Assalaamu 'alaikum 1. Waktu bagi seorang tukang cuci mobil. Si A ,B & C bekerja sebagai tukang cuci mobil. Satu mobil bisa diselesaikan selama 1 jam. Satu hari si A B, & C bisa dapet order sebanyak yang dia mau (karena jumlah yang mau nyuci mobilnya lebih banyak dari kapasitas mereka bertiga). Awal mula, ketiganya sehari bekerja 12 jam. Dengan kondisi beegitu, mereka cuma bisa menjalankan ibadah yang wajib pada waktu istirahat. Kalo diajak ikut pengajian, mereka selalu bilang kepada yang ngajak, nanti deh kalo ada waktu luang. Keadaan berubah. - Si A tetep begitu. - Sedangkan si B, sekarang lain. Dia ngga' mau waktu untuk beribadah, maupun ikut pengajian menjadi sisa waktu dia bekerja. Sehari dia cuma nyuci 7 mobil. Karena, dengan segitu kebutuhan hidup dia tercukupi, dan dia masih punya waktu luang. - Si C lain lagi. Dia cuma nyuci sebanyak 3 mobil. Itupun, tiga hari sekali. Sehari-hari dia cuma ikut pengajian ke banyak tempat. Ngga' peduli kalo duit yang dia dapet ngga' cukup buat hidup.
2. Ramadhan Menurut cerita, dulu hampir di semua wilayah (termasuk kota besar), penduduk hanya melakukan aktivitas seadanya pada saat Ramadhan. Tidak terkecuali di Jakarta. Aktivitas difokuskan untuk kegiatan ibadah dan amaliah. Seiring dengan keadaan yang semakin materialistis, terutama di daerah Jakarta, keadaan jadi tebalik. Pada saat Ramadhan orang malah mekakukan kegiatan bisnis lebih dari biasanya. Apakah sekarang orang ngga' bisa hidup tanpa berlaku demikan, & apakah sekarang masih ada orang yang berlaku seperti hal pertama pada saat Ramadhan. Ada seorang kakek bernama pak Ahin, seorang pendatang yang sehari-hari tinggal dan membantu pekerjaan marbot di daerah Pasar Minggu. Pada saat Ramadhan pak Ahin berhenti berdagang sebagai pedagang buah keliling, yang menjajakan dagangannya dengan dipikul (berarti ngga' banyak). Selama bekerja 11 bulan, dia selalu menyisihkan penghasilannya (selain untuk keperluan keluarga di kampung dan dirinya sendiri), untuk persiapan bulan Ramadhan. 3. Rok mini Si X, Y, & Z naik angkot, ketiganya duduk menghadap pintu. Kemudian ada yang nyetop, seorang cewe' memakai rok mini. - Si X langsung melotot, katanya "kebetulan neh, dapet rejeki nomplok". Prinsipnya, dia ikut pepatah/pantun : "Paling enak rokok cap kingkong, diisepnya terasa singkong. Paling enak lihat cewe' ngongkong, apalagi celananya bolong". - Reaksi si Y langsung mengalihkan pandangan. - Reaksi si Z langsung marah-marah, dan menolak si cewe' naik angkot serta melarang si sopir untuk membolehkan cewe' itu naik. 4. Kebun Abu Dzar mewakafkan kebun yang membuatnya menjadi lupa, sehingga ketinggalan shalat berjamaah di masjid bersama nabi. Sufisme. Dasar pemikiran sufisme atau tasauf adalah keseimbangan antara dunia dan akhirat, dengan mengikuti tarikat (jalan) salaf. Ada orang yang berlebihan dalam menerapkan ajaran sufisme, sehingga keseimbangan tidak tercapai. Misal : tujuh hari tujuh malem puasa. Banyak orang yang mengingkari keseimbangan itu, misalnya dengan mempertuhankan uang (maaf, kalo menyinggung ente semua). Dari contoh di atas, bisa dilihat konteks pemikiran yang sufistis dalam kehidupan sehari-hari, dengan mencontoh apa yang dilakukan nabi dan para salafus shalihin. Wassalaam -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Ayi OGI Sent: Saturday, July 28, 2007 2:22 AM To: 'Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP' Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Tarekat & Salafi Takkala melihat seseorang beramal penuh zuhud , wara' , khusyu' dan amalan lainnya dalam upaya tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) , maka apa yang terbayang dalam benak kita ???? Akankah kita katakan , bahwa orang tsb. Melakukan amaliyah kaum SUFI ??? Sungguh tak sedikit orang berucap , bahwa bila orang beramal demikian PASTILAH disebut SUFI. Fenomena demikian sering hadir di hadapan kita. Bila ditelusuri secara teliti , nyatalah amaliah dalam upaya tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) telah ada sejak jaman Rasulullah SAW. Sikap dan perilaku agar nafs = jiwa tetap terjaga kesuciannya adalah dan bahkan senantiasa dicontohkan oleh Rasulullah SAW beserta para shahabatnya. Dalam sirah hal ini tidak tersembunyi , betapa kehidupan beliau amat sederhana . Bahkan beliau pernah mengganjalkan beberapa butir batu diatas perutnya guna menahan lapar. Maka , mestinya (lantaran amaliah ini) dikatakan kepada beliau SAW sebagai seorang SUFI ??? Atau aktivitas ibadah beliau SAW sarat dalam kesehariannya . Maka , mestikah pula dikatakan bahwa beliau adalah seorang SUFI ? begitu pula bila melihat sikap dan perilaku para shahabat yang senantiasa taqarrub (mendekatkan diri) kapada ALLAH serta menjauhi beragam maksiat . Maka , MESTIKAH dikatakan mereka itu adalah sekelompok SUFI ????? Padahal bila menelaah perkembangan pemikiran keislaman , akan diperoleh bukti akurat bahwa munculnya TASAWUF dalam atmosfir kaum muslimin disambut beragam tantangan . baik tasawuf falsafi yang cenderung melakukan pendekatan berbau filsafat sesat , maupun tasawuf amali yang cenderung melakukan pendekatan dengan mencampuradukkan rasa penganutnya melalui dzikir-dzikir "antah-berantah" gado-gado plus bid'ah sana-sini . Kedua model tasawuf itu nyata dikonfrontir . Keberadaannya senantiasa diusahakan agar LUMAT dari hadapan umat. Bila meneropong secara cermat thd ajaran-ajaran tasawuf baik yang awal maupun yang muncul era kini (tasawuf modern , katanya!!) banyak sekali amaliah yang justru menyimpang dari tuntunan kitab dan sunnah . Ajaran-ajaran tasawuf , dipandang dari sudut aqidah terbukti akan menyeret pelakunya kepada kesyirikan. Sedang adalam kacamata ibadah, tidak diragukan lagi mereka berlezat-lezat dengan membuahkan bid'ah. WALAU DEMIKIAN ,?. Dikalangan sebagian umat Islam , TASAWUF masih dijadikan sebagai bentuk SPIRITUALISME dalam Islam. Sebagian umat MASIH SULIT membedakan bentuk tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) yang mengikuti tuntunan Nabi SAW, dengan bentuk tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) yang bersumber kapada hawa nafsu sang Syaikh (guru tarekat). Kondisi demikian diperparah lagi dengan menyebutkan beberapa nama shahabat , tabiin, dan tabiit tabiin diklaim sebagai tokoh-tokoh SUFI!!!!! Seperti Abu Dzar , Hasan Al Basri , dsb. HINGGA seakan-akan mereka adalah para penyampai ajaran tasawuf. Padahal apa yang mereka perbuat semata-mata mengikuti as Sunnah. Bukan bersandar kepada ajaran Tasawuf. Fulll , ini ada bebarapa ucapan Ulama tentang sejarah dan ihwal SUFI,?.. Menurut Syaikh Abdurrahman Abdul Khalik , secara pasti sulit diketahui siapa yang pertama yang memunculkan tasawuf di tengah umat islam dan siapa pula tokoh sufi pertama . Tetapi Imam Syafi'I ketika memasuki Mesir (pada tahun 199 H) pernah mengatakan : " Saya meninggalkan Baghdhad , sedangkan orang-orang zindiq di sana menciptakan sesuatu hal yang baru yang mereka istilahkan dengan samaa' . Orang zindiq yang dimaksudkan oleh Imam Syafi'I disini adalah oraang-orang Sufi . Sedangkan samaa' adalah lagu-lagu / sajak-sajak yang dinyanyikan oleh orang-orang Sufi tersebut. Apa yang dikatakan Imam Syafi'I merupakan petunjuk bahwa persoalan samaa' adalah