*Apakah larangan konsumsi alkohol  dan wanita harus tutup aurat bukan
penerapan politik agama?*

On Thu, Nov 19, 2020 at 4:46 PM 'j.gedearka' via GELORA45 <
[email protected]> wrote:

>
>
> --
> j.gedearka <[email protected]>
>
>
>
>
> https://www.antaranews.com/berita/1849480/tgb-politisasi-agama-untuk-menangi-kontestasi-politik-berbahaya
>
>
>
>
> TGB: Politisasi agama untuk menangi kontestasi politik berbahaya
>
> Kamis, 19 November 2020 22:12 WIB
>
> Ketua Umum Dewan Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) TGB
> (Tuan Guru Bajang) Muhammad Zainul Majdi. (HO)
> Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar
> Cabang Indonesia TGB Muhammad Zainul Majdi mengingatkan bahwa politisasi
> agama semata untuk mendapatkan kekuasaan atau memenangkan kontestasi
> politik akan berdampak buruk dan berbahaya.
>
> "Menurut saya, politisasi agama bentuk paling buruk dalam hubungan agama
> dan politik. Sekelompok kekuatan politik menggunakan sentimen keagamaan
> untuk menarik simpati kemudian memenangkan kelompoknya. Menggunakan
> sentimen agama dengan membuat ketakutan pada khalayak ramai. Menggunakan
> simbol agama untuk mendapatkan simpati," katanya, saat webinar Moya
> Institute bertema "Gaduh Politisasi Agama", Kamis.
>
> TGB memaknai politisasi agama merupakan pemanfaatan agama semata untuk
> mendapatkan kekuasaan atau memenangkan kontestasi politik, atau agama jadi
> instrumen untuk mendapatkan hasil politik.
>
> Namun, kata Ketua Umum Dewan Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Wathan
> (PBNW) itu, politisasi agama juga bisa baik kalau nilai-nilai mulia agama
> menjadi prinsip dalam berpolitik, sebagaimana yang dilakukan para pendiri
> bangsa ini.
>
> "Maka politik menjadi hidup dan bagus karena ada nilai agama," kata mantan
> Gubernur Musa Tenggara Barat itu.
>
> Melihat kejadian akhir-akhir ini, TGB menilai ada kelompok tertentu
> mempolitisasi agama dengan tujuan politik, murni untuk mencapai kekuasaan.
>
> "Kita perlu literasi, perlu penegasan bahwa politik bagian dari muamalah,
> politik bukan akidah," tegas TGB.
>
> Intelektual Muhammadiyah yang juga Sekjen Dewan Masjid Indonesia (DMI)
> Imam Addaruqutni mencontohkan apa yang dilakukan Rizieq Shihab merupakan
> bagian dari politisasi agama.
>
> "Kalau Rizieq mungkin mengatakan bukan (politisasi agama). Tapi kalau kita
> mengatakan iya," kata Imam.
>
> Masih dalam forum yang sama, intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU)
> Muhammad Cholil Nafis mengatakan apa yang terjadi akhir-akhir ini bukan
> karena kegagalan NU dan Muhammadiyah dalam membimbing umat, tetapi lebih
> pada kegagalan orang yang ingin membawa isu liberal.
>
> "Liberal ini melahirkan radikalisme. Yang kita hadapi ini buah dari proses
> liberalisasi. Jadi, jangan sampai kita menepi menjadi radikalisme.
> Bagaimana memasyarakatkan moderasi Islam agar orang tidak menepi ke kanan
> dan ke kiri," ujar Cholil.
>
> Sedangkan Direktur Moya Institute Hery Sucipto menegaskan bahwa negara
> harus hadir dan tegas melindungi segenap warganya termasuk menindak tegas
> kelompok yang memanfaatkan agama untuk kepentingan provokasi.
>
> "Negara tidak boleh kalah," tegasnya.
>
> Ia mengatakan munculnya konservatisme dan militansi juga akibat adanya
> pembiaran terhadap kelompok intoleran yang dibungkus dakwah provokatif,
> padahal dakwah itu harus santun, tidak boleh mencaci, dan melukai pihak
> lain.
>
> Selain itu, kata dia, kerumunan massa yang dibungkus kegiatan keagamaan
> beberapa hari lalu tidak boleh terulang lagi karena berbahaya bagi
> penanganan COVID-19.
>
> Baca juga: PBNU: Reuni 212 jangan politisasi agama
>
> Baca juga: Pengamat ingatkan jangan politisasi agama dalam Pemilu 2019
>
> Baca juga: Pengamat: Pilpres harus bebas isu politisasi agama
>
> Pewarta: Zuhdiar Laeis
> Editor: Ruslan Burhani
> COPYRIGHT © ANTARA 2020
>
>
>
>
>
>
>
> --
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari
> Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20201119164601.d89db5cc66cc850b05c1a854%40upcmail.nl
> .
>

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2ANXZGjMQKNuqtr1hxYedMhTh44-kmmC2CHQ8-HOLvYbA%40mail.gmail.com.

Reply via email to