Assalaamu 'alaikum
Al Hujarat 2
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara
Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana
kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus
amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari.
Dari ayat tersebut, ada dua macem penafsiran.
1. Menyebut naba nabi jangan langsung, yaitu dengan predikat yang meninggikan
derajat. Mis : nabi Muhammad, Musa 'alaihissalaam, sayyidina Ibrahim.
2. Langsung menyebutkan nama, tapi maksudnya tetap untuk meninggikan derajat.
Makanya ada yang menyebut :
allahumma shalli 'ala muhammad wa 'ala ali muhammad, dan ada yang menyebut
allahumma shalli 'ala sayyidina muhammad wa 'ala ali sayyidina muhammad.
OK bos
Wassalaam
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of [EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, August 13, 2007 8:42 AM
To: 'Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP'
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Menjawab sholawat ketika disebut nama NabiMuhammad
Assalamu'alaikum
saudara Abu Syauqi menyatakan tidak ada dalil yang shohih maupun
riwayat dari sahabat tentang lafazdh SAYYIDINA di dalam sholawat, kalau emang
saudara Ibnu Husein maupun saudara Huda mengetahui bahwa ada riwayat dari para
Imam Ahlussunnah Waljamaah baik itu Imam empat atau selainnya ada lafazdh
SAYYIDINA, coba disebutkan sehingga tidak menjadi debat kusir.
-----Original Message-----
From: Huda [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Sunday, August 12, 2007 8:39 AM
To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Menjawab sholawat ketika disebut nama NabiMuhammad
Assalamu'alaikum
Nambahin aja ah,
Ni forum kok seringnya debat terus seh.:((
Kebiasaan dari kita untuk menanggapi suatu perkara, biasanya kita bilang "hal
itu tidak ada dalilnya dan mengada-ada"
Padahal, apakah kita sudah membaca semua buku atau referensi tentang suatu hal
yang diperdebatkan?
Paling2 kita cuma baca buku/referensi tidak lebih dari 100 buku.
Atau juga cuma ringkasan2nya saja.
Padahal buku yang ditulis oleh para ulama terdahulu jumlahnya ribuan.
Terus kita jadi merasa paling tahu dan paling bener.
Ana pernah menghadiri suatu kajian , yang kalo pembicaranya tidak bisa
menyebutkan dalil dari suatu masalah yang diperdebatkan
yang sifatnya tidak krusial maka beliau bilang " Afwan,saya belum pernah baca
tentang hal itu di Alqur'an atau pun hadits karena ilmu saya masih terbatas,
mungkin antum ada yang tahu silahkan ditambahkan"
Nah, kalo kalimat kayak gini kan lebih enak didenger, jadi tidak ada yang
merasa disalahkan.
Karena pembicara tsb tidak merasa dirinya paling bener dan paling tahu.
Padahal pembicara tsb hafal Qur'an 30 Juz dan banyak baca buku tentang keislaman
Jadi masalah2 yang kecil, ga usah digede2in.
Bisa2 kita ribut terus kerjaannya.
Wassalamu'alaikum
Huda
Yangsenengkaloliatsodaranyapadarukun
At 21:00 11/08/07 +0700, you wrote:
Shollu alaa Muhammad,
Bukanlah perdebatan yang diributkan dan itu memang tidak perlu & rugi..sia-sia,
tapi apakah antum tidak menyadari akan adanya perbedaan pendapat diantara para
Ulama sehingga dalam penyampaian sesuatu hal pun harus diperhatikan dimana kita
berada, bagaimana cara penyampaiannya secara akhlaqul karimah.
Kalau Ana tidak salah, Imam Hanafi dan Imam Syafi i saja tidak saling
menyalahkan dalam Shalat Shubuh dimana Imam Hanafi tidak pakai Qunut sedang
Imam Syafi i pakai dan bahkan Imam Syafi i pun pernah bermakmum kepada Imam
Hanafi dan tidak ada yang dipermasalahkan
Masak menyampaikan kebenaran dilarang sih&cuman benernya itu menurut siapa&
menurut antum atau menurut Allah Swt&
Ana comment bukan karena tidak berkenan atau apa tapi InsyaAllah semata hanya
sedikit ngingetin bahwa tidak bisa dipungkiri kenyataan akan adanya perbedaan
pendapat diantara para Ulama sehingga kita tidak harus bersikap mengesampingkan
Orang2 yang Alim sholih tsb yang sudah berjasa membimbing dan mengenalkan
Addiinul Haq kpd kita
Semoga Allah Swt mengampuni segala dosa2 kita dan kita diakui sebagai hambaNYA
serta diakui pula oleh Nabi Muhammad Saw sebagai ummatnya&Aamiin.
Laailaaha illAllah Al malikul haqqul mubiin
Muhammadur-Rosulullah Ash-shodiqul wa dul Aamin.
Allahumma Sholli alaa sayyidinaa Muhammad.
Ibnu Husein
_____
From: [EMAIL PROTECTED] [ mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of susanto.agus
Sent: Saturday, August 11, 2007 6:27 PM
To: 'Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP'
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Menjawab sholawat ketika disebut nama NabiMuhammad
Semoga Allah merahmati semua yang mengikuti milis ini dan yang berpartisipasi
di dalam milis ini. Amiin...
