia memperbaiki jiwa
dan perilakunya.

 

Sumber : 25 Kiat Mempengaruhi Akal dan Jiwa Anak (Al Inshat Al In’ikasi
Khamsun Wa Isyruna Thariqah Fi Nafsi Ath Thifli Wa ’Aqlihi) Oleh Muhammad
Rasyid Dimas

 

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke