Assalaamu 'alaikum

1. Waktu bagi seorang tukang cuci mobil.
Si A ,B & C bekerja sebagai tukang cuci mobil. Satu mobil bisa diselesaikan 
selama 1 jam. Satu hari si A B, & C bisa dapet order sebanyak yang dia mau 
(karena jumlah yang mau nyuci mobilnya lebih banyak dari kapasitas mereka 
bertiga).
Awal mula, ketiganya sehari bekerja 12 jam. Dengan kondisi beegitu, mereka cuma 
bisa menjalankan ibadah yang wajib pada waktu istirahat. Kalo diajak ikut 
pengajian, mereka selalu bilang kepada yang ngajak, nanti deh kalo ada waktu 
luang.
Keadaan berubah.
- Si A tetep begitu.
- Sedangkan si B, sekarang lain. Dia ngga' mau waktu untuk beribadah, maupun 
ikut pengajian menjadi sisa waktu dia bekerja. Sehari dia cuma nyuci 7 mobil. 
Karena, dengan segitu kebutuhan hidup dia tercukupi, dan dia masih punya waktu 
luang.
- Si C lain lagi. Dia cuma nyuci sebanyak 3 mobil. Itupun, tiga hari sekali. 
Sehari-hari dia cuma ikut pengajian ke banyak tempat. Ngga' peduli kalo duit 
yang dia dapet ngga' cukup buat hidup.

2. Ramadhan
Menurut cerita, dulu hampir di semua wilayah (termasuk kota besar), penduduk 
hanya melakukan aktivitas seadanya pada saat Ramadhan. Tidak terkecuali di 
Jakarta. Aktivitas difokuskan untuk kegiatan ibadah dan amaliah.
Seiring dengan keadaan yang semakin materialistis, terutama di daerah Jakarta, 
keadaan jadi tebalik. Pada saat Ramadhan orang malah mekakukan kegiatan bisnis 
lebih dari biasanya.
Apakah sekarang orang ngga' bisa hidup tanpa berlaku demikan, & apakah sekarang 
masih ada orang yang berlaku seperti hal pertama pada saat Ramadhan.
Ada seorang kakek bernama pak Ahin, seorang pendatang yang sehari-hari tinggal 
dan membantu pekerjaan marbot di daerah Pasar Minggu. Pada saat Ramadhan pak 
Ahin berhenti berdagang sebagai pedagang buah keliling, yang menjajakan 
dagangannya dengan dipikul (berarti ngga' banyak). Selama bekerja 11 bulan, dia 
selalu menyisihkan penghasilannya (selain untuk keperluan keluarga di kampung 
dan dirinya sendiri), untuk persiapan bulan Ramadhan.

3. Rok mini
Si X, Y, & Z naik angkot, ketiganya duduk menghadap pintu. Kemudian ada yang 
nyetop, seorang cewe' memakai rok mini.
- Si X langsung melotot, katanya "kebetulan neh, dapet rejeki nomplok". 
Prinsipnya, dia ikut pepatah/pantun : "Paling enak rokok cap kingkong, 
diisepnya terasa singkong. Paling enak lihat cewe' ngongkong, apalagi celananya 
bolong".
- Reaksi si Y langsung mengalihkan pandangan.
- Reaksi si Z langsung marah-marah, dan menolak si cewe' naik angkot serta 
melarang si sopir untuk membolehkan cewe' itu naik.

4. Kebun
Abu Dzar mewakafkan kebun yang membuatnya menjadi lupa, sehingga ketinggalan 
shalat berjamaah di masjid bersama nabi.

Sufisme.

Dasar pemikiran sufisme atau tasauf adalah keseimbangan antara dunia dan 
akhirat, dengan mengikuti tarikat (jalan) salaf. 
Ada orang yang berlebihan dalam menerapkan ajaran sufisme, sehingga 
keseimbangan tidak tercapai. Misal : tujuh hari tujuh malem puasa.
Banyak orang yang mengingkari keseimbangan itu, misalnya dengan mempertuhankan 
uang (maaf, kalo menyinggung ente semua).
Dari contoh di atas, bisa dilihat konteks pemikiran yang sufistis dalam 
kehidupan sehari-hari, dengan mencontoh apa yang dilakukan nabi dan para 
salafus shalihin.