persoalan baru. Sedangkan orang-orang Zindiq sudah ada sebelum itu. Ini terbukti dengan seringnya Imam Syafi'I ber bicara tentang mereka . Misalnya , perkataan beliau : " seandainya seseorang menjadi sufi pada awal siang hari , maka sebelum dhuhur ia akan menjadi dungu ." (talbis Iblis : 370) , juga perkataan beliau di halaman yang sama: "Tidak ada seorangpun yang melazimi (komitmen thd) SUFIYAH selama 40 hari , melainkan akalnya tidak dapat kembali lagi selam-lamanya " . Semua menunjukkan bahwa sebelum abad 2 H berakhir telah muncul suatu firqoh (golongan) yang dikenal ulama Islam kadang disebut zindiq dan kadang pula disebut KAUM SUFI. Akan tetapi pada masa hidupnya Imam Ahmad bin Hamabal , kaum sufi masih belum sepenuhnya muncul, hingga akhirnya tasawuf mulai kelihatan hakikatnya. Antara TASAWUF , Zuhud dan Tazkiyatun Nafs (pembersihan jiwa) Banyak orang mungkin menyangka bahwa ADA HUBUNGAN antara ZUHUD dan TASAWUF. Sehingga setiap orang yang zuhud , bersahaja dalam urusan dunia dan hanya menghadapkan wajahnya semata-mata kepada ALLAH , seperti : Ibrahin An Nakhai , al fudhail bin Iyadh. , Abdullah bin Mubarak , Biysr al Hafi , Ibrahim bin Adham dan sederet nama lainnya DIKLAIM sebagai tokoh SUFI. Mengapa demikian ? Sebab para penulis sufi , yang menyusun buku-buku tentang THABAQAT SHUFIYAH , memasukkan para ulama semisal diatas sebagai tooh-tokoh SUFI dalam bukunya. Bahkan penulis SUFI ternama : ASY SYA"RANI secara melampaui batas memasukkan para KHULAFAUR RASYIDIN termasuk sebagai bgenerasi SUFI pertama (dinukuli dari Abdurrahman bin Abdul Khaliq : al Fikru ash-shufi fi dhau'I al kitab wa as sunnah : 49-52). PADAHAL amat berbeda kenyataannnya antara TASAWUF dan ZUHUD. ZUHUD terhadap persoalan duniawi , merupakan keutamaan dan disyariatkan . Zuhud adalah akhlak para nabi , para wali ALLAH , dan para hamba ALLAh yang shalih . Mereka adalah orang-orang yang lebih mementingkan pahala ALLAH daripada bernikmat-nikmat dengan hal-hal yang mubah. BAHKAN karena tamaknya mengharapkan balasan dari ALLAH mereka tidak segan-segan meninggalkan sebagian perkara-perkara mubah. ADAPUN tasawuf ,merupakan metode yang amat lain. Manakala seorang sufi telah sempurna tingkat kesufiannya , maka zuhud tidak lagi bermakna baginya. Seorang sufi terkadang hanya membutuhkan zuhud pada tingkat awal kesufiannya. Namun akhirnya , semuanya menjadi halal , tidak perlu lagi yang dizuhudi , baik zina, meminum komer , bahkan perbuatan homo. (dinukuli dari Abdurrahman bin Abdul Khaliq : al Fikru ash-shufi fi dhau'I al kitab wa as sunnah : 67-68). IBNU JAUZI **)berkata : " TASAWUF adalah mazhab (golongan) yang dikenal melebihi zuhud . Bukti bahwa antara ZUHUD dan TASAWUF berbeda adalah , yakni ZUHUD tidak dicela oleh siapapun, sedangkan TASAWUF telah dicela oleh para ulama,?." (al Muntaqa an Nafsis min Talbis Iblis: 214) Syaikh Ali hasan Al Atsary lebih memperjelas perkataan Ibnu Jauzi diatas dengan penyataannnya : " TASAWUF BUKAN ZUHUD , sebab ajaran tasawuf telah dimasuki oleh bermacam keyakinan , pemikiran , filsafat dan perkara ?perkara bid'ah lainnya yang tidak ada kaitannya dengan zuhud?(catatan kaki al Muntaqa an Nafsis min Talbis Iblis: 214) Begitu juga dengan tazkiyatun nafs , ia BUKAN AKTIVITAS tasawuf. Tazkiyatun Nafs termasuk salah satu sebab diutusnya Rasulullah saw, bahkan ia adalah tujuan risalah : al Jumuah : 2 ( lih. Syaikh Ali Hasan al Atsary : at Tashfiyah wa at Tarbiyah wa atsaruhuma fi isti'naf al hayat al Islamiyah : 57) , sedang tasawuf adalah gado-gado ajaran sebagian Islam , filsafat, bid'ah , khurafat, dan segudang kebatilan lainnya. KESIMPULAN Jelaslah bahwa semenjak dari uraian asal-usul bahasa , ta'rif , sejarah dan perbedaan-perbedaannya dengan agama Islam (diantaranya zuhud & tazkiyatun nafs) bahwa TASAWUF BUKAN TERMASUK AJARAN ISLAM. Oleh karena itu umat Islam tidak perlu tertipu dengan ISTILAH TASAWUF. Sekalipun dalam tasawuf dijumpai hal-hal yang berbau Islam. Maka cukuplah kiranya nasihat dari Syaikh Abubakar Jabir al Jazairi : " Sesungguhnya , bisa saja tasawuf itu berasal dari sebagian Islam , tetapi bisa pula ia bukan dari ajaran Islam . Apabila tasawuf benar berasal dari sebagian ajaran Islam , maka ISLAM itu sendiri sudah cukup bagi kita. Sedangkan bila tasawuf bukan dari ajaran Islam , maka kita tidak pernah butuh kepada ajaran seperti itu." Dikutip dari Majalah As Sunnah 3 Thn I Wassalam Abu Dhiaulhaq -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Badrus Soleh Sent: Friday, July 27, 2007 10:07 PM To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Tarekat & Salafi Assalamu'alakum Wr. Wb Bismillahirrohmanirrohim, Insya Allah akan saya tambahkan tentang tasawwuf, Dalam agama islam ada tiga sendi. a.Rukun Islam diajarkan dengan ilmu fiqih b.Rukun Iman diajarkan dengan ilmu tauhid c.Ikhsan diajarkan dengan ilmu tasawwuf, apa itu ikhsan arti bebasnya: Rosullulah bersabda:" Sholatlah kamu seakan-akan kamu melihat Allah, jika tidak bisa yakinlah Allah melihat kamu". Jadi tasawwuf mengajarkan ibadah kita itu ada nilainya(ikhlas). Contoh: Dari Alqur'an: " Celakalah orang yang sholat, yang lalai dalam sholatnya",sehingga sholatnya hanya mendapatkan capek tidak ada efek mencegah pebuatan keji dan mungkar, selanjutnya sholatnya rajin tapi korupsi terus dll. Di tasawwuf diajarkan " syariah tanpa hakikat(lillahi ta'ala), ta'ada artinya, begitupun hakikat tanpa syariah adalah Zindig/sesat". Memang yang diajarkan/dibahas dalam tasawwuf adalah ilmu Dzikir yaitu bagaimana mendapatkan qolbun salim / hati yang bersih sehingga diharapkan hidayah Allah SWT akan mudah diterima sehingga pada akhirnya dari ibadah kita akan ada nilai perubahan yang lebih baik bagi kita, dan berefek baik juga untuk lingkungan kita. Jadi majlis thoriqoh/ tasawwuf yang mu'tabaroh/diakui di indonesi sekitar 40 an, Insya Allah masih tetap konsisten melaksanakan syari'ahnya. Tetapi memang dalam perkembangannya banyak penyelewengan bercampur dengan ilmu kebatinan daerah setempat seperti Banten, kejawen(hindu), kalimantan(dayak)sehingga seperti yang akhwan/akhwat ketahui pada level tertentu orang gak perlu lagi mekukan sholat atau syariah yang lain. Di Indonsia majlis Dzikir/Thorigoh/Tasawwuf yang banyak pengikutnya: a.Qodiriyah yang dibawah oleh: Syeh Abdul Qodir Zailany. b.Naqsabandiyah yang dibawah oleh: Syeh Naqsabandi dari dua diatas masih di bagi lagi/ atau gabungan dari keduanya,ada Naqsabandiyah qodiriyah, Naqsabandiyah kholwatiyah, Naqsabandiyah wathoniah,. Qodiriyah yang besar Insya Allah di Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya ( Abah Anom). Dalam ajaran tasawwuf silsilah ilmu sangat jelas,dari Rosulullah,sahabat, tabi'in,tabi'it tabi'in,sampai mursyid(syeh)yang sekarang itu ada. Hubungan murid(Warid)dengan guru(Mursyid)sangat dekat yaitu mursyid akan selalu memantau perkembangan rokhani dari murid sehingga ini penting dalam proses penanjakan batin sang murid.sebagai contoh: dalam bilangan Dzikir yang diajarkan,misal dzikir " Lailah Illallah" sekarang 100X dalam satu hari, kapan simurid bisa menambah bilangan dzikirnya menjadi 500X,1000X tergantung dari penilaian perkembangan rokhani si murid oleh mursyid. Demikian semoga sedikit tulisan bisa menambah