Saya bukanlah ulama dan bukanlah orang yang berpegang pada mazhab bahkan
golongan, hizbiy atau faham manapun. Tetapi saya sebagai tholibul ilmi hanya
berusaha berpegang kepada Qur an dan Sunnah Nabi SAW dan mengikuti pemahaman
para shahabat r.a ajma in melalui para ulama salafushalih yang awal maupun
mutaakhirin.
Sebagai tholibul ilmi, saya hanya menyampaikan yang benar secara ilmiyah dengan
hujjah atau dalil yang shahih adapun perdebatan buat saya lebih dihindari
karena keterbatasan ilmu dan sekecil mungkin
menghindari penyampaian berdasarkan hawa nafsu.
Jika ada yang tidak berkenan maka sesungguhnya Allah lah yang membolak balikkan
hati.
Apakah di mililis ini ada larangan menyampaikan yang haq ? Bagaimana Pak
Moderator...?
Afwan...
Abu Syauqi
Berikut artikel email dari saudara kita yang berasal dari milis Assunnah
----- Original Message -----
From: iam prasetyo <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, June 30, 2007 11:21 AM
Subject: Re: [assunnah] Dalil Sholawat dengan "Sayyidina Muhammad"
Assalamu'alaykum warohmatulloh wabarokatuh....
Alhamdulillah saya mememukan artikel yang saya ambil dari buku Ensiklopedia
bid'ah karangan "Hammid bin abdullah al-Mathar" penerbit Darul Haq, Jakarta hal
394
Orang berakal tidak akan mengingkari bahwa Muhammad Shallallohu alaihi wa
sallam adalah sayyid (pemimpin) anak keturunan Adam, setiap mukmin yang berakal
mempercayai ini dan bahwa Nabi shallollohu alaihi wa sallam adalah sayyid-Nya
seluruh manusia, sedangkan sayyid itu mempunyai hak untuk dihormati dan ditaati
serta hak untuk memerintah.
Mentaati Nabi Shallallohu alaihi wa sallam termasuk menaati Alloh SWT,
sebagaimana firmannya, "Barangsiapa yang mentaati Rosul itu, sesungguhnya ia
telah mentaati Alloh." (an-Nisa':80).
Kami dan juga kaum mukmin lainnya, tidak meragukan bahwa Nabi kita Muhammad
shallollohu alaihi wa sallam adalah sayyid kita, manusia yang paling baik dan
paling utama disisi Alloh SWT, dan bahwasanya beliau harus ditaati semua
perintahnya.
Diantara konsekuensi keyakinan kita adalah hendaknya kita tidak melanggar apa
yang telah beliau syari'atkan, baik merupa perkataan, perbuatan maupun
keyakinan.
Yang beliau syari'atkan kepada kita tentang cara bersholawat kepada beliau
dalam tasyahud adalah dengan mengucapkan:
"Allohumma sholli ala muhammad wa ala ali muhammad kama shollaita ala ibrohim
wa ala ali ibrohim innaka hamidu majid".
Atau ungkapan lainnya yang disebutkan dalam hadits-hadits yang mengupas tentang
tata cara sholawat kepada beliau shallallohu alaihi wa sallam. Saya tidak
memgetahui adanya hadits yang menyebutkan ungkapan sholawat yang disebutkan
penanya, yaitu,
"Allohumma sholli ala sayyidina muhammad wa ala ali sayyidina muhammad... "
Jika ungkapan ini tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Shallallohu alaihi wa
sallam, maka yang lebih utama bagi kita adalah tidak bersholawat dengan
ungkapan seperti itu, akan tetapi dengan ungkapan yang telah diajarkan kepada
kita.
Dalam kesempatan ini saya ingin mengingatkan kepada setiap orang yang beriman
bahwa Nabi Muhammad Shallallohu alaihi wa sallam adalah sayyid kita, bahwa
konsekuensi keimanan ini adalah tidak boleh melanggar apa yang beliau telah
syari'atkan dan tidak boleh menguranginya, jadi tidak boleh mengada-ada dalam
urusan agama Alloh yang bukan darinya dan tidak boleh mengurangi dari agama
Alloh yang telah ditetapkan darinya. Inilah konsekuensi pengakuan bahwa beliau
adalah sayyid kita, ini adalah hak Nabi Shallallohu alaihi wa sallam terhadap
kita.
Karena itu, orang-orang yang mengada-ada (berbuat bid'ah) dalam dzikir-dzikir
atau sholawat atas Nabi shallallohu alaihi wa sallam yang tidak pernah
disyariatkan oleh Alloh melalui lisan Rosul-NYA shallallohu alaihi wa sallam,
sesungguhnya bid'ah mereka ini bertolak belakang dengan persaksian mereka,
karena orang yang meyakini bid'ah itu meyakini bahwa Muhammad Shallallohu
alaihi wa sallam adalah sayyid, sebab konsekuensi keyakinan ini adalah tidak
melampaui apa yang beliau syari'atkan dan tidak menguranginya.