Wassalaam

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Ayi OGI
Sent: Saturday, July 28, 2007 2:22 AM
To: 'Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP'
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Tarekat & Salafi


Takkala  melihat  seseorang beramal penuh zuhud , wara' , khusyu' dan
amalan  lainnya  dalam  upaya tazkiyatun nafs  (penyucian jiwa)  , maka apa 
yang  terbayang  dalam  benak  kita ???? Akankah kita katakan , bahwa orang 
tsb.  Melakukan  amaliyah kaum SUFI ??? Sungguh tak sedikit orang berucap , 
bahwa  bila orang beramal demikian PASTILAH disebut SUFI. Fenomena demikian 
sering hadir di hadapan kita.
     Bila   ditelusuri   secara  teliti  ,  nyatalah  amaliah  dalam  upaya
tazkiyatun  nafs   (penyucian  jiwa)  telah ada sejak jaman Rasulullah SAW. 
Sikap  dan  perilaku  agar nafs = jiwa tetap terjaga kesuciannya adalah dan 
bahkan   senantiasa   dicontohkan   oleh   Rasulullah   SAW   beserta  para 
shahabatnya.  Dalam  sirah  hal  ini   tidak tersembunyi , betapa kehidupan 
beliau  amat  sederhana . Bahkan beliau pernah mengganjalkan beberapa butir 
batu diatas perutnya guna menahan lapar.  Maka , mestinya (lantaran amaliah 
ini)   dikatakan  kepada beliau SAW sebagai seorang SUFI ??? Atau aktivitas 
ibadah  beliau  SAW  sarat  dalam  kesehariannya  .  Maka  ,  mestikah pula 
dikatakan bahwa beliau adalah seorang SUFI ? begitu pula bila melihat sikap 
dan  perilaku  para  shahabat  yang  senantiasa taqarrub (mendekatkan diri) 
kapada  ALLAH  serta  menjauhi  beragam maksiat . Maka , MESTIKAH dikatakan 
mereka itu adalah sekelompok SUFI ?????
     Padahal   bila   menelaah  perkembangan  pemikiran  keislaman  ,  akan
diperoleh bukti akurat bahwa munculnya TASAWUF dalam atmosfir kaum muslimin 
disambut  beragam tantangan . baik tasawuf falsafi yang cenderung melakukan 
pendekatan  berbau  filsafat  sesat  ,  maupun tasawuf amali yang cenderung 
melakukan  pendekatan  dengan  mencampuradukkan  rasa  penganutnya  melalui 
dzikir-dzikir  "antah-berantah"  gado-gado  plus  bid'ah  sana-sini . Kedua 
model  tasawuf itu nyata dikonfrontir . Keberadaannya senantiasa diusahakan 
agar LUMAT dari hadapan umat.
     Bila meneropong secara cermat thd ajaran-ajaran tasawuf baik yang awal
maupun  yang  muncul  era  kini  (tasawuf modern , katanya!!) banyak sekali 
amaliah   yang   justru   menyimpang  dari  tuntunan  kitab  dan  sunnah  . 
Ajaran-ajaran  tasawuf , dipandang dari sudut aqidah terbukti akan menyeret 
pelakunya    kepada   kesyirikan.  Sedang  adalam  kacamata  ibadah,  tidak 
diragukan  lagi  mereka  berlezat-lezat  dengan  membuahkan  bid'ah.  WALAU 
DEMIKIAN  ,?.  Dikalangan  sebagian  umat  Islam  , TASAWUF masih dijadikan 
sebagai  bentuk  SPIRITUALISME  dalam  Islam.  Sebagian  umat  MASIH  SULIT 
membedakan   bentuk  tazkiyatun  nafs   (penyucian  jiwa)  yang   mengikuti 
tuntunan  Nabi  SAW,  dengan  bentuk tazkiyatun nafs  (penyucian jiwa) yang 
bersumber  kapada  hawa  nafsu sang Syaikh (guru tarekat). Kondisi demikian 
diperparah  lagi  dengan  menyebutkan  beberapa nama shahabat , tabiin, dan 
tabiit  tabiin  diklaim  sebagai  tokoh-tokoh  SUFI!!!!! Seperti Abu Dzar , 
Hasan  Al  Basri  ,  dsb.  HINGGA  seakan-akan mereka adalah para penyampai 
ajaran  tasawuf.  Padahal  apa yang mereka perbuat semata-mata mengikuti as 
Sunnah. Bukan bersandar kepada ajaran Tasawuf.
     
Fulll , ini ada bebarapa ucapan Ulama tentang sejarah dan ihwal SUFI,?..
     Menurut Syaikh Abdurrahman Abdul Khalik , secara pasti sulit diketahui
siapa  yang pertama yang memunculkan tasawuf di tengah umat islam dan siapa 
pula tokoh sufi pertama .
     Tetapi  Imam  Syafi'I  ketika memasuki Mesir (pada tahun 199 H) pernah
mengatakan : " Saya meninggalkan Baghdhad , sedangkan orang-orang zindiq di 
sana menciptakan sesuatu hal yang baru yang mereka istilahkan dengan samaa' 
.   Orang   zindiq   yang  dimaksudkan  oleh  Imam  Syafi'I  disini  adalah 
oraang-orang  Sufi  . Sedangkan samaa'  adalah lagu-lagu / sajak-sajak yang 
dinyanyikan oleh orang-orang Sufi tersebut. Apa yang dikatakan Imam Syafi'I 
merupakan petunjuk bahwa persoalan samaa'  adalah persoalan baru. Sedangkan 
orang-orang  Zindiq  sudah  ada  sebelum itu. Ini terbukti dengan seringnya 
Imam  Syafi'I  ber  bicara tentang mereka . Misalnya , perkataan beliau : " 
seandainya  seseorang  menjadi  sufi  pada  awal  siang hari , maka sebelum 
dhuhur  ia  akan  menjadi  dungu  ."  (talbis Iblis : 370) , juga perkataan 
beliau  di halaman yang sama: "Tidak ada seorangpun yang melazimi (komitmen 
thd)  SUFIYAH  selama  40 hari , melainkan akalnya tidak dapat kembali lagi 
selam-lamanya " .
     Semua  menunjukkan  bahwa sebelum abad 2 H berakhir telah muncul suatu
firqoh  (golongan)  yang  dikenal  ulama  Islam  kadang  disebut zindiq dan 
kadang  pula  disebut  KAUM SUFI. Akan tetapi pada masa hidupnya Imam Ahmad 
bin  Hamabal  ,  kaum  sufi  masih belum sepenuhnya muncul, hingga akhirnya 
tasawuf mulai kelihatan hakikatnya.
     
