-- 
j.gedearka <[email protected]>




https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/2180-tegas-memutus-penularan-korona




Jumat 27 November 2020, 05:00 WIB 

Tegas Memutus Penularan Korona 

Administrator | Editorial 

  Tegas Memutus Penularan Korona MI/Duta Ilustrasi. POLDA Jawa Barat dan 
Polda Metro Jaya ke marin bersamaan menaikkan status penanganan perkara 
kerumunan di kawasan Megamendung dan Petamburan ke penyidikan. Dengan demikian, 
polisi telah menemukan adanya unsur tindak pidana dalam acara yang digelar 
pemimpin FPI Rizieq Shihab dan pengikutnya pada 13-14 November lalu. Tindak 
pidana terkait Pasal 93 jo Pasal 9 UU RI Nomor 6 Tahun 2018 tentang 
Kekarantinaan Kesehatan. Langkah selanjutnya ialah pengumpulan bukti-bukti yang 
menyokong penetapan tersangka. Perkembangan ini menunjukkan kepolisian tidak 
membuang-buang waktu mengupayakan penuntasan kasus yang memunculkan klaster 
baru penularan covid-19 itu. Aparat penegak hukum dan pemerintah mesti tegas 
memperlihatkan betapa seriusnya persoalan pandemi covid-19. Tidak ada 
tawar-menawar. Protokol kesehatan wajib dipatuhi semua tanpa pengecualian, 
mulai pejabat, tokoh masyarakat, tempat usaha, hingga warga secara keseluruhan. 
Sudah bukan lagi saatnya mengedepankan imbauan. Penindakan dengan jerat pidana 
diperlukan untuk menimbulkan efek jera. Hukuman denda saja tidak cukup, apalagi 
bagi pelanggar yang berduit. Sebagian besar masyarakat sebetulnya telah 
memiliki kesadaran tentang pentingnya menegakkan protokol kesehatan. Hal itu 
antara lain tecermin dari hasil survei SMRC yang baru dirilis kemarin. 
Mayoritas responden yang mengetahui rangkaian acara pernikahan putri Rizieq 
Shihab di Petamburan dan juga di Megamen dung mengaku mendukung penindakan 
tegas. Mereka menyatakan aparat keamanan selayaknya membubarkan kedua acara 
dengan alasan covid-19. Lebih jauh, separuhnya setuju dengan pendapat bahwa 
Gubernur DKI Jakarta gagal menegakkan aturan secara adil kepada semua warga 
tanpa memandang etnik, agama, atau golongan. Artinya, tidak sedikit masyarakat 
yang menyadari betapa sentralnya peran kepala daerah dalam mencegah penularan 
covid-19. Favoritisme alias pilih kasih membuka jalan lonjakan penularan virus 
korona. Bahkan dapat menyuburkan sikap abai terhadap protokol kesehatan di 
kalangan yang mendapat kelonggaran dari tindakan tegas. Akhir dari pandemi ini 
hingga kini belum jelas. WHO bahkan sudah mewanti-wanti bahwa kendati nantinya 
vaksin berhasil diproduksi dan didistribusikan, ancaman covid-19 masih terus 
ada. Vaksin akan jauh lebih efektif bila disertai kedisiplinan tiap warga 
menerapkan protokol kesehatan: memakai masker dengan benar, sering mencuci 
tangan, dan menjaga jarak menghindari kerumunan. Pencegahan melalui kebiasaan 
itu juga diperkirakan akan menghemat ratusan triliun rupiah keuangan negara. 
Kerja mencegah penularan covid-19 harus dilakukan terus-menerus sampai virus 
penyebab penyakit itu lenyap. Risiko penularan bakal berulang kali muncul tiap 
kali penerapan protokol kesehatan melonggar. Kini, risiko yang terdekat ialah 
pelaksanaan pemungutan suara pada Pilkada 2020 yang jatuh pada 9 Desember 
mendatang. Kemudian, disusul momen libur akhir tahun yang cukup panjang karena 
kebijakan cuti bersama oleh pemerintah. Penyelenggara pemilu memang telah 
membagi-bagi jam kedatangan pemilih agar tidak terjadi penumpukan yang berisiko 
menimbulkan kerumunan. Namun, jadwal yang tercantum pada surat undangan untuk 
memilih hanya bersifat imbauan. Alangkah baiknya jika penyelenggara pemilu 
dapat memastikan pemilih benarbenar mengikuti imbauan jam mencoblos yang sudah 
ditentukan pada undangan. Sosialisasi harus semakin digencarkan. Bila perlu, 
mematuhi jadwal mencoblos bukan lagi berupa imbauan, melainkan kewajiban.  

Sumber: 
https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/2180-tegas-memutus-penularan-korona








-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20201127183027.5f5103251dd45918787df5dc%40upcmail.nl.

Reply via email to