Oleh karena itu, hendaknya setiap orang memperhatikan dan menghayati apa yang
terkandung dalam ucapannya sehingga perkaranya menjadi jelas baginya dan sampai
ia sadar bahwa dirinya adalah pengikut, bukan pembuat syari'at.
(Nur'ala ad-Darb, fatawa Fadilah asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan 2/13)
_____
From: [EMAIL PROTECTED] [ mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Muhtadin
Sent: Saturday, August 11, 2007 12:52 PM
To: 'Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP'
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Menjawab sholawat ketika disebut nama NabiMuhammad
Allahumma Sholli alaa Sayyidinaa Muhammad,
Maaf P Agus, saya hanya ngingetin aja agar kita jangan jadi orang yang merasa
paling bener sendiri dengan mengangap yang lain yaa& rada2 Salah karena
dalilnya dianggap kurang kuat, dhoif lah, palsu lah dll karena Mailist ini kan
untuk umum&ya&kan P Mod?
Dari Kalimat yang antum sampaikan terasa sangat jelas bahwa terkesan orang yang
mengamalkan selain dari yang antum tuliskan sepertinya Salah Saja karena antum
menganggapnya melaksanakan ibadah dengan syak or perkiraan saja padahal mereka
juga kan mengikut apa2 yang diajarkan oleh para Ulamanya, kalo bicara tentang
hadits ya memang shoheh & tapi jangan sampai nyalah-nyalahin & karena kalo
diperdebatkan pun Ana yakin nggak akan ketemu kata sepakat alias Ooo &ini nich
yang paling Bener& yang lain salah dan nggak boleh dilakuin , apalagi
diskusinya oleh kita2 & apalagi lagi hanya lewat email&. Sepertinya nggak bakal
nyambung da&h&
Antum boleh mengatakan demikian kecuali kalo antum tuch& ketemu langsung ama
Nabi dan dapat jawaban langsung dari Beliau bahwa Golongan ANU mengada-ada,
yang ono juga nambah2in sedang golongan atau faham yang sampeyan amalkan
sekarang nich baru BENER sesuai dengan apa yang Nabi mu ini amalkan.
Jadi singkatnya aja nich kalo di tempat umum jangan tok menyampaikan pendapat
satu faham saja, apalagi jika kita memang tahu bahwa ada yang pemahamannya
begini, ada yang begitu dan lain2 sedang untuk pengamalannnya yaaa kita
serahkan saja pada apa yang diyakininya, misalnya masalah mo pake Sayyidina
atau nggak sepertinya nggak ada yang Salah juga dan InsyaAllah dua2nya Benar,
kalo mo bukti benernya yang rasanya kita kudu mati dulu baru bisa ngerasain.
Shollu alaa Muhammad.
Ibnu Husein
_____
From: [EMAIL PROTECTED] [ mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of susanto.agus
Sent: Friday, August 10, 2007 2:43 PM
To: 'Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP'
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Menjawab sholawat ketika disebut nama NabiMuhammad
Wa alaikum salam Wr. Wb.
Jazakallahu khoir atas tanggapannya. Semoga kita mendapatkan rahmat dari Allah
SWT.
Untuk kesimpulan 2. Justru saya hanya mencoba menjelaskan bahwa hendaknya dalam
beribadah berpegang kepada
dalil yang shahih. Ibadah bukan dengan syak atau
perkiraan (berpegang kepada hadits dhoif
apalagi maudhu/palsu ).
Jika kita sebagai tholibul ilmi, insya Allah
kita akan terus mencari ilmu dan mendapatkan bahwa
setiap ibadah harus ada contohnya, dalam hal ini
sunnah Rasul yang mulia.
Untuk kesimpulan 3. Jika kita sebagai tholibul ilmi, saya persilakan mencari
riwayat hadits yang mencantumkan shalawat
Nabi dengan ziyadah sayyidina. Para shahabatpun
tidak ada yang meriwayatkan. Bahkan para
ulama yang bermanhaj salafpun tidak ada yang
menganjurkan tambahan sayyidina.
Jikalau sekarang ini ada maka justru saya ingin
ditunjukkan dalilnya.
Akhir kata : 1. Hendaknya kita berusaha menjelaskan persoalan yang menyangkut
addin haruslah dengan metode ilmiyah
sesuai dengan pemahaman para shahabat radhiyallahu anhum
ajma in serta penjelasan para ulama
salafusshalih.
Merekalah sebaik-baiknya umat pada masa Nabi SAW.
2. Kaidah : Jika sekiranya perbuatan itu baik (dalam hal
addin) tentu para shahabat r.a ajma in sudah
melakukannya.
Wallahu alam
Abu Syauqi
______________________________________________________________________
This email has been scanned by the MessageLabs Email Security System.
For more information please visit http://www.messagelabs.com/email
______________________________________________________________________
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net <http://www.usahamulia.net/>
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.476 / Virus Database: 269.11.13/947 - Release Date: 8/11/2007 2:29
PM
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.476 / Virus Database: 269.11.13/947 - Release Date: 8/11/2007 2:29
PM
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************