Antara TASAWUF , Zuhud dan Tazkiyatun Nafs (pembersihan jiwa)
     Banyak  orang  mungkin  menyangka  bahwa ADA HUBUNGAN antara ZUHUD dan
TASAWUF.  Sehingga  setiap  orang yang zuhud , bersahaja dalam urusan dunia 
dan  hanya  menghadapkan  wajahnya  semata-mata  kepada  ALLAH  , seperti : 
Ibrahin An Nakhai , al fudhail bin Iyadh. , Abdullah bin Mubarak , Biysr al 
Hafi  ,  Ibrahim  bin  Adham dan sederet nama lainnya DIKLAIM sebagai tokoh 
SUFI.  Mengapa demikian ? Sebab para penulis sufi , yang menyusun buku-buku 
tentang  THABAQAT  SHUFIYAH  , memasukkan para ulama semisal diatas sebagai 
tooh-tokoh  SUFI  dalam bukunya. Bahkan penulis SUFI ternama : ASY SYA"RANI 
secara  melampaui batas memasukkan para KHULAFAUR RASYIDIN termasuk sebagai 
bgenerasi  SUFI  pertama  (dinukuli  dari Abdurrahman bin Abdul Khaliq : al 
Fikru ash-shufi fi dhau'I al kitab wa as sunnah : 49-52).
     PADAHAL  amat  berbeda  kenyataannnya  antara TASAWUF dan ZUHUD. ZUHUD
terhadap  persoalan  duniawi , merupakan keutamaan dan disyariatkan . Zuhud 
adalah  akhlak  para  nabi  ,  para  wali ALLAH , dan para hamba ALLAh yang 
shalih  .  Mereka  adalah  orang-orang yang lebih mementingkan pahala ALLAH 
daripada bernikmat-nikmat dengan hal-hal yang mubah. BAHKAN karena tamaknya 
mengharapkan  balasan  dari  ALLAH  mereka  tidak  segan-segan meninggalkan 
sebagian perkara-perkara mubah.
     ADAPUN  tasawuf   ,merupakan  metode  yang amat lain. Manakala seorang
sufi  telah  sempurna  tingkat kesufiannya , maka zuhud tidak lagi bermakna 
baginya.  Seorang  sufi terkadang hanya membutuhkan zuhud pada tingkat awal 
kesufiannya.  Namun  akhirnya  ,  semuanya menjadi halal , tidak perlu lagi 
yang dizuhudi , baik zina, meminum komer , bahkan perbuatan homo. (dinukuli 
dari  Abdurrahman  bin Abdul Khaliq : al Fikru ash-shufi fi dhau'I al kitab 
wa as sunnah : 67-68).
     IBNU  JAUZI  **)berkata  :  "  TASAWUF  adalah  mazhab (golongan) yang
dikenal  melebihi  zuhud  .  Bukti  bahwa  antara ZUHUD dan TASAWUF berbeda 
adalah  ,  yakni  ZUHUD tidak dicela oleh siapapun, sedangkan TASAWUF telah 
dicela oleh para ulama,?." (al Muntaqa an Nafsis min Talbis Iblis: 214)
     Syaikh  Ali  hasan  Al  Atsary  lebih memperjelas perkataan Ibnu Jauzi
diatas  dengan penyataannnya : " TASAWUF BUKAN ZUHUD , sebab ajaran tasawuf 
telah  dimasuki  oleh bermacam keyakinan , pemikiran , filsafat dan perkara 
?perkara bid'ah lainnya yang tidak ada kaitannya dengan zuhud?(catatan kaki 
al Muntaqa an Nafsis min Talbis Iblis: 214)
     Begitu  juga  dengan  tazkiyatun  nafs  ,  ia BUKAN AKTIVITAS tasawuf.
Tazkiyatun  Nafs termasuk salah satu sebab diutusnya Rasulullah saw, bahkan 
ia  adalah tujuan risalah : al Jumuah : 2 ( lih. Syaikh Ali Hasan al Atsary 
:  at  Tashfiyah  wa  at  Tarbiyah  wa  atsaruhuma  fi isti'naf al hayat al 
Islamiyah  :  57) , sedang tasawuf adalah gado-gado ajaran sebagian Islam , 
filsafat, bid'ah , khurafat, dan segudang kebatilan lainnya.
     
KESIMPULAN
     Jelaslah  bahwa  semenjak  dari  uraian  asal-usul  bahasa  , ta'rif ,
sejarah  dan perbedaan-perbedaannya dengan agama Islam (diantaranya zuhud & 
tazkiyatun nafs) bahwa TASAWUF BUKAN TERMASUK AJARAN ISLAM. Oleh karena itu 
umat  Islam  tidak  perlu  tertipu  dengan ISTILAH TASAWUF. Sekalipun dalam 
tasawuf  dijumpai  hal-hal yang berbau Islam. Maka cukuplah kiranya nasihat 
dari Syaikh Abubakar Jabir al Jazairi : " Sesungguhnya , bisa saja tasawuf 
itu  berasal  dari  sebagian  Islam , tetapi bisa pula ia bukan dari ajaran 
Islam  .  Apabila  tasawuf  benar berasal dari sebagian ajaran Islam , maka 
ISLAM  itu sendiri sudah cukup bagi kita. Sedangkan bila tasawuf bukan dari 
ajaran Islam , maka kita tidak pernah butuh kepada ajaran seperti itu."
Dikutip dari Majalah As Sunnah 3 Thn I     