wawasan kita semua, bila ada salah kata atau isi mohon dikoreksi, karena dari diskusi ini diharapkan menghasilkan kebenaran dan pencerahan bagi kita semua. Wassalam badrus -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of [EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, July 27, 2007 1:59 PM To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Tarekat & Salafi Wa'alaikumussalaam wr wbr Bismillaahi walhamdulillaahi rabbil-'aalamiin Kebetulan lagi di depan komputer, jadi saya jawab langsung ya Akhi, mungkin sekalian untuk Akhi Muhtadin 1. Insya Allah, saya masih tholabul 'ilmi, meskipun untuk keduanya sudah cukup lama saya mulai. Kebetulan saya sendiri berlatar belakang NU, yang kental dengan nuansa tasawwuf. Saya mengenal tarekat jauh lebih dahulu dibandingkan dengan Salafi. Yang lain yang mana ? Jamaah tabligh, Hizbut Tahrir, Ikhwaanul Muslimiin, atau bahkan Syiah ? 2. Sejauh mana ? Jika yang Akhi maksud sampai masuk dan terikat, alhamdulillah, hingga saat ini belum pernah. Hal ini terkait dengan karakteristik pengajaran tarekat (point 1 pertanyaan saya, karakteristik hubungan murid dan guru dalam tarekat yang sangat-sangat ketat) Namun jika yang dimaksud sumber primer, sekunder, dari orangnya langsung atau sekedar buku, insya Allah dua-duanya. Khususnya Naqsabandiyah Haqqani, jika antum mau, saya bisa berikan nomer kontak person dari Akhi Arief Hamdani (atau antum surfing sendiri ke www.mevlanasufi.blogspot.com). Saya juga pernah bergaul dengan kaum tasawwuf yang bermacam ragam, dari yang bebas (istilah plesetan kami : sufi = suka filem, karena pada tarekat ini sangat bebas, bahkan terkadang sampai pembahasan filem), sampai yang meyakini wihdatul wujud, bersatunya Khaliq dan Makhluq, juga yang tarkush-sholat (meninggalkan sholat) karena sudah mencapai maqamnya (menurutnya), bahkan ada teman saya yang mencoba untuk sholat (Jumat) malah pingsan. Juga dengan Kyai yang tidak sholat Jumat, karena sholat Jumatnya di Mekkah (wallahu a'lam) katanya. 3. Untuk kesimpulan, mungkin saya sudah mereferensikan pendapat Lajnah Daimah-nya Saudi (bukan berarti saya Salafi), atau seperti yang diforwardkan oleh Akh Rofiq dari pendapat Ustadz A. Sarwat. Bagi saya pribadi (mohon digaris bawahi), karena masih dhaifnya saya, saya menghindari untuk masuk ke dalam kelompok tarekat. 4. Sebetulnya dari pertanyaan-pertanyaan tersebut saya mengharapkan tambahan pengetahuan bagi saya, yang masih kesulitan untuk mengambil kesimpulan "samanya Tarekat dan Salafi". Namun jika hanya saya yang menjawab, saya takut kejadiannya berulang. Nanti saya dianggap menyerang atau mendiskreditkan Tarekat. Mungkin mudahnya begini, bagi Ikhwan (termasuk Akhi Yul dan Muhtadin) yang mau, silahkan hubungi saya. Saya akan jawab secara Japri. Juga agar tidak ada yang berpendapat milis ini penuh oleh pembahasan Tarekat-Salafi (padahal saya cuma mau bahas Tarekat, tadinya). Sekedar untuk referensi, bagi Ikhwan yang ingin mengenal Tarekat bisa membaca "Pengantar Mengenal Tarekat" karangan Prof. Abubakar Atjeh. Ini tarekat dipandang dari penganut tarekat sendiri, dan beliau (Abubakar Atjeh) adalah tokoh yang diakui dalam dunia Tarekat, khususnya di Indonesia. 5. Untuk point 5 ini ukhuwwah islamiyyah, sebagian sudah Akh Yul contohkan, yaitu bertoleransi dalam perbedaan, bekerja sama dalam hal persamaan. Namun hendaknya toleransi disertai dengan ilmu. Insya Allah dengan Ilmu, akan ada keseimbangan antara toleransi dan nasehat-menasehati dalam kebenaran. Tanpa ilmu, ketika ada orang yang menyampaikan suatu pandangan yang berbeda, akan selalu dianggap menyerang terhadap pandangannya. Atau terlalu besar husnuzhon, hingga tidak ada usaha untuk mengecek kebenarannya (khususnya dalilnya). Juga yang tak kalah penting adalah kesiapan hati kita (khususnya kesabaran). Hati yang selalu merasa dekat dengan sesama muslim. Walaupun mereka tidak sama dengan kita. Walaupun mereka menyimpang (menurut kita, padahal wallahu a'lam). Walaupun ... walaupun ... dst. Tetap saja, muslim adalah muslim, selama mereka bersyahadat sama dengan syahadat kita, mereka saudara kita karena Allah. Dan terakhir tapi yang paling penting, ukhuwwah islamiyyah sendiri adanya di tangan Allah. Karenanya kita tetap harus berdoa kepada Allah untuk bisa mewujudkannya (QS Al Anfaal : 62-63) dan Allah lah yang akan menyatukan hati-hati kaum mu'miniin. Wallaahu a'lam bishshowab. Mohon maaf jika ada yang merasa bahwa tulisan saya menyerang yang lain. Insya Allah, niatnya tidak demikian. Sekedar menyampaikan dan belajar dengan mengkonfirmasikan. Hadaanallahu wa iyyaakum ajma'iin, wastaghfirullaaha lii wa lakum, Abu Karimna "Yul Erief" <[EMAIL PROTECTED]>@usahamulia.net on 07/27/2007 07:51:01 AM Please respond to Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP <[email protected]> Sent by: [EMAIL PROTECTED] To: "Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP" <[email protected]> cc: Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Tarekat & Salafi Assalaamu 'alaikum Ada hal yang saya coba untuk terapkan pada diri saya tentang cara menilai sesuatu. Kalau ada informasi jelek dan baik untuk satu hal yang sama, saya akan mencoba untuk menganggap hal itu tetap baik, sampai saya yakin, 'ainul yakin, haqqul yakin terhadap hal tersebut. Dalam hal ini, saya tidak pernah bersentuhan dengan apa yang dinamakan tarekat maupun salafi. Yang saya ketahui hanya dari tulisan, terutama dari e-mail. Kadang-kadang dari ceramah yang disampaikan oleh ustadz. Saya ngga' (belum) pernah nemuin orang yang ngga' shalat karena menganggap dirinya sudah mencapai hakikat dalam tarekat. Jadi saya berpendapat tarekat itu baik. Kalau cuma dari tulisan, saya anggap belum cukup bagi saya untuk menjelekkan mereka. Sama juga dengan salafi, saya ngga' langsung percaya dengan tulisan yang menjelekkan mereka. Pengetahuan itu tetap saya pegang, kalau sewaktu-waktu saya ketemu langsung hal seperti itu, saya bisa mengambil sikap. Pengetahuan itu (informasi jelek) bukan untuk saya beritahukan ke orang lain, apalagi jadi satu-satunya referensi saya. Berkaitan dengan itu, ada hal yang pengen saya tanyakan. 1. Apakah ente sudah mendalami keduanya maupun golongan lain selain kedua hal tersebut. 2. Sampai sejauh mana, cuma dari literatur atau ceramah (teoritis), dari informasi orang lain tentang hal itu, atau ente pernah melakukan studi langsung (informasinya primer, atau informasi sekunder). 3. Apa kesimpulan yang ente dapet. 4. Karena saya ngga' bisa jawab pertanyaan ente (kalau berdasarkan literatur saya anggap bahwa saya ngga' bisa jawab), tolong ente jawab dan sekalian diberitahu sumbernya dari mana, dan sejauh mana observasi ente sendiri terhadap hal itu. 5. Apa langkah yang harus dilakukan dalam mempertahankan persatuan Islam berdasarkan keadaan itu. Wassalaam ******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ******************************************************** ******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ******************************************************** ******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ******************************************************** ******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