Wassalam
Abu Dhiaulhaq
     

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Badrus Soleh
Sent: Friday, July 27, 2007 10:07 PM
To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Tarekat & Salafi

Assalamu'alakum Wr. Wb

Bismillahirrohmanirrohim,

Insya Allah akan saya tambahkan tentang tasawwuf,

Dalam agama islam ada tiga sendi.
a.Rukun Islam diajarkan dengan ilmu fiqih
b.Rukun Iman diajarkan dengan ilmu tauhid
c.Ikhsan diajarkan dengan ilmu tasawwuf, apa itu ikhsan arti bebasnya:
Rosullulah bersabda:" Sholatlah kamu seakan-akan kamu melihat Allah,
jika tidak bisa yakinlah Allah melihat kamu".

Jadi tasawwuf mengajarkan ibadah kita itu ada nilainya(ikhlas).
Contoh: Dari Alqur'an: " Celakalah orang yang sholat, yang lalai dalam
sholatnya",sehingga sholatnya hanya mendapatkan capek tidak ada efek
mencegah pebuatan keji dan mungkar, selanjutnya sholatnya rajin tapi
korupsi terus dll.
Di tasawwuf diajarkan " syariah tanpa hakikat(lillahi ta'ala), ta'ada
artinya, begitupun hakikat tanpa syariah adalah Zindig/sesat".

Memang yang diajarkan/dibahas dalam tasawwuf adalah ilmu Dzikir yaitu
bagaimana mendapatkan qolbun salim / hati yang bersih sehingga
diharapkan hidayah Allah SWT akan mudah diterima sehingga pada akhirnya
dari ibadah kita akan ada nilai perubahan yang lebih baik bagi kita, dan
berefek baik juga untuk lingkungan kita.

Jadi majlis thoriqoh/ tasawwuf yang mu'tabaroh/diakui di indonesi
sekitar 40 an, Insya Allah masih tetap konsisten melaksanakan
syari'ahnya.
Tetapi memang dalam perkembangannya banyak penyelewengan bercampur
dengan ilmu kebatinan daerah setempat seperti Banten, kejawen(hindu),
kalimantan(dayak)sehingga seperti yang akhwan/akhwat ketahui pada level
tertentu orang gak perlu lagi mekukan sholat atau syariah yang lain.

Di Indonsia majlis Dzikir/Thorigoh/Tasawwuf yang banyak pengikutnya:
a.Qodiriyah yang dibawah oleh: Syeh Abdul Qodir Zailany.
b.Naqsabandiyah yang dibawah oleh: Syeh Naqsabandi

dari dua diatas masih di bagi lagi/ atau gabungan dari keduanya,ada
Naqsabandiyah qodiriyah, Naqsabandiyah kholwatiyah, Naqsabandiyah
wathoniah,.

Qodiriyah yang besar Insya Allah di Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya (
Abah Anom).
Dalam ajaran tasawwuf silsilah ilmu sangat jelas,dari
Rosulullah,sahabat, tabi'in,tabi'it tabi'in,sampai mursyid(syeh)yang
sekarang itu ada. 

Hubungan murid(Warid)dengan guru(Mursyid)sangat dekat yaitu mursyid akan
selalu memantau perkembangan rokhani dari murid sehingga ini penting
dalam proses penanjakan batin sang murid.sebagai contoh: dalam bilangan
Dzikir yang diajarkan,misal dzikir " Lailah Illallah" sekarang 100X
dalam satu hari, kapan simurid bisa menambah bilangan dzikirnya menjadi
500X,1000X tergantung dari penilaian perkembangan rokhani si murid oleh
mursyid.

Demikian semoga sedikit tulisan bisa menambah wawasan kita semua, bila
ada salah kata atau isi mohon dikoreksi, karena dari diskusi ini
diharapkan menghasilkan kebenaran dan pencerahan bagi kita semua.

Wassalam
badrus




-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, July 27, 2007 1:59 PM
To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Tarekat & Salafi


Wa'alaikumussalaam wr wbr

Bismillaahi walhamdulillaahi rabbil-'aalamiin
Kebetulan lagi di depan komputer, jadi saya jawab langsung ya Akhi,
mungkin
sekalian untuk Akhi Muhtadin

1. Insya Allah, saya masih tholabul 'ilmi, meskipun untuk keduanya sudah
cukup lama saya mulai. Kebetulan saya sendiri berlatar belakang NU, yang
kental dengan nuansa tasawwuf. Saya mengenal tarekat jauh lebih dahulu
dibandingkan dengan Salafi. Yang lain yang mana ? Jamaah tabligh, Hizbut
Tahrir, Ikhwaanul Muslimiin, atau bahkan Syiah ?

2. Sejauh mana ? Jika yang Akhi maksud sampai masuk dan terikat,
alhamdulillah, hingga saat ini belum pernah. Hal ini terkait dengan
karakteristik pengajaran tarekat (point 1 pertanyaan saya, karakteristik
hubungan murid dan guru dalam tarekat yang sangat-sangat ketat)
Namun jika yang dimaksud sumber primer, sekunder, dari orangnya langsung
atau sekedar buku, insya Allah dua-duanya. Khususnya Naqsabandiyah
Haqqani,
jika antum mau, saya bisa berikan nomer kontak person dari Akhi Arief
Hamdani (atau antum surfing sendiri ke www.mevlanasufi.blogspot.com).
Saya juga pernah bergaul dengan kaum tasawwuf yang bermacam ragam, dari
yang bebas (istilah plesetan kami : sufi = suka filem, karena pada
tarekat
ini sangat bebas, bahkan terkadang sampai pembahasan filem), sampai yang
meyakini wihdatul wujud, bersatunya Khaliq dan Makhluq, juga yang
tarkush-sholat (meninggalkan sholat) karena sudah mencapai maqamnya
(menurutnya), bahkan ada teman saya yang mencoba untuk sholat (Jumat)
malah
pingsan. Juga dengan Kyai yang tidak sholat Jumat, karena sholat
Jumatnya
di Mekkah (wallahu a'lam) katanya.

3. Untuk kesimpulan, mungkin saya sudah mereferensikan pendapat Lajnah
Daimah-nya Saudi (bukan berarti saya Salafi), atau seperti yang
diforwardkan oleh Akh Rofiq dari pendapat Ustadz A. Sarwat. Bagi saya
pribadi (mohon digaris bawahi), karena masih dhaifnya saya, saya
menghindari untuk masuk ke dalam kelompok tarekat.

4. Sebetulnya dari pertanyaan-pertanyaan tersebut saya mengharapkan
tambahan pengetahuan bagi saya, yang masih kesulitan untuk mengambil
kesimpulan "samanya Tarekat dan Salafi". Namun jika hanya saya yang
menjawab, saya takut kejadiannya berulang. Nanti saya dianggap menyerang
atau mendiskreditkan Tarekat. Mungkin mudahnya begini, bagi Ikhwan
(termasuk Akhi Yul dan Muhtadin) yang mau, silahkan hubungi saya. Saya
akan
jawab secara Japri. Juga agar tidak ada yang berpendapat milis ini penuh
oleh pembahasan Tarekat-Salafi (padahal saya cuma mau bahas Tarekat,
tadinya).
Sekedar untuk referensi, bagi Ikhwan yang ingin mengenal Tarekat bisa
membaca "Pengantar Mengenal Tarekat" karangan Prof. Abubakar Atjeh. Ini
tarekat dipandang dari penganut tarekat sendiri, dan beliau (Abubakar
Atjeh) adalah tokoh yang diakui dalam dunia Tarekat, khususnya di
Indonesia.

5. Untuk point 5 ini ukhuwwah islamiyyah, sebagian sudah Akh Yul
contohkan,
yaitu bertoleransi dalam perbedaan, bekerja sama dalam hal persamaan.
Namun
hendaknya toleransi disertai dengan ilmu. Insya Allah dengan Ilmu, akan
ada
keseimbangan antara toleransi dan nasehat-menasehati dalam kebenaran.
Tanpa
ilmu, ketika ada orang yang menyampaikan suatu pandangan yang berbeda,
akan
selalu dianggap menyerang terhadap pandangannya. Atau terlalu besar
husnuzhon, hingga tidak ada usaha untuk mengecek kebenarannya (khususnya
dalilnya).
Juga yang tak kalah penting adalah kesiapan hati kita (khususnya
kesabaran). Hati yang selalu merasa dekat dengan sesama muslim. Walaupun
mereka tidak sama dengan kita. Walaupun mereka menyimpang (menurut kita,
padahal wallahu a'lam). Walaupun ... walaupun ... dst. Tetap saja,
muslim
adalah muslim, selama mereka bersyahadat sama dengan syahadat kita,
mereka
saudara kita karena Allah.
Dan terakhir tapi yang paling penting, ukhuwwah islamiyyah sendiri
adanya
di tangan Allah. Karenanya kita tetap harus berdoa kepada Allah untuk
bisa
mewujudkannya (QS Al Anfaal : 62-63) dan Allah lah yang akan menyatukan
hati-hati kaum mu'miniin.

Wallaahu a'lam bishshowab.

Mohon maaf jika ada yang merasa bahwa tulisan saya menyerang yang lain.
Insya Allah, niatnya tidak demikian. Sekedar menyampaikan dan belajar
dengan mengkonfirmasikan.

Hadaanallahu wa iyyaakum ajma'iin, wastaghfirullaaha lii wa lakum,

Abu Karimna





"Yul Erief" <[EMAIL PROTECTED]>@usahamulia.net on 07/27/2007
07:51:01
AM

Please respond to Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
       <[email protected]>

Sent by:    [EMAIL PROTECTED]


To:    "Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP"
       <[email protected]>
cc:

Subject:    Re: [ FUPM-EJIP ] Tarekat & Salafi



Assalaamu 'alaikum

Ada hal yang saya coba untuk terapkan pada diri saya tentang cara
menilai
sesuatu.
Kalau ada informasi jelek dan baik untuk satu hal yang sama, saya akan
mencoba untuk menganggap hal itu tetap baik, sampai saya yakin, 'ainul
yakin, haqqul yakin terhadap hal tersebut.

Dalam hal ini, saya tidak pernah bersentuhan dengan apa yang dinamakan
tarekat maupun salafi. Yang saya ketahui hanya dari tulisan, terutama
dari
e-mail. Kadang-kadang dari ceramah yang disampaikan oleh ustadz.

Saya ngga' (belum) pernah nemuin orang yang ngga' shalat karena
menganggap
dirinya sudah mencapai hakikat dalam tarekat. Jadi saya berpendapat
tarekat
itu baik. Kalau cuma dari tulisan, saya anggap belum cukup bagi saya
untuk
menjelekkan mereka.
Sama juga dengan salafi, saya ngga' langsung percaya dengan tulisan yang
menjelekkan mereka.
Pengetahuan itu tetap saya pegang, kalau sewaktu-waktu saya ketemu
langsung
hal seperti itu, saya bisa mengambil sikap. Pengetahuan itu (informasi
jelek) bukan untuk saya beritahukan ke orang lain, apalagi jadi
satu-satunya referensi saya.

Berkaitan dengan itu, ada hal yang pengen saya tanyakan.
1. Apakah ente sudah mendalami keduanya maupun golongan lain selain
kedua
hal tersebut.
2. Sampai sejauh mana, cuma dari literatur atau ceramah (teoritis), dari
informasi orang lain tentang hal itu, atau ente pernah melakukan studi
langsung (informasinya primer, atau informasi sekunder).
3. Apa kesimpulan yang ente dapet.
4. Karena saya ngga' bisa jawab pertanyaan ente (kalau berdasarkan
literatur saya anggap bahwa saya ngga' bisa jawab), tolong ente jawab
dan
sekalian diberitahu sumbernya dari mana, dan sejauh mana observasi ente
sendiri terhadap hal itu.
5. Apa langkah yang harus dilakukan dalam mempertahankan persatuan Islam
berdasarkan keadaan itu.

Wassalaam









********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan
EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************


